Masukจ้าวเว่ยเว่ยหมอสาวยอดอัจฉริยะแห่งยุค2024วันหนึ่งชะตาชีวิตของเธอพลิกผันเมื่อเธอซื้อกระจกเก่าๆจากร้านขายของโบราณและทำมันบาดมือจากนั้นมีเสียงดังขึ้นมาว่า'นายหญิง.พรใดอันประเสริญจงเป็นของท่าน'..
Lihat lebih banyak“Kau tahu, kecerdasan itu diturunkan dari ibunya?”
Lila mengangguk mengiyakan ucapan Sekar, ibu mertuanya. “Itu sebabnya mama memilihmu untuk menjadi istri Sean, untuk melahirkan keturunan-keturunan yang cerdas bagi keluarga Wismoyojati.” Dahulu Lila adalah salah satu mahasiswa pintar yang mendapatkan beasiswa dari perusahaan Wismoyojati. Saat magang di perusahaan itu, Lila menunjukkan kinerja yang sangat baik, hingga membuat Sekar begitu tertarik kepada dirinya. Bahkan untuk bisa mendapatkan dirinya saat itu, Sekar membanjiri keluarga Lila dengan begitu banyak hadiah, agar Lila bersedia menikah dengan Sean, putra tunggalnya. “Tapi setelah mama pikir-pikir, setelah dua tahun pernikahan kalian, apa gunanya memiliki menantu yang cerdas kalau ternyata mandul?” Lila menunduk menyembunyikan kegetiran hatinya. Setelah dilambungkan setinggi langit, lalu dijatuhkan hingga hancur berantakan. “Sean adalah pewaris tunggal di keluarga Wismoyojati, apa jadinya jika dia tidak memiliki keturunan?” tanya Sekar dengan tatap mata yang tajam. “Keluarga ini butuh penerus, bukan hanya untuk meneruskan trah Wismoyojati, tetapi juga untuk melanjutkan kepemimpinan di perusahaan. Jika kamu tidak bisa memberi keturunan maka pilihanmu hanya dua, cerai atau poligami.” Berulang kali Lila menghela napas dalam-dalam berusaha untuk menenangkan hatinya, menata hatinya yang hancur dan berdarah-darah. Lila hanya bisa diam tidak tahu harus memberi tanggapan apa lagi terhadap ucapan ibu mertuanya. Keheningan merambat membuat suasana terasa sangat mencekam. Hingga suara langkah kaki mengalihkan perhatian pasangan mertua dan menantu tersebut. “Maaf, saya terlambat,” ucap Sean sambil menghampiri Lila, kecupan singkat dia labuhkan ke kening istrinya. “Meetingnya baru selesai.” Sean mengambil posisi duduk tepat di samping Lila, menunjukkan keharmonisan rumah tangganya di hadapan Sekar. “Kalian berdua sibuk kerja, terus kapan mau beri mama cucu?” tanya Sekar dengan nada kesal. Bukan hanya karena banyak temannya yang sudah memiliki cucu, tetapi ada kebutuhan yang mendesak yang berhubungan dengan keberlanjutan perusahaan keluarga Wismoyojati. “Lagi on process, Ma,” sahut Sean sambil mengalihkan pandangan ke arah Lila yang menundukkan kepala, lalu dia meraih tangan Lila dan menggenggamnya dengan erat. Bukan untuk berbagi beban, tetapi untuk menyempurnakan sandiwara. “Prosas-proses, dari dulu proses terus nggak jadi-jadi. Kalau memang ladangnya tidak subur, mungkin bisa mencoba cari ladang