Share

Membuat Kesepakatan

Author: SenyaSSM
last update Last Updated: 2021-04-25 19:23:34

"Nona, saya mohon jangan melawan. Kami tidak ingin menyakiti,  Nona," jelas David.

Kiara tidak habis pikir siapa orang kaya  yang membelinya dan memberinya pakaian kurang bahan seperti ini.

Kiara berkali-kali berniat kabur. Tapi, David dan para anak buahnya mampu mencegah Kiara untuk kabur.

Sialan.

"Oke-oke. Aku tidak akan kabur lagi. Tapi, kalian jangan pernah melihatku. Atau mata kalian akan tau akibatnya," ancam Kiara. Kiara tidak mau jika lekuk tubuhnya dilihat oleh orang lain.

David dan para anak buahnya mendelik dengan ancaman frontal dari Kiara. Pasalnya mereka juga sudah biasa melihat pemandangan indah semacam itu dari para wanita Ken.

Tapi, memang benar. Tubuh Kiara lebih indah dari wanita-wanita milik Ken.

"Baik Nona," jawab mereka secara bersamaan.

"Hem. Ayo, jalan." Kiara langsung berjalan mendahului mereka. Kiara memajukan langkahnya dengan begitu bermerwibawa, tidak seperti seorang tahanan.

David terkekeh di dalam hati. Sikap arogan dari Kiara tidak ada bedanya dengan bosnya. Pantas saja jika Ken sangat menyukai Kiara.

Pantas saja, bos Ken memilih membuang semua wanitanya hanya demi kedatangan nona Kiara.

Hampir 30 menit Kiara di dalam perjalanan menuju hotel yang ditunjukkan David padanya. Akhirnya, Kiara dan David sampai di depan hotel milik Ken.

Kiara melihat sekitar halaman hotel tersebut sebentar. Beberapa pohon besar dengan daun yang menjulai indah menghiasi kedatangan Kiara. Tatanan bunga dan ornamen modern  menambah kesan elegant  hotel mewah itu.

Kiara sangat terpesona dengan keindahan hotel tersebut.

Namun, dengan cepat Kiara membuang kembali pandangannya. Bukan saatnya ia terpesona dengan pemandangan hotel ternama itu. Pikir Kiara.

Ini waktunya untuk membuat kesepakatan dengan tuan pembelinya. Untuk membalas semua pengkhianatan dari pamannya.

"Kenapa sepi?" tanya Kiara aneh. Hotel sebesar dan semewah ini tidak ada lalu-lalang pengunjung hotel ataupun pegawai.

Bagaimana bisa? Tidak mungkin bangkrut, kan?

Kiara memutar bola matanya kearah pria di sampingnya. Ingin menanyakan pertanyaan itu.

"Kenapa tidak ada seorang pun di sini? tuanmu bangkrut atau bagaimana?" tanya Kiara saat langkahnya mulai memasuki lift pribadi milik Ken.

David menghela napas panjangnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan tidak masuk akal dari Kiara.

"Nona Kiara. Tuan kami memang sengaja mengosongkan hotel ini hanya untuk menyambut kedatangan, Nona," jelas David.

 Lagi-lagi  Kiara mengernyit. Mengenai namanya yang tak pernah ia katakan kepada David. Kenapa dia bisa mengetahuinya.

"Aku bukan tamu specialnya kenapa harus mengosongkan seluruh hotel?" gumam Kiara tidak paham. Kiara masih aneh dengan tuan misteriusnya itu.

"Tahu dari mana kamu namaku?" Kiara kembali bertanya. Namun sebelum pertanyaan itu selesai dijawab David.

Lift sudah terbuka. Dan mengharuskan mereka keluar. Kiara langsung mengikuti gerak kaki David.

David masih diam. Hingga akhirnya mereka sampai di kamar peibadi dari Ken.

"Silahkan masuk,  Nona Kiara." Kiara menurut. Lalu diikuti David di belakangnya. Para anak buah David langsung menyebar untuk berjaga-jaga di depan kamar Ken.

