国宝級イケメンの華道家は、最愛妻への情愛が抑えられない。

国宝級イケメンの華道家は、最愛妻への情愛が抑えられない。

last updateÚltima atualização : 2025-05-12
Por:  伊桜らなCompleto
Idioma: Japanese
goodnovel18goodnovel
10
1 classificação. 1 avaliação
17Capítulos
13.3Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

 日本舞踊家の家に生まれ、自身も師範を持つ百合乃は日本舞踊家として指導をしたりして充実した毎日を送っていた。ある日、父からお見合い話をされ顔合わせすることになる。顔合わせ当日、やってきたのは亡くなった姉と婚約者だったイケメン華道家・月森流家元の月森郁斗だった。  

Ver mais

Capítulo 1

1.千曲流日本舞踊家・千曲鳳翠

Di rumah sakit.

Renee Witansa berdiri di depan layar televisi besar, menggenggam erat hasil pemeriksaan yang baