تسجيل الدخول“Habisi semuanya! Jangan sampai membiarkan seorangpun lolos!”“Baik pangeran!” seru mereka. Pembantaian itupun berlangsung, mereka menyerbu Keluarga Zhu. Meskipun keluarga Zhu juga membela diri. Suara pedang saling beradu di rumah keluarga Zhu. “Kenapa kau menyerang kami?! Tidak cukupkah dengan kematian anakku?” tanya kepala Keluarga Zhu. “Tidak.”“Anak kesayangan mu sudah membunuh bibiku, bahkan dia juga berani mencoba membunuh adik sepupuku.”“Lagipula titah Kaisar ada di sini dan semuanya tertulis dengan jelas, agar menghukum mati sembilan generasi Keluarga Zhu,” ucapnya menunjukan titah Kaisar.“Aku sebagai Keluarga Liu dan seorang pangeran, tidak akan membiarkan kalian begitu saja!” ucapnya geram bersamaan dengan tertusuknya pedang pada dada kepala Keluarga Zhu. Tidak hanya Liu Changhai saja yang menyerangnya tapi ayahnya juga turut menyerang Keluarga Zhu. Tentu saja sebagai seorang kakak, mana mungkin dia bisa diam saja saat mengetahui adiknya terbunuh oleh salah satu wanita
“Masukan dia kedalam selnya, pastikan dia masih hidup sampai besok.”“Baik putri,” ucap Anming tidak berani menatap Lian Wei begitu juga dengan Mingmei yang sudah terjatuh di lantai. Anming memasukkan Selir Zhu kedalam selnya. Ia juga memastikan Selir Zhu masih hidup. Mereka menyaksikan betapa kejamnya Lian Wei menghukum orang yang menyakitinya. Tidak terbayangkan oleh mereka, jika mereka berani mengkhianati Lian Wei. Entah hukuman seperti apa yang akan mereka dapatkan nantinya. “Mingmei, sepertinya kau sangat terkejut ya? Kau bisa beristirahat sebentar, aku akan membersihkan tubuhku,” ucapnya lalu pergi dari sana. Mingmei menelan ludahnya kasar sambil memegangi lehernya, ia membayangkan Lian Wei langsung memotong lehernya jika dia mengkhianatinya.Wajah Mingmei pucat pasi, Anming yang sudah membawa Selir Zhu kembali, melihat Mingmei yang masih duduk diam di tempatnya.“Yang benar saja?“ Anming mengendong Mingmei kembali ke Paviliun Sakura.Lian Wei mengganti pakaian yang sudah dis
“Kau akan kemana Lian'er?” tanya Jianying yang diberikan lambaian tangan oleh Lian Wei. “Aku juga harus menyelesaikan urusanku sampai nanti semuanya,” ucap Wang Xuemin lalu pergi dari sana. Tentu ke arah yang berbeda dengan Lian Wei. “Jianying ayo kita pergi, untuk apa kita disini jika pemilik paviliun ini saja tidak ada.”“Baiklah ayo kembali.”Lalu mereka segera pergi dari sana, Wang Xuemin mengurus kepindahan keluarga Tabib Xu. Ia mengasingkan mereka di wilayah Kekaisaran Wang. Di sana terdapat daerah terpencil namun makmur. Ia menempatkan dia di sana karena ia yakin wilayah ini tidak akan mudah ditemukan. Setelah urusan selesai ia kembali ke paviliunnya, ia dia tidak kembali ke Paviliun Sakura melainkan ke paviliun yang sudah disiapkan untuknya.Sementara itu Lian Wei memasuki penjara, ia memerintahkan untuk membawa Selir Zhu ke ruang eksekusi. Selir Zhu dilempar dengan kasar hingga terjatuh berlutut di hadapan Lian Wei. “Bawakan aku cambuk, belati, besi panas dan air garam ya
