Share

167

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-06-15 17:41:49

“Bawa aku ke Kekaisaran Wu.”

“Dengan senang hati permaisuriku,” ucap Wang Xuemin.

“Kalau begitu aku antar kau kembali, sekalian akan kuberikan pilnya.”

“Baiklah.”

“Xu Kai, jangan sampai satu helai rambutnya rontok,” ancam Wang Xuemin.

“Kau tenang saja.”

Setelahnya mereka kembali, di perjalanan kembali mereka mampir ke rumah tabib pribadi Xu Kai.

“Ini, ingat jangan terlalu banyak dimakan.”

“Baiklah aku mengerti.”

“Lian Wei…” panggilnya ragu.

“Hmm?”

“Apa kau sudah yakin dengan keputusa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   316

    “Bagaimana jika begini?” usul Liu Changhai. Mereka berkumpul jadi satu, raut wajah mereka segera berubah serius. Semua orang menatap Liu Changhai dengan serius.“Langsung serang dan bunuh semuanya, kita langsung sergap saja,” celetuknya. “Kau ini,” ucap Xu Kai, lalu memukul kepala Liu Changhai. “Itu bukan rencana, kau ini bodoh atau bagaimana?” kesal Xu Kai. Semua orang menghela nafas kesal, waktu mereka terbuang dengan percuma. Lian Wei hanya bisa menggelengkan kepalanya.“Begini, masing-masing dari kita menyisipkan beberapa orang di antara mereka untuk mengintai. Lalu saat tiba waktunya, mereka akan langsung menyergap dan menyerang,” ucap Lian Wei. “Seperti menyamar?” tanya Xiuhuan. “Tapi jika kita yang melakukannya, bukankah akan berbahaya? Tidak bisa ini terlalu beresiko,” ucap Jianying. “Bukan kita, tapi pasukan kita yang lebih kuat dari punya mereka,” ucap Wang Xuemin. “Kau memang selalu tahu apa yang aku maksudkan,” ucap Lian Wei. “Tentu saja istriku,” goda Xuemin. “T

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   315

    “Kakak… kedua?”Wang Xuemin langsung berdiri dan menyembunyikan Lian Wei di belakang tubuhnya.“Wang Xuemin apa maksudmu seperti ini?” ucap Xiuhuan tidak terima.“Sebelum kau memojokkan istriku, lebih baik kau urus kedua adikmu itu.”“Adikku? Apa yang dilakukan oleh Lien Hua dan Mayleen?”“Kau sungguh tidak tahu?”“Aku—”“Hentikan kalian semua,” ucap Xu Kai.Mereka semua menoleh padanya dengan tatapan tidak terima.“Ada hal penting yang harus dibahas sekarang,” ucap Luoyang membela Xu Kai.“Kakak senior benar, jika ada yang ingin dibahas selain ini, silakan bahas saat urusan ini selesai,” ucap Lian Wei.Mereka memulai pembicaraan ke topik utama. Anming ikut masuk mendampingi Lian Wei, sementara yang lain berjaga di sekitar. Terlihat Lien Hua berdiri tidak jauh dari menara Adipati Xinxi. Mayleen memperhatikan kakaknya itu dan segera menghampirinya.“Kakak ikut aku,” ajak Mayleen dengan sedikit menariknya. “Mayleen lepas! Aku bisa jalan sendiri.”“Kak... Kau bilang jalang itu bakal ma

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   314

    “Bukan? Dia benar-benar mengabaikan kita?”“Sudahlah kak.”Jianying menarik kakaknya kembali, tapi bukannya kembali ia malah membawa kakaknya pergi ke belakang menara Adipati Xinxi.“Kau membawaku ke belakang menara Adipati Xinxi?”“Ya, diamlah. Mereka sebentar lagi sampai.”“Bagaimana kau tahu mereka akan menuju kesini?”“Apa kau bodoh kak? Kau tidak memperhatikan arah jalan mereka tadi?”“Tidak.”“Kau benar-benar sudah tidak tertolong.”Tak lama terlihat rombongan itu menuju menara. Lian Wei dan Xu Kai berjalan di paling belakang seperti biasa.“Lian'er kau begitu kejam mengungkapkan identitas asliku,” ucap Xu Kai sembari berjalan menghampiri Lian Wei. “Diamlah, kau sudah sepakat tidak memanggilku begitu.”“Baiklah baik, mari kita pergi. Tidak perlu menatap galak padaku,” ucapnya dengan merangkul pundak Lian Wei.“Singkirkan tangan kotormu dari calon istriku,” suara berat yang begitu dikenalnya menyambut indra pendengaran Lian Wei.Seorang pria berjalan di tengah keramaian menuju b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   313