"Bos Ken. Nona Kiara sudah berada di sini," ucap David pada seseorang berbadan kekar yang sedang membalikkan tubuhnya menghadap jendela kaca besar.

Kiara merasa tidak asing dengan panggilan David pada tuannya itu. Apa mungkin hanya perasaan Kiara saja?

Bos Ken?  Kenapa, aku merasa tidak asing dengan panggilan itu?

Kiara memutar bola matanya. Memandang sekeliling kamar itu. Sungguh menakjubkan. Kamarnya dulu saja tidak semegah dan seindah kamar hotel ini.

Orang super-duper kaya memang berbeda.

"Hm. Pergi." Tanpa membalikkan tubuhnya. Ken menyuruh asisten pribadinya itu untuk meninggalkan Kiara di sana bersama dirinya.

David membungkukkan badannya. Lalu pergi meninggalkan Kiara yang terlihat bingung dan sedikit ketakutan ditinggal David.

"Eh, kamu mau kemana?!" panggil Kiara cemas. Ingin menghentikan David. Tapi, pintu itu dengan cepat tertutup dan terkunci otomatis.

Kiara menggit bibir bawahnya untuk menghilangkan perasaan takutnya saat ini. Kiara menundukkan pandangannya. Kiara benar-benar ketakutan.

Seluruh kebahagian Kiara kini telah hancur. Kiara sudah tidak bisa lagi menjadi nona manja dari keluarga Mauren.

Kiara sudah pasrah. Kiara sudah tidak seperti dulu lagi. Hidupnya telah berada di tangan Ken.

"Duduklah dulu," perintah Ken dengan posisi dirinya yang belum berubah.

Kiara menurut. Tubuhnya langsung terduduk di sofa besar milik Ken.

"Tu--tuan Ken, terima kasih," Kiara mengucapkan rasa terima kasihnya atas belas kasihan Ken terhadapnya.

Entah apa jadinya, jika Kiara dibeli oleh sembarang orang. Meskipun Kiara belum tahu seorang Ken seperti apa.

Ken dengan baju kimono besar yang terlihat sangat cocok di tubuh kekarnya itu langsung membalikkan tubuhnya.

Ken menatap tubuh Kiara yang terlihat sangat ketakutan padanya. "Jangan berterima kasih dulu. Aku membelimu bukan dengan cuma-cuma. Kamu harus mengganti uangku."

Kiara mendongak. Lalu mengangguk pelan. Kiara pikir dirinya akan dipekerjakan Ken untuk membalas jasa Ken padanya. Sehingga Kiara mengiyakan perkataan Ken.

"Aku harus membayarnya dengan apa, Tuan? Apa aku harus bekerja untukmu?" tanya Kiara.

 Ken dengan cepat melempar satu map berisi perjanjian dan pernikahan kontrak yang telah ia rencanakan sebelumnya di atas meja.

"Baca, lalu tanda tangani." Ken mendudukkan dirinya di depan Kiara. Posisi mereka berhadap-hadapan.

Tidak henti-hentinya mata tajam Ken memandang wajah cantik Kiara. Ken seakan terhipnotis dengan segala apa yang ada di hadapannya saat ini.

Bukan hanya matanya yang terpesona akan kecantikan dan keindahan tubuh Kiara. Area sensitif Ken seakan bereaksi lebih hanya karena melihat Kiara.

Nona dari keluarga Mauren ini sangat menarik. Kiara.

Kiara mengambil berkas yang diberikan Ken. Lalu membaca sedatil mungkin. Kiara mengernyit. Saat membaca perjanjian untuk pernikahan kontrak dengan pria di hadapannya itu.

"Pernikahan kontrak? Aku tidak bisa, Tuan. Aku sudah mempunyai calon suami."

"Aku bisa mengganti uangmu dengan bekerja di tempatmu." Kiara berharap tawarannya bisa mengubah isi perjanjian dari Ken.

Tetapi, Ken menggeleng sinis. "Bekerja untukku?" dengan cepat Kiara mengangguk.

"Tanda tangani itu, dan kamu akan menjadi pelayanku." Ken masih kekeh untuk membuat Kiara mendatangani seluruh perjanjian yang ia buat.

