Terpaksa Menjadi Yang Kedua

Terpaksa Menjadi Yang Kedua

last updateLast Updated : 2024-09-04
By:  Mozarella_313Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
35Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Raisa, gadis sederhana yang terpaksa menikahi pria beristri demi menyelamatkan ibunya yang terkena kanker darah. Ia menikah atas dasar kesepakatan karena Mahesa dan Zara yang tak kunjung diberi keturunan di pernikahan mereka yang hampir memasuki 4 tahun. sedangkan Tuan Fariz, ayahnya Mahesa memberikan syarat waris kepada mereka untuk segera melahirkan penerus keluarga Andromeda. Mahesa dan Zara tidak bisa membiarkan semua harta warisannya jatuh ke lembaga yayasan atas ancaman Tuan Fariz, sehingga ia pun menyetujui syarat tersebut, yaitu dengan menikahi Raisa secara diam-diam, gadis pilihan Zara untuk memberikan mereka anak. Mampukah Raisa bertahan dan menjadi yang kedua di antara hubungan mereka? Sedangkan rasa sayang mulai menyelimutinya ketika ia melihat bayi yang baru ia lahirkan. Dan apakah Mahesa tega untuk memisahkan seorang anak dari ibunya? Penasaran? Yuk lanjut baca... Jangan lupa follow...!

View More

Chapter 1

Bab 1: Maukah Kamu Menjadi Maduku?

[Terdeteksi bahwa tingkat keberhasilan kakak beradik Keluarga Luarta dan tokoh utama wanita masing-masing telah mencapai sembilan puluh lima persen! Misi untuk menikahi tokoh utama wanita, Winda Sumiko, telah selesai! Selamat kepada Tuan karena telah berhasil menyelesaikan misi!]

[Saat tubuh fisik Tuan mati, Anda akan dapat segera kembali ke dunia asal dan menerima hadiah sebesar dua ratus miliar!]

Aku menahan kegembiraan yang meluap-luap di hati.

Akhirnya, aku bisa kembali!

Kakak sulung dan kakak ketigaku tetap tinggal untuk menemani Jery, sementara kakak kedua ikut mengantarku pulang.

Aku refleks menatap kakak kedua yang berada di sampingku, Sinta Luarta.

Wajahnya tampak muram sejak masuk ke mobil, menunjukkan keengganan yang terlihat jelas.

Baru ketika Jery mengirim pesan singkat, dia akhirnya tersenyum.

Menyadari tatapanku, dia segera mematikan ponselnya, dan mengerutkan kening.

"Kenapa? Masih belum menyerah juga? Masih berpikir untuk kembali dan merusak hubungan Winda dan Jery?"

"Jery itu masih muda dan sudah banyak menderita selama ini. Kenapa kau tidak melepaskannya saja?"

Aku mengepalkan jari-jari tanganku erat, tersenyum mengejek diri sendiri.

Secara usia, aku setahun lebih muda daripada Jery.

Melihat wajahku yang pucat, kakakku tiba-tiba menghela napas.

"Kau minta maaf pada Jery tentang masalah ini. Jangan terlalu egois dan keras kepala."

Dia mengulurkan tangan untuk mengusap kepalaku, tetapi aku dengan lembut menghindar, dan bertanya.

"Kenapa aku harus meminta maaf? Memangnya apa salahku?"

Tangan kakakku langsung terhenti di udara, dia lalu berkata dengan tidak sabar.

"Tomi, jangan jadi orang yang tidak tahu diri begitu."

Aku memejamkan mata. Bagaimanapun juga, demi menyelesaikan misi, aku telah mengembangkan perasaan terhadap mereka selama bertahun-tahun ini.

Aku benar-benar terluka oleh sikap mereka sebelumnya.

Tetapi sekarang, itu semua sudah berlalu.

"Setelah Jery menyelesaikan kompetisinya, kau harus ikut kami untuk meminta maaf padanya."

Aku tidak menjawab, hanya mengonfirmasi kembali dengan Sistem dalam pikiranku.

[Asalkan tubuh ini mati, aku bisa kembali, kan?]

[Benar.]

