/ Mafia / Tertawan oleh Don Mafia / Tamu Tak Diundang

공유

Tamu Tak Diundang

last update 게시일: 2026-05-07 18:57:38

"Dia baik-baik saja. Hanya kelelahan."

Samar-samar, telinga Iris menangkap sebuah suara. Suara percakapan yang berada dekat dengannya. Cukup untuk menarik kesadarannya.

Dia melenguh kecil. Matanya berkedip pelan, menyesuaikan cahaya yang menusuk mata. Sebelum bayangan seorang pria yang memegang papan klip di tangan terlihat di sampingnya.

Butuh beberapa detik untuk Iris benar-benar bisa melihat sepenuhnya. Pria itu memakai kacamata dan di lehernya tergantung sebuah stetoskop, tapi dia tidak m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Tertawan oleh Don Mafia   Fakta atau Opini?

    Di ruang makan. Meja makan malam kali ini terasa canggung dan berbeda. Iris merasa setiap gerakannya seakan diawasi. Dia hanya bisa menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dan melirik diam-diam Sebastian, Silas dan Elliot. Suara dentingan sendok memenuhi ruangan. Tidak ada satu pun yang berbicara, tapi Iris bisa merasakan ketegangan yang terlalu nyata. Dia mengunyah makanannya dengan lambat. Sampai suara Sebastian memecah kecanggungan. "Jadi kakimu patah setelah mencoba menyelamatkan diri?" Gerakan tangan Iris yang hendak menyuapkan makanan, seketika tertahan di udara. Dia melirik Sebastian yang menatapnya. Mulutnya yang terbuka, siap menerima makanan, seketika berhenti dan meletakkan sendok kembali. Dia dengan ragu mengangguk pelan sambil melirik Elliot dan Silas yang fokus makan tanpa menoleh, "Ya, dokter bilang... ini tidak permanen." "Kau ceroboh." Sebastian mengunci tatapannya. Membuat Iris merasakan kegelisahan di tempat duduknya. Dia ingin menjawab kalau dia hanya tida

  • Tertawan oleh Don Mafia   Aturan Main

    Sebuah mobil silver berhenti di pelataran manor. Sebastian keluar dan segera disambut oleh dua penjaga. Matanya menatap keduanya, sebelum beralih pada pintu manor yang tertutup. Hari sudah malam ketika dia tiba di sana. "Silas di dalam?" "Ya, Tuan besar. Apa Anda ingin bertemu? Kami akan memberitahu—" "Tidak, aku akan menemuinya sendiri." Tanpa menunggu respons keduanya, Sebastian segera berjalan dengan langkah lebar dan sedikit tergesa-gesa. Dia sudah terlalu lama menunggu ini. Sebastian berharap Silas benar-benar ada di dalam. Karena dia tidak mungkin mencari anaknya di setiap rumah yang tersebar di seluruh Valenor. Beberapa pelayan yang datang menyapa dan memberi hormat, diabaikannya. Sebastian terus melangkah, sampai di ruang tengah dia menemukan keberadaan seseorang yang tak asing. Langkahnya melambat. Matanya menyipit ketika melihat punggung seorang wanita yang duduk di kursi roda. Menghadap ke arah televisi yang menampilkan sebuah berita. Berita yang masih memba

  • Tertawan oleh Don Mafia   Memilih Jalan Takdir

    "Makan siang sudah siap, Nona. Anda mau makan di sini atau di dalam?"Berta berdiri di samping Iris yang duduk di kursi roda. Mereka saat ini sedang berada di halaman belakang setelah kepulangan Iris dari pemakaman. Namun wanita itu tidak menjawab sama sekali. Pandangan Iris lurus ke depan. Pada hamparan bunga foxglove. Berta mengernyit dan seketika melambaikan tangan di depan wajahnya. Berusaha menarik perhatiannya kembali. "Nona, Anda mendengar saya?"Iris mengerjap dan menoleh. Lamunannya buyar. "Ada apa?"Berta menarik napas dan mensejajarkan tubuhnya dengan Iris, hingga nyaris bersimpuh. "Saya bertanya Anda mau di sini atau di dalam? Tapi sepertinya Anda memikirkan sesuatu sampai tidak mendengar saya. Terjadi sesuatu saat Anda pergi dengan Tuan?"Pertanyaan Berta tidak langsung dijawab. Iris diam beberapa saat ketika dirinya justru teringat kembali dengan penolakan ibunya Lona atau perkataan Silas yang menyebut semua ini pilihannya. Bibirnya tersenyum kecut dengan kedua tangan