Tetapi, Kiara masih saja memikirkan Jino dan pernikahannya yang tertunda.

Kiara belum benar-benar membaca isi perjanjian dari Ken. Kiara membuat dirinya agar bisa terlepas dari pernikahan kontrak yang telah Ken rencanakan padanya.

"Beri aku waktu, Tuan. Aku akan membayar ganti rugi ketika Tuan membeliku," tawar Kiara. Kiara berharap cemas agar tawarannya disetujui oleh Ken.

Entah apa jadinya jika Ken menolak kesepakatan Kiara. Karena hanya ada ide itu yang muncul dalam otak Kiara.

Ken mengulas dagu kekarnya. Matanya memicing kearah Kiara. Kaki yang semula bersila. Kini Ken turunkan.

"Hanya 2 hari. Aku memberimu waktu 2 hari untuk mengganti uangku, 5 triliun." Ken memberikan tawaran kembali. Dan tawaran Ken itu langsung membuat tubuh Kiara terhentak keras.

"A--apa! 5 trilun hanya dalam 2 hari?!" suara Kiara meninggi. Kiara terkejut dengan tawaran yang Ken berikan padanya.

Bagaimana bisa Kiara mengganti uang Ken dengan jumlah yang begitu besar. Bahkan sekarang di kantongnya pun. Hanya ada sarang laba-laba saja.

"Setuju atau tidak. Katakan sekarang."

"Aku setuju."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Sekumpulan Orang Bodoh

    Suasana menegang. Betapa buruknya hubungan antara keponakan dan paman itu. Namun, tak ada yang terkejut, situasi tersebut telah lama menyebar dan menjadi momok gosip di kalangan pebisnis. “Kau tak punya bukti menuduhku, Kiara. Jangan buat mendiang orang tuamu sedih dengan sifat kurang ajarmu itu,” tandasnya, menggeram di sela rahangnya mengeras. Matanya berkilat merah, menahan emosi saat menatap tajam mata berani Kiara yang tak kalah dingin dan mengancam. Kiara terkekeh mengejek. ‘Bocah sialan! Harusnya kubunuh kau sejak awal,’ umpat Vino dalam hati. Ia benar-benar semakin penasaran, seberapa kuat orang di belakang sang keponakan hingga ia begitu berani menantangnya.Kiara mengerjapkan mata tenang. Ingatan ia dikurung di ruang hukuman dan tak urung dibawa sejauh mungkin oleh sopir Vino ketika waktu meeting pemegang saham tiba, membuatnya memainkan pena di sela jari kurusnya, lalu mengetuk keras meja di depan wajah sang paman. Tak!Orang-orang tersentak dengan perilaku tak sopan Kia

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Aku Ada di Belakangmu (Ken)

    “Sayang!”Kiara menghela napas karna panggilan itu. “Apa lagi, Ken?” jawabnya dengan mata memutar malas, saat tangan Kiara telah memegang gagang pintu mobil, dan mendorongnya.Ken tertawa puas mendengar kekesalan dalam nada suara sang istri. “Kau lupa sesuatu,” katanya sambil tersenyum nakal. Matanya bergerak, memeriksa tubuh, lalu melirik tas jinjing. Kening Kiara mengernyit bingung, “Tak ada. Sepertinya aku tak meninggalkan apa pun di kantormu Mas ... aakhh!”Kiara menjerit tertahan saat salah satu tangannya ditarik dari belakang, membuat ia jatuh di pangkuan Ken dan punggungnya tersentak dada bidang lelaki itu.“Apa-apaan sih kamu, Mas?” sembur kesal Kiara dengan napas sedikit terengah-engah. Ia memukuli lengan Ken.“Sudah kubilang kau melupakan sesuatu kan?” bisik Ken di tengkuk putih dalam Kiara, yang terlihat warna kemerahan bekas gigitan Ken.Napas Kiara tercekat. Matanya melebar dengan leher menggeliat geli ketika napas hangat Ken mulai mengendus bulu halusnya. Lengan kekar K

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Kesombongan Vino

    Ken seakan tidak ada habisnya mengulang kegiatan panas mereka. Pria tampan itu mengingkari janji untuk yang satu ini.Sedangkan Kiara masih tergulai lemas di tempat tidur kantor Ken.Kiara sedikit mengerjapkan kelopak matanya mengintip bayangan pria yang masih setiap menatap wajah cantiknya."Istriku sudah bangun ... Aku harus mengucapkan apa sekarang? Selamat pagi atau terima kasih?" goda Ken.Kiara mencebikkan bibirnya. Tangannya langsung terangkat ke atas, menutup wajah tampan Ken."Kamu selalu saja tidak punya malu," balas Kiara kesal. "Lihatlah wajah mesummu itu. Kamu hampir membuatku lumpuh hari ini," sambung Kiara lagi.CupcupcupcupKen mencium bertubi-tubi buku tangan Kiara dengan gemas, hingga pemiliknya menarik kembali tangan itu."Aku mesum hanya dengan istriku. Mana bisa wajah t

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Suami Manja

    Kiara memutar tubuhnya di depan cermin besar.Senyumnya terukir begitu cantik. Ia bahkan memuji dirinya sendiri yang memang sangatlah cantik memakai setelahn formal dengan rambut curly-nya.“Cantik banget sih aku,” pujinya di depan cermin.Jika cermin itu dapat berbicara, mungkin saja bibirnya tak akan lelah menimpali pujian untuk sang Nyonya.Kiara mengambil salah satu koleksi tas bermerek yang sengaja dibelikan Ken.Kira memang sangat dimanjakan oleh pria tampan itu, yang kini telah menjelma menjadi suami sah Kiara hampir 10 bulan.Waktu yang benar-benar tidak Kiara sangka. Pernikahan atas dasar perjanjian jual-beli itu menghasilkan cinta yang tak pernah Kiara pahami akan secepat ini.Ken Ardinanata, aku sangat mencintaimu.Kiara mulai mengayunkan langkahnya menuruni anak tangga untuk menghampir

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Aku Akan Menemanimu (Ken)

    Ken, semakin menempel dengan Kiara hari demi hari. Seakan dia adalah permen karet.Ken benar-benar tidak mau melepaskan Kiara walaupun hanya sedetik saja.Pagi ini Ken harusnya menghadiri meeting intern perusahaannya. Tapi, lagi-lagi magnet Kiara begitu menyerap dirinya untuk tidak berkutik dalam pelukan Kiara."Mas, ayo bangun dong! Nggak kerja emang?" tanya Kiara yang semakin terbiasa dengan kemanjaan suaminya itu.Ken masih memejam. Ia semakin kuat memeluk Kiara. "Aku Bossnya. Aku bisa masuk kapan pun aku mau, Sayang."Kiara mengulas lembut rambut Ken dari belakang, seraya membalas perkataan Ken, "Jangan seperti itu, Mas. Kamu harus menjadi contoh dari bawahanmu."Ken hanya berdehem, lalu mendongakkan wajahnya. "Baiklah Nyonya Ardinanata," jawab Ken yang langsung dibalas Kiara dengan cub

  • Dijual Pamanku Menjadi Istri CEO   Harus Minum Jamu (Ken)

    Mentari bersinar terang. Pagi ini semua dimulai dengan senyum yang merekah.Termasuk dengan Ken, yang pagi ini sengaja memboloskan diri, karena pertempurannya harus menyita kekuatan dan waktunya.Tapi, itu tidak masalah. Ken adalah pria perkasa. Ia bahkan mampu melayani istrinya hingga matahari esok.Namun, nyatanya Kiara lah yang tidak akan mampu melayani suaminya jika seperti itu."Pagi, Mah, Pah!" sapa Ken yang sudah duduk di kursi meja makannya."Pagi, Adikku!" sambung Ken kembali dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.Gea melongo. Apa yang ia dengar, dan apa yang ia lihat sama sekali bukan seperti Kakaknya.Ken sangat berbeda.Begitupula dengan Fredi dan Linda yang ikut menatap putranya tak percaya. Sifat angku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status