首頁 / Mafia / Tertawan oleh Don Mafia / Setelah Mimpi Buruk

分享

Setelah Mimpi Buruk

last update publish date: 2026-05-07 13:00:09

"Apa yang—hentikan!"

Iris menggeliat. Napasnya memburu. Tubuh mereka terlalu menempel, sampai-sampai dia bisa merasakan bentuk dada lebar Silas. Panas dan sesak. Iris mengerang frustrasi saat dia tidak bisa menggeser Silas sama sekali.

Alih-alih mundur, pria itu justru menunduk. Mendekatkan wajahnya hingga Iris bergidik. Kepanikan menyerangnya. Dia merasakan napas hangat Silas di ceruk lehernya, bersamaan dengan tangan lain pria itu yang menyingkirkan helaian rambut di pund
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Tertawan oleh Don Mafia   Pertemuan Kembali

    Dua hari berlalu dan tampaknya, tidak ada berita yang benar-benar baik. Pagi itu, Iris menuruni anak tangga hanya untuk mendapati televisi ruang tengah dalam keadaan menyala dan menampilkan berita yang sama tentang anak diplomat. Namun kali ini, kabarnya lebih buruk karena anak diplomat itu ternyata mengalami koma. Utusan dari istana telah menyambangi kediaman diplomat asing, tapi tidak diberitakan secara jelas seperti apa percakapan yang terjadi. Percakapan itu tampaknya dilakukan secara tertutup. Opini publik menjadi liar. Kelab malam Solenne akhirnya disebut-sebut. Begitu pun Silas sebagai pemilik tertinggi dan entah bagaimana, reporter berita mengetahui jika malam itu Silas ada di sana. Semua terlihat melalui sebuah foto dirinya dan Silas saat berjalan masuk. "Astaga."Wajahnya ada di sana. Sangat jelas. Terpampang di televisi dan sudah pasti dilihat semua orang. Foto yang bahkan sama sekali tidak Iris sadari. Tubuhnya oleng. Tangannya meraih sandaran sofa sebagai tumpuan.

  • Tertawan oleh Don Mafia   Bencana Berjalan

    Perjalanan pulang ke wilayah pelabuhan benar-benar tidak menyenangkan. Iris mengalami hangover cukup parah karena baru pertama kali meminum alkohol dan ternyata tubuhnya menolak. Sepanjang perjalanan, dia hanya mampu bersandar di kursi penumpang dengan wajah pucat dan tubuh lemas. Kepalanya masih berdenyut, meski sudah lebih baik setelah dia minum obat. Ketika mobil yang dikendarai Silas perlahan mendekati area gerbang rumah besar, Iris menghela napas lega. Dia ingin kembali tidur. Meski dia tahu jika matahari sudah mulai naik. Namun saat mobilnya berhenti di pelataran rumah, Iris yang mengangkat kepalanya dan hendak keluar, melihat Dominic yang tampak bergegas mendekati mobil. Termasuk beberapa staf rumah yang berkumpul, tapi ada yang berbeda kali ini. Iris tidak melihat mereka seperti hendak menyambut kedatangan Silas. Wajah mereka gelisah. Dominic juga terlihat lebih pucat. Pintu di sebelahnya dibuka pelan, dan seketika langsung menghentikan pengamatan Iris. Sebelum akhirnya d

  • Tertawan oleh Don Mafia   Yang Tidak Seharusnya Disentuh

    Beberapa jam kemudian. Silas berjalan di lorong usai melakukan pemeriksaan bersama dengan Victor. Lorong itu sepi. Hanya suara langkah kaki mereka berdua yang terdengar. "Apa dia akan baik-baik saja?" Victor melirik ke arah Silas. Namun pria yang dilirik itu hanya terus berjalan. Tidak sedikit pun melambatkan langkahnya. "Siapa?""Iris. Kau tahu dengan jelas CCTV itu rusak."Langkah Silas terhenti. Kali ini, perkataan Victor berhasil membuatnya menoleh. "Lalu?""Kau berbohong."Silas berkedip. Ada jeda sesaat, sebelum dia akhirnya melanjutkan langkahnya lagi. "Aku hanya mengatakan ada CCTV di sana."Victor tersentak. Tubuhnya langsung membeku. Diam menatap punggung Silas yang mulai menjauh. Sebelum akhirnya, senyum tipis tersungging di bibir keriputnya. Kakinya kembali melangkah sejajar dengan pria itu. "Aku dengar dari Elliot, dia pernah berniat mencuri sesuatu di ruangan Dominic dan kau mengampuninya.""Ya."Kerutan di kening keriput Victor semakin jelas terlihat. Matanya melir

  • Tertawan oleh Don Mafia   Memfitnah?

    Tak. Dua buah gelas minuman diletakkan Victor tepat di depan Iris dan Silas. Gelas itu berisi cairan berwarna merah yang Iris langsung tahu jika itu adalah wine. Dia tidak mengambilnya sama sekali, saat Silas dan Victor tampak dengan santai menenggaknya. "Maaf, aku tidak minum alkohol," ucap Iris saat Victor meliriknya dan gelas yang tak tersentuh di meja secara bergantian. Pria paruh baya itu meletakkan gelasnya. "Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil jus—""Tidak usah."Iris spontan menggelengkan kepalanya saat Victor hendak memanggil anak buahnya yang berada di balik pintu ruangan. Membuat pria itu kembali menatapnya. "Aku tidak haus."Mata Victor bertahan beberapa detik padanya, sebelum akhirnya pria itu mengangguk. Membiarkan suasana canggung mengisi ruang kerja miliknya. Tidak seperti Dominic yang sangat ekspresif, Victor lebih tenang seperti Marcus. Hingga rasanya, Iris seperti terjebak oleh situasi, meski sebenarnya ini jauh lebih baik dibanding apa yang terjadi sebelu

  • Tertawan oleh Don Mafia   Pembuat Masalah

    "Awas!"Iris refleks berteriak. Tangannya mengambang di udara, tapi sebelum dia sempat melihat apa yang terjadi selanjutnya, sebuah tendangan mendarat tepat di dada pria yang hendak memukul Silas. Tubuh itu seketika terjengkang dan membentur sebuah mesin permainan di belakangnya. Botol minuman meluncur dari tangannya dan pecah di lantai. Mulutnya tampak menyembur mengeluarkan darah, tapi pria itu masih sadar. Iris terkesiap. Tengkuknya langsung merinding dan matanya seketika tertuju pada Silas, pelaku yang menendang pria tadi. Suasana di kasino itu juga mendadak hening. Iris tidak sempat memerhatikan sekeliling, karena matanya dibuat terpaku pada cara Silas yang mencoba menghentikan kekacauan, dengan membuat kekacauan yang lebih besar. "Uhuk! KAU! BAJINGAN SIALAN!" Pria yang ditendang Silas batuk darah, tapi tetap berusaha berdiri sambil dibantu dua pengawalnya. Suasana kini tidak lagi terasa kondusif. Kemarahan pria tadi, tidak lagi tertuju pada permainan yang dianggapnya curang

  • Tertawan oleh Don Mafia   Kekacauan di Kasino

    "Huh?"Iris berkedip. Dia terbengong dan mendadak berhenti. Kepalanya kembali menoleh ke belakang untuk melihat wanita tadi sudah tidak ada. Lalu dia melihat wanita lainnya yang sudah sibuk dengan pria yang memangkunya. Matanya mengamati penampilan mereka yang sangat terbuka. Tampak memalukan untuk dilihat. "Kau mucikari? Kau menjalankan bisnis prostitusi?" tanya Iris, yang kini perhatiannya kembali tertuju pada Silas. Pria ikut berhenti dan meliriknya. "Mereka membutuhkan pekerjaan."Mulut Iris seketika tekunci rapat. Dia menatap Silas dengan wajah tak percaya yang bercampur kaget. "Menjadi pelacur adalah pekerjaan bagimu? Kau mengeksploitasi mereka, kau sadar?" Suara Iris terdengar lebih seperti bisikan, tapi penuh penekanan. Rahangnya tampak menegang karena kesal dengan apa yang dikatakan Silas. Selain menjijikkan, baginya itu adalah hal yang paling tidak bermoral dan merendahkan bagi seorang wanita. Namun Silas justru dengan santai menariknya dan kembali melanjutkan langkahny

  • Tertawan oleh Don Mafia   Bukan Kesepakatan

    Iris tidak bergerak. Tidak juga berbalik. Dia diam di tempat ketika mendengar langkah kaki mendekat. Sampai suara langkah itu berhenti tepat di belakangnya. Kehangatan tubuh asing mulai terasa di punggungnya. Menyadarkan Iris jika pria itu berdiri terlalu dekat. “Aku tidak memanggilmu,”

  • Tertawan oleh Don Mafia   Perlawanan

    "Masuklah!" Bruk! Tubuh Iris didorong kasar oleh Elliot, membuat keseimbangannya hilang kendali. Dia jatuh, tapi kali ini lututnya tidak merasakan sakit. Karena sebuah karpet bulu lembut menahannya. Iris terdiam, lalu menatap ruangan ketika menyadari Elliot telah membawanya ke ruangan lain. Buka

  • Tertawan oleh Don Mafia   Menjadi Sandera

    Suasana mendadak hening. Ketukan sepatu Silas berhenti. Elliot juga tak bersuara. Hanya detak jam tangan yang terdengar dan jelas, ini bukan keheningan yang Iris inginkan. Iris menunduk semakin rendah. Tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat reaksi Silas atau Elliot, tapi matanya melihat seb

  • Tertawan oleh Don Mafia   Hidup atau Mati?

    "A-aku, aku tidak akan m-mengatakan apa pun. Aku akan tutup mulut. Tolong, Tuan."Suara Iris terdengar memelas dan gagal, percampuran antara rasa putus asa dan takut. Dia bersimpuh di bawah kaki Silas dengan tubuh gemetar hebat. Menjadi saksi pembunuhan seorang pria asing, bukanlah sesuatu yang dia

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status