lain.” Sean tersenyum tipis mendengar kalimat kiasan dari sang mama, sementara Lila tetap diam, merasa tidak berguna. Sekar bangkit dari duduknya lalu. “Sudah waktunya makan siang,” ucap Sekar sambil melangkah menuju ke ruang makan. Lila dan Sean mengikuti di belakang. Mereka menikmati makan siang dalam suasana yang hening. Lila tampak tidak berselera dengan hidangan di depan matanya. Ucapan Sekar sampai saat ini masih terngiang di benaknya, menyita konsentrasi dan fokus berpikirnya. Setelah selesai makan siang bersama, Lila dan Sean harus kembali ke kantor masing-masing. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil Sean, mengisi waktu dengan obrolan ringan. “Tadi ngobrol apa saja sama mama?” tanya Sean dengan nada dingin dan datar. “Biasa,” jawab singkat Lila, terlihat enggan untuk membahasnya. “Masalah cucu lagi?” Sikap diam Lila diartikan ‘ya’ oleh Sean. “Kamu ngomong apa?” tanya Sean Lagi. Lila menggelengkan kepala. “Tidak ada, aku hanya mendengarkan saja.” Sean melirik Lila dan berkata dengan tenang. “Dulu mama memiilih kamu karena kepintaranmu.” Lila mengalihkan pandangan ke samping, melihat bahu jalanan sambil menyeka air matanya. Pujian Sean justru terdengar layaknya hinaan. Lila sadar, keberadaannya di keluarga Wismoyojati karena Sekar yang menginginkan dirinya sebagai menantu, bukan Sean yang ingin memperistri dirinya. Sampai dua tahun usia pernikahan, hubungan mereka tetap kaku tidak ada kemajuan berarti, terlihat hangat dan romantis hanya di depan Sekar dan publik saja. Terdengar suara dering ponsel Sean. Mata Lila sempat menangkap nama Bella tertulis di layar ponsel Sean. Lila tahu, Bella adalah sekretaris Sean, sosok wanita yang lebih banyak membersamai Sean daripada dia, istrinya. “OK, aku jemput kamu,” ucap Sean saat berbicara melalui ponselnya, tanpa mempedulikan perasaan Lila. Sean segera meletakkan ponsel ke tempat semula. Pandangannya langsung teralihkan ke Lila yang duduk di sampingnya. “Setelah ini aku ada meeting dengan klien, jadi tidak bisa mengantarmu kembali ke kantor.” Lila hanya mengangguk lemah, dia hanya bisa menerima semua perbuatan Sean. “Aku bisa pesan taksi.” Tidak ada gunanya bersikap manja di hadapan Sean, karena tidak akan berhasil menarik perhatiannya sama sekali. Seputus asa itu Lila menghadapi Sean dan menjalani pernikahan ini. Sean menghentikan mobilnya di depan sebuah restaurant mewah. Tampak di sana Bella sudah menunggu, sekretaris cantik dan seksi yang selalu menemani suaminya. Tanpa banyak bicara dan pamitan, Lila segera keluar dari mobilnya. “Selamat siang, Bu Lila,” sapa Bella dengan ramah. “Siang,” balas Lila dengan seulas senyum di bibirnya. Bella pun segera memasuki mobil mewah milik Sean, dan duduk di posisi yang sebelumnya diduduki oleh Lila, di samping Sean. Cemburu, marah? Lila hanya bisa menebalkan hatinya, sudah biasa dia merasakan pengabaian dari Sean. Rasa putus asa mulai menyergap dalam hati, mungkin mengakhiri pernikahan ini adalah jalan terbaik untuk masa depannya, untuk kebahagiaannya. *** Malam merangkak semakin larut. Sebelum tidur Lila memeriksa beberapa email yang masuk, sebagai persiapan esok hari. Suara pintu kamar yang ketuk mengalihkan perhatian Lila. Sudah pasti itu Sean, karena mereka tinggal berdua di apartemen, terpisah dari Sekar. Lila terkejut melihat Sean berdiri di depan pintu dengan penampilan yang berantakan dan sorot mata yang tajam. Tampaknya dia baru saja menjalani hari yang berat. “Aku pusing.” Lila meneguk ludah dengan kasar, sudah tahu dan hafal apa yang diinginkan suaminya jika sudah berbicara seperti itu. Lila membuka pintu lebih lebar, memberi jalan kepada Sean untuk memasuki kamarnya. Setelah Sean sudah masuk, dengan perlahan Lila menutup pintu. Dia ingin menenangkan dirinya barang sejenak, sebelum menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Sean membuang jasnya sembarang, lalu pandangan kembali tertuju kepada Lila. Tidak sabar, Sean segera menghampiri istrinya. “Lamban!” Sean mendorong pintu dengan kedua lengan yang mengungkung tubuh Lila. Semilir hangat hembusan napas menyapa leher Lila, membuatnya mendesah gelisah diambang kepasrahan. Suara yang tidak sengaja lolos dari bibir Lila layaknya bensin yang membakar gairah Sean. Sean membalik tubuh Lila. Kini mereka dalam posisi saling berhadapan, hingga membuat Sean dengan mudah meraup rakus bibir ranum Lila. Sungguh tidak sabar, Sean segera mengangkat tubuh Lila menuju ke peraduan mereka. Seperti biasa, Sean bukanlah pria yang egois di atas ranjang, dia akan memberi kesempatan kepada Lila untuk mencari kepuasannya sendiri, dengan bergerak liar di atas tubuhnya. Hingga saat Sean merasa harus kembali mengambil alih kendali, dia mengubah posisi membuat Lila berada dibawahnya. Suara desah dan erangan bersahutan, peluh pun bercucuran. Perburuan kenikmatan itu telah hampir mencapai puncaknya. Kembali Lila harus menelan kekecewaan. Saat pekik kenikmatan itu tidak tertahan lagi, ternyata harus dibarengi dengan lelehan air mata, kala Lila merasakan cairan kental menumbuk dagunya. Jika pada saat awal pernikahan, Lila bisa menerima sikap Sean sebagai upaya untuk menunda memiliki momongan, tentu tidak dengan sekarang. Setelah dua tahun pernikahan, Sean tetap sama. Setiap kali melakukan hubungan suami istri, Sean selalu menggunakan pengaman. Jika dia sampai lupa, maka Sean akan membuangnya di luar seperti yang baru saja dia lakukan. Lila merasa betapa tidak berharga tubuhnya. Sean tidak pernah memperlakukan dirinya selayaknya seorang istri, tetapi hanya sebagai pelampiasan hasrat biologisnya saja.ตอนพิเศษ บทส่งท้าย ท่านราชครูหวังหย่งเล่อหลังพิธีแต่งงานของคุณชายหวังหย่งเล่อและเฟิงมิ่งจู่ผ่านมา 6 เดือน ตอนนี้อีกไม่กี่วันก็จะเป็นวันปีใหม่เช้าวันที่หนาวเหน็บหิมะตกโปรยปรายบรรยากาศเหมาะสมกับการเฉลิมฉลองเป็นอย่างยิ่งและอีก 2 วันก็จะถึงวันปีใหม่แล้ว จวนเฟิงตอนนี้ถือได้ว่าคึกคักขึ้นมาไม่น้อย เพราะตั้งแต่ที่เฟิงฮองเฮาแต่งออกไปที่แคว้นต้าเจียง บรรดาคนไข้ต่างๆ ก็ลดลงมากทำให้จวนเฟิงไม่ค่อยได้รับแขกที่เป็นคนไข้อีกแล้ว แต่ทว่าบ้านพักฟื้นนั้นกลับไม่เคยว่างเลยก็ว่าได้ มันถูกจองเต็มกันข้ามปีกันเลยทีเดียว จนเฟิงฮองเฮานั้นชักจะสงสัยแล้วว่าที่นางทำนั้นคือ บ้านพักตากอากาศหรือสถานพักฟื้นสำหรับคนป่วยกันแน่ ส่วนเรื่องความวุ่นวายที่เริ่มกลับมาที่จวนเฟิงอีกครั้งนั้นมาจากสาเหตุนี้เรื่องแรกคือท่านหวังหย่งเล่อที่มีศักดิ์เป็นพ่อต่อขององค์ฮ่องเต้แคว้นต้าเจียง ได้รับการแต่งตั้งให้เป็นราชครูของไท่จื่อของแคว้นต้าหมิงนั้นเอง เขาได้กลายเป็นขุนนางใหญ่ของต้าหมิงมีหน้าที่ประสิทธิ์ประสาทวิชาความรู้ที่เขามีให้กับองค์ไท่จื่อ โดยเฉพาะด้านวรยุทธ์ที่สูงส่งของเขาและกาพย์กลอน แต่ในด้านการเข้าสังคมนั้นองค์ฮ่องเต้หยางเฟยหล
บทที่ 116 ตอนพิเศษ...คืนเข้าหอมีค่าดั่งทองพันชั่ง (ท่านพ่อท่านแม่)ภายในห้องหอที่ประดับประดาด้วยดอกไม้สีชมพูอ่อนระเรื่อ แสงเทียนระยิบระยับส่องกระทบกับผนังสีทองอร่าม กลิ่นหอมอ่อนๆ ของดอกไม้และน้ำมันหอมระเหยอบอวลไปทั่วห้องเฟิงมิ่งจู่นั่งก้มอยู่บนเตียงที่ประดับตกแต่งเอาไว้อย่างประณีตสวยงามสมกับเป็นเตียงของบ่าวสาว สีแดงที่ตัดเย็บอย่างประณีตและสวยงามอลังการสมกับเป็นชุดแต่งงานของคู่รักคู่ครองที่เคยอยู่ร่วมกันมานานปี นางกำลังรอให้เจ้าบ่าว หวังหย่งเล่อของนางที่ตอนนี้กำลังยกดื่มสุราอยู่กับเหล่าขุนนาง ญาติพี่น้องและเพื่อนฝูงเดินเข้ามา ในขณะนั้นข้างกายของเฟิงมิ่งจู่นั้นมีบ่าวรับใช่ขั้นหนึ่งที่หวังฮูหยินส่งมาเพื่อดูแลและแนะนำพิธีการต่างๆ อยู่ต้องทราบว่าก่อนหน้านี้ที่ทั้งสองแต่งงานกันนั้นพวกเขาทำด้วยความรีบร้อนและไม่ได้มีพิธีการใดๆ เลยนอกจากกราบไหว้ฟ้าดินกันสองคน เพราะครอบครัวจ้าวนั้นไม่เห็นด้วยกับการแต่งงานของพวกเขา มาตอนนี้หวังหย่งเล่อนั้นต้องการที่จะทำทุกอย่างให้ถูกต้องตามประเพณีทั้งหมดไม่ให้ขาดแม้แต่ขั้นตอนเดียว เขาบอกกับทุกคนว่านี่เป็นวิธีการบอกรักและให้เกียรติฮูหยินของเขาอย่างหนึ่ง ซึ่งทุก
บทที่ 114 ตอนพิเศษ 3 คิดถึงเหลือเกิน..ที่รักของข้าหลังพิธีแต่งงานอันยิ่งใหญ่ของทั้งสองแคว้นผ่านไปชีวิตผู้คนทั้งสองแคว้นต่างก็อยู่กันอย่างปรกติสุข เพราะทั้งสองแคว้นนั้นต่างก็ช่วยเหลือและพึ่งพาอาศัยกัน ตอนนี้ราคาของเกลือและน้ำตาลนั้นลดลงมาเป็นอย่างมากแล้ว เพราะการผลิตที่เข้มงวดและเพิ่มกำลังออกมาเต็มที่ เพื่อให้ประชาชนของทั้งสองแคว้นได้มีสินค้าที่ดีและมีคุณภาพและราคายุติธรรมออกมาขาย ประชาชนจึงพออกพอใจการบริหารและดูแลพวกเขามาก ตอนนี้ไม่ว่าจะไปทางไหนก็มีแต่คนยกย่องสรรเสริญฮ่องเต้และราชวงค์ ไม่ว่าพวกเขาเดินทางไปทางไหนผู้คนก็จะทรงพระเจริญไปทั่ว เหล่าราชวงค์ พระสนมนางในต่างก็มีความสุขกันทั่วหน้าด้วยเช่นกัน เพราะว่าตอนนี้การเงิน การทอง และเบี้ยหวัดของพวกนางนั้นฮ่องเต็ได้เพิ่มให้มาขึ้นแล้ว ตอนนี้พวกนางสามารถซื้อครีม ซื้อกระเป๋ารองเท้าตามแบบเว่ยฮองเฮาได้แล้วไม่ว่านางจะออกแบบสิ่งที่เว่ยฮองเฮาเรียกว่า คอลเลกชั่น ออกมากี่คอลเลกชั่นพวกนางก็สามารถสั่งซื้อได้ทันที ความสุขจึงได้เกิดขึ้นภายในวังมังกรของฮ่องเต้หยางเฟยหลงแล้วแต่ทว่าสิ่งเหล่านั้นหาได้เกิดขึ้นกับวังหลงหว่างฝู่ ของชินอ๋องอย่างสิ้นเชิง เวล
ตอนที่ 113 ตอนพิเศษ2 ฮันนีมูนที่ปารีสดึกดื่นคืนหนึ่งภายใต้แสงจันทร์นวลฉายแสงระยิบระยับลงบนผิวน้ำใสของทะเลสาบหูซีอันเลื่องชื่อบรรยากาศเงียบสงบ ไร้เสียงรบกวนเหลือเพียงเสียงคลื่นกระทบฝั่งแผ่วเบาฮ่องเต้ฉู่อี้เทียนที่ทรงว่างจากภาระงานราชการพระองค์เอ่ยชวนเฟิงฮองเฮาอันเป็นที่รักกลับมาที่แคว้นต้าหมิง โดยทิ้งเหล่าองค์ชายและองค์หญิงให้กับทางแม่ยายและพ่อตาดูแล ฮ่องเต้ฉู่อี้เทียนทรงจับมือเฟิงฮองเฮาสุดที่รัก พาท่านล่องเรือไม้ลำน้อยออกสู่กลางทะเลสาบ สายลมเย็นพัดโชยมาแตะใบหน้า กลิ่นหอมของดอกไม้ป่าโชยมาตามสายลม บรรยากาศโรแมนติกโอบล้อม ฉู่อี้เทียนที่มีเฟิงฮองเฮาอิงแอบอยู่ในอ้อมแขน เขาก้มลงมองนางด้วยสายตาที่เต็มไปด้วยความรัก ทรงเอ่ยขึ้นว่า"คืนนี้น้องหญิงช่างงดงามเหลือเกิน" ก่อนจะจุมพิตลงบนผมที่มีกลิ่นหอมของดอกกุหลาบอ่อนๆ ของนางเฟิงฮองเฮาเงยหน้าขึ้นมา นางยื่นหน้าขึ้นมาจูบที่คางของเขาเบาๆ และยิ้มอย่างอ่อนหวาน ก่อนจะเอ่ยตอบว่า“ท่านพี่ก็เช่นกัน คืนนี้ท่านดูหล่อเหลาเป็นพิเศษข้าชอบ”พูดเสร็จก็ยื่นหน้าไปจุมพิตเขาอีก 2 ทีฉู่อี้เทียนยิ้มทรงโอบไหล่เฟิงฮองเฮาเข้าไว้เขาค่อยๆ ถอนหายใจออกมาอย่างมีความสุข และ
บทที่ 53 การแข่งขันบทกวี“แปลงโฉมเช่นนั้นรึ” หวังเทียนซานเอ่ยถามนายทหารคนสนิทที่วันนี้เขาส่งให้ตามไปดูแลครอบครัวของนางทั้งวัน แน่นอนว่าเขามีเหตุผลที่ส่งคนสนิทไป เพราะว่าจะได้สังเกตดูเจ้าเม่ยว่าจริงๆ แล้วนางเป็นคนเช่นไรนั้นเอง แต่เมื่อจางเซี่ยโหย่วกลับมาเล่าให้เขาฟังปรากฏว่าตอนนี้นางไม่แม้แต่จะใช้ร
บทที่ 113 ตอนพิเศษ 1 CPR มิใช่การจุมพิตแต่เป็นการช่วยชีวิต“เพี๊ยะ!”ใบหน้าอันหล่อเหลาของคุณชายถงเจี้ยนหลานหันไปตาแรงตบของฝ่ามือเล็กๆ นั้น เขาค่อยๆ หันหน้ากลับมาและมองมือเล็กที่ยังคงเปียกชื้นอยู่ ซึ่งตอนนี้มันแดงก่ำเพราะการใช้กำลัง และแน่นอนบนใบหน้าของเขาก็ปรากฎรอยแดงขึ้นมาทันทีเช่นกัน“เจ้า..เจ้า
บทที่ 110 ผ่านพ้นหายนะครั้งใหญ่วันเวลาผันผ่านไปไวราวกับสายลมพัด แคว้นต้าหมิงหลังจากเผชิญหน้ากับฤดูฝนที่ยาวนานและโหดร้าย ก็ต้องพบกับภัยแล้งที่จวิ่นจู่เคยเอ่ยเตือนเอาไว้จริงๆ อย่างไรก็ตาม ด้วยความที่แคว้นต้าหมิงได้เตรียมการรับมือไว้ตั้งแต่เนิ่นๆ ทั้งจากการให้ความช่วยเหลือจากแคว้นต้าเจียง ทำให้พวกเขา
บทที่ 112 การจากลา (จบ)พิธีแต่งงานระหว่างสองแคว้น ต้าเจียงและต้าหมิง จัดขึ้นอย่างยิ่งใหญ่สมเกียรติ ด้วยการเฉลิมฉลองที่ยาวนานถึง 7 วัน 7 คืน ประชาชนต่างมาร่วมแสดงความยินดีอย่างล้นหลาม สร้างความชื่นมื่นทั่วทั้งแคว้นต้าเจียง นับเป็นงานสมรสที่ยิ่งใหญ่และทรงเกียรติที่สุดในยุคสมัยสามเดือนผ่านไป ภายในพร





![[Unlimited Money] ระบบเงินทุนไร้ขีดจำกัด](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
Ulasan-ulasan