  • Tertawan oleh Don Mafia   Berawal darimu

    "Kau harus menjelaskan semuanya."Iris tidak berhenti bicara. Dia menuntut jawaban dari Silas atas berita yang baru didengarnya. Meski sepanjang perjalanan, pria itu memilih bungkam. Sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di manor, Silas masih tetap tidak bicara. Iris harus menahan gelisah saat dirinya digendong dan dipindahkan oleh pria itu. "Silas!""Penjelasan apa? Kau sudah mendengar semuanya," jawab Silas sambil mendorong kursi roda Iris untuk masuk. Suasana di manor tampak hening dan sepi. Tidak ada pelayan yang menyambut, tapi langkah Silas tidak berhenti. Sampai akhirnya mereka tiba di kamar Iris. "Aku tahu, tapi bukan itu maksudku."Iris berusaha memutar kursi rodanya untuk menghadap pria itu. Matanya menatap dengan rasa gelisah yang tidak bisa lenyap. "Kau baru saja menantang mereka. Kau membuat masalah. Bagaimana kalau mereka semakin berniat menargetkanku? Kau membuatku dalam bahaya!""Mereka tidak akan bisa menyentuhmu sekarang."Iris mendengkus kasar dan

  • Tertawan oleh Don Mafia   Bukan Salahmu

    Iris mendongak. Dia mengangkat kepalanya dan mengusap air matanya. Matanya menatap ibu Lona dengan sedih. Tangannya terulur untuk menggapai."Tante—"Belum sempat melengkapi kalimatnya, tangan Iris ditepis kasar. Tubuhnya yang tidak siap dengan penolakan itu, seketika goyah. Hingga buket bunga yang digenggamnya terjatuh. "Pergi dari sini!"Iris terhenyak ketika ibu Lona tiba-tiba membentaknya. Dia bisa menyaksikan ekspresi marah dan tidak senang di sana. Sesaat, mulutnya hanya bisa terkatup.Dia sadar jika dirinya penyebab kematian Lona, tapi kedatangannya memiliki niat baik. "T-tante, tolong izinkan aku melihat Lona untuk terakhir kalinya." Iris mengiba. Dia kembali mencoba meminta izin untuk mengikuti acara pemakaman Lona. Ekspresi wajahnya yang keras, tidak berubah. Ibu Lona tampak memandang marah pada Iris. Dia bukan tidak tahu jika Iris telah bersama putrinya beberapa hari terakhir. Lona pernah bercerita soal Iris yang muncul kembali setelah menghilang berbulan-bulan. Bahkan

  • Tertawan oleh Don Mafia   Satu-satunya?

    "Nona, itu tidak—""Aku akan mengantarmu."Suara lain menyela, tepat ketika Elliot hendak menolak keinginan Iris. Pintu ruangan terbuka semakin lebar dan di sana, Silas muncul bersama dengan dokter di belakangnya. Elliot seketika segera bergeser. Memberi ruang bagi Silas untuk mendekat. "Tuan, bukankah Nona sedang sakit?"Silas melirik Elliot sekilas. Lalu beralih cepat pada dokter yang segera berdehem pelan. "Anda benar, Sir Elliot. Kondisi Nona Iris memang tidak memungkinkan untuk berkeliaran bebas. Apalagi berjalan terlalu jauh."Iris menatap sang dokter dengan pandangan tidak setuju. Dia hendak mengeluarkan protes, tapi dokter kembali melanjutkan perkataannya. "Tapi itu bisa diatasi jika Nona tidak perlu berjalan. Saya sudah menduga hal ini, dan untunglah kursi roda telah tersedia untuk digunakan."Elliot mengangguk pelan. "Kalau begitu, saya akan menyiapkan mobil dan—""Tidak perlu." Silas segera memotong sebelum Elliot sempat pergi. Hingga langkah pria itu tertahan di tempat.

  • Tertawan oleh Don Mafia   Perlawanan

    "Masuklah!" Bruk! Tubuh Iris didorong kasar oleh Elliot, membuat keseimbangannya hilang kendali. Dia jatuh, tapi kali ini lututnya tidak merasakan sakit. Karena sebuah karpet bulu lembut menahannya. Iris terdiam, lalu menatap ruangan ketika menyadari Elliot telah membawanya ke ruangan lain. Buka

  • Tertawan oleh Don Mafia   Menjadi Sandera

    Suasana mendadak hening. Ketukan sepatu Silas berhenti. Elliot juga tak bersuara. Hanya detak jam tangan yang terdengar dan jelas, ini bukan keheningan yang Iris inginkan. Iris menunduk semakin rendah. Tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat reaksi Silas atau Elliot, tapi matanya melihat seb

  • Tertawan oleh Don Mafia   Hidup atau Mati?

    "A-aku, aku tidak akan m-mengatakan apa pun. Aku akan tutup mulut. Tolong, Tuan."Suara Iris terdengar memelas dan gagal, percampuran antara rasa putus asa dan takut. Dia bersimpuh di bawah kaki Silas dengan tubuh gemetar hebat. Menjadi saksi pembunuhan seorang pria asing, bukanlah sesuatu yang dia

  • Tertawan oleh Don Mafia   Penuh Kegilaan

    Langkah Iris terhenti. Dia mematung di tempat dan berkedip beberapa kali. Menatap ke depan sekali lagi untuk memperjelas penglihatannya yang buram akibat hujan. Mobil yang tak asing dan siluet seorang pria. Saat Iris mencoba memicingkan mata, dia semakin yakin itu adalah Silas. Pria itu berdiri be

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status