    “Benar kau adikku, bukan?”“Maaf mengecewakan kalian.”Lian Wei membuka cadar yang dikenakannya. Penampilan cantik dari Lian Wei membuat semua mata memandang kagum padanya. “Li Xinhua?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan terkejut. “Tuan, anda datang?” ucap Mingmei memberi salam.“Mingmei?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan kembali terkejut. “Mingmei?” beo Xiuhuan.“Bukankah kau pelayan Putri Pertama?” tanya Jianying bingung.“Yang Mulia pangeran, Putri Pertama sudah membebaskan ku dari perbudakan.”“Mana mungkin!” ucap Lien Hua marah.“Ini suratnya,” ucap Mingmei menyerahkan surat pembebasan budak.Xiuhuan langsung mengambil dan membacanya, Jianying juga membacanya. Setelahnya Lien Hua merebutnya dan membacanya.“Tidak mungkin, surat ini palsu!”“Surat itu asli, apa kau buta?” sindir Jianying.“Apa?!”“Apa kau tidak melihatnya, bahwa itu tulisan tangan Lian Wei?” ucap Jianying.“Dia memang tidak meninggalkan satupun orangnya di istana,” ucap Xiuhuan setelah membaca ulang surat pembebasan budak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   312

    “Jika hatimu tidak miskin, kau tidak akan kehilangan adikmu,” jawab Liu Changhai. Deg…Mereka terus berdebat di sepanjang perjalanan menuju keluar hutan. Sementara di dalam goa, Lian Wei sudah selesai membersihkan diri. “Tuan.”“Masuklah Qin”“Tuan saya sudah mengatakan apa yang anda perintahkan pada saya. Ketiga pangeran sudah kembali dan sepertinya mereka akan kembali lagi untuk menemui anda.”“Apa? Kenapa?”“Mereka bertanya, bagaimana cara masuk ke dalam.”“Lalu apa yang kau katakan?”“Tuan menyukai perhiasan, uang dan herbal langka. Jadi aku meminta mereka mengumpulkan itu agar akses bisa diberikan.”“Kau menguras harta mereka?”“Iya.”Lian Wei tertawa dengan keras, mendengar hal itu.“Kerja bagus, Qiu.”Setelah tawanya mereda ia kembali serius.“Baiklah kau tetap disini dan tunggu mereka, lalu tugasmu untuk mengintai Selir Cui ditunda saja. Untuk sementara racun dalam tubuhnya akan bekerja. Jadi dia tidak akan bisa berbuat apa-apa.”“Baik tuan.”“Kau boleh pergi.”“Baik tuan.”

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   311

    “Untuk apa tuan membeli wanita malam sebanyak itu?” tanya polos Mingmei. “Kau ini bodoh juga ya? Kau tidak dengar tuan bilang musuhnya menyukai wanita? Lalu untuk apa mereka di beli jika bukan untuk melayani?”“Kau benar. Apa mereka melayani untuk membuatkan teh dan makanan juga?”Yelu hanya dapat menepuk jidatnya kesal, ia sudah lelah menghadapi Mingmei yang lambat berpikir dan sangat polos. “Bagaimana bisa? Gadis sepolos kau mahir berjudi?” kesal Yelu dan meninggalkan Mingmei sendiri. “Aku suka main mahjong, itu kan bukan berjudi. Hanya permainan saja,” ucapnya menyusul Yelu. “Terserah padamu saja Mingmei. Tolong jangan buat aku kehabisan kesabaran,” ucap Yelu dengan kedua tangan memohon pada Mingmei lalu pergi begitu saja. “Kehabisan kesabaran? Memangnya aku kenapa?” monolognya tanpa menyadari Yelu yang sudah pergi jauh. “Ah Yelu! Tunggu aku! Yelu! Yelu!” panggil Mingmei yang tinggalkan oleh Yelu. Sementara itu Lian Wei pergi menunggang kuda ia tidak kembali ke akademi melai

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status