Aku perlahan menghembuskan napas, lalu mengamati keadaan di sekelilingku melalui jendela mobil.

Setelah memastikan bahwa aku tidak akan melukai siapa pun, aku menekan tombol kunci dan membuka pintu mobil itu dengan paksa.

Kakakku yang masih mengoceh tanpa henti, langsung berteriak kaget.

"Tomi, apa yang kau lakukan?"

Aku mengabaikannya dan melompat keluar tanpa ragu sedikit pun.

Angin dingin menerpa kencang wajahku, kemudian sensasi melayang yang luar biasa menyelimutiku.

Aku menutup mata rapat-rapat, tidak merasa takut sama sekali.

Namun detik berikutnya, aku merasakan ada seseorang yang menarik tubuhku.

Aku ditarik ke dalam pelukan seseorang, lalu kami terjatuh ke arah semak-semak di tepi jalan aspal.

Dalam putaran yang terasa memusingkan, aku bisa mendengar suara erangan kesakitan.

Kami berguling-guling beberapa kali, lalu akhirnya berhenti.

Orang yang mendekapku tampak berlumuran darah akibat goresan ranting pohon dan duri tajam, tetapi aku sendiri tidak terluka sama sekali.

Aku mendongak dan melihat wajah kakakku yang tampak ketakutan, lalu berkata dengan suara tenang.

"Lepaskan."

Menatap wajahku yang tampak datar saja dan tanpa rasa bersalah, kakakku lalu meraung marah.

"Aku hanya menasihatimu beberapa patah kata saja, tapi kau sudah melompat keluar dari mobil hanya karena hal sepele seperti itu? Kami benar-benar sudah terlalu memanjakanmu!"

"Kau hanya mencoba menarik perhatian, kan? Hentikan trik murahanmu itu!"

Aku mengabaikan ucapannya dan melepaskan tangan kakakku.

Aku bangkit berdiri dan melihat ke sekeliling. Mataku yang tajam melihat sebuah mobil hitam sedang melaju kencang ke arahku.

"Aku akan menabrakkan diriku sendiri. Ingat, jangan lupa bayar ganti rugi perbaikan mobil mereka."

Aku melontarkan kata-kata itu dan langsung berlari menerjang ke arah depan mobil itu.

"Tomi!"

Kakakku menjerit histeris dalam keputusasaan, dia berusaha bangkit secepat mungkin, tetapi sudah terlambat.

Hatiku dipenuhi harapan, sangat mendambakan kematian.

Meskipun aku juga akan segera mati saat sampai di dunia asal, namun aku tetap tidak ingin tinggal di dunia ini lebih lama, walaupun hanya satu detik saja.

Suara rem terdengar berdecit, dan mobil hitam itu tiba-tiba berhasil berhenti tepat waktu.

Aku terhuyung mundur beberapa langkah dan jatuh kembali ke dalam pelukan kakakku.

"Sinting! Tomi, apa kau sudah beneran gila, ya?"

Kakakku mengusap pipi dan memeriksa bahuku dengan panik dan mata memerah.

"Apa kau menabrak sesuatu? Apa ada yang sakit? Cepat bilang!"

Aku gagal mati lagi. Aku menundukkan pandangan dengan perasaan sangat kecewa.

Pandanganku tertuju pada kaki kakakku, celananya sudah basah berlumuran darah.

Jelas sekali jika dia sudah terluka parah, darah masih terus menetes.

Jika itu terjadi di masa lalu, mungkin aku akan patah hati dan berharap bisa menggantikannya.

Tetapi sekarang, aku hanya membuang muka datar.

"Kenapa? Apa aku perlu izinmu untuk mati?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Liya Amoura
Liya Amoura
Lanjut dong thorrr
2024-07-30 08:24:09
0
0
Ice Queen
Ice Queen
Nice………. Lanjut thor
2024-07-30 08:20:41
0
0
Aulia
Aulia
Bagus ceritanyaaa
2024-07-29 23:27:41
0
0
Sarah
Sarah
bagus ceritanya...
2024-07-22 18:44:10
0
0
Mozarella_313
Mozarella_313
..............................
2024-07-19 20:33:51
0
0
35 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status