“Maaf Lian'er.“Satu kata maaf yang tidak terdengar oleh Lian Wei, keluar dari mulut ayah dan kakaknya.Di paviliun Lian Wei begitu ramai, mereka terkejut dengan fakta yang baru saja terungkap hari ini. Mereka merasa kasihan pada junjungan mereka, diasingkan oleh keluarganya sendiri bahkan di rendahkan oleh pelayan. Ia juga selalu dijahati oleh para selir dan adik tirinya. Kabar tentang apa yang terjadi di aula menyebar dengan cepat. Seluruh istana tahu akan hal itu. Selir Zhu yang akan dihukum mati beserta keluarganya dan Selir Cui yang diasingkan ke istana dingin dengan keluarga yang dihukum mati. “Ada apa dengan kalian? Kenapa berkumpul disini?”“Putri kami sudah dengar berita yang terjadi hari ini.”“Aku tidak perlu dikasihani,” ucapnya saat melihat wajah kasihan pada mereka, ia berlalu dari sana dan duduk di gazebo miliknya. Wang Xuemin, Li Jianying dan Liu Changhai juga ikut duduk di gazebo. Mingmei segera menyiapkan teh dan camilan. Setelah itu segera dibawa ke gazebo. “Adi
“Hukumannya adalah cambuk seratus kali dan diasingkan ke istana dingin,” jawab Jianying. “Oh benarkah? Bisakah aku mencambuknya sendiri kak?”“Apa maksudmu Putri Pertama?! Aku tidak melakukan apapun!”“Benarkah?” ucap Lian Wei dengan raut muka yang dibuat bingung, “Bawa masuk saksinya,” lanjutnya memberi perintah.Segera Anming membawa pelayan pribadi Selir Cui, Jiao An ke hadapan semua orang dengan kondisi yang sudah babak belur. Anming menyeretnya dan melemparkan tubuhnya bersujud ke hadapan kaisar. “Katakan kebenarannya!” perintah Anming. “Mohon ampun Yang Mulia, saya sudah mencoba mengingatkan Selir Cui, namun nyonya menolaknya. Selir Cui meminta seseorang untuk membawa serbuk bubuk yang saya juga tidak tahu namanya. Ia mencampurkan bubuk itu pada adonan kue yang akan diberikan pada Putri Pertama. Saya tidak tahu apa yang dimasukkan oleh Selir Cui.”“Racun Empedu Cacing Api, ini adalah buktinya bahwa Selir Cui meminta pembunuh bayaran dari Perguruan Deng. Waktu itu seingat ku b
“Dasar jalang! Seharusnya kau mati bersama ibumu!” ucapnya yang ingin menyerang Lian Wei, namun di halangi oleh Wei Heng. Sementara Xiu Juan mengawasi Tabib Xu. “Selir Zhu!” bentak Xiuhuan. “Ayah izinkan aku menghukum Selir Zhu atas perbuatannya,” pinta Xiuhuan. “Tidak! Aku yang akan menghukum Selir Zhu. Karena dia aku kehilangan ibuku, dia juga meminta pembunuh bayaran untuk membunuhku, bahkan dia meracuniku. Jadi aku sendiri yang akan menghukumnya.”Lian Wei ingin menyerang namun ditahan oleh Xiuhuan. “Aku juga kakakmu, dia juga ibuku Lian’er. Biarkan kakak yang menghukumnya, jangan sampai menodaimu.”Air mata Lian Wei tidak dapat ditahan lagi, ia menangis di pelukan kakaknya. Kaisar mengepalkan tangannya kuat.“Ibu, kau tidak mungkin membunuh ibu permaisuri bukan? Dia begitu menyayangiku, dia memberikan aku mainan dan pakaian yang dibuatnya sendiri.”“Dasar anak bodoh! Itu bukan buatmu, bahkan dia tidak tahu kau akan lahir!”“A-apa maksud ibu?”“Semua itu milik sampah itu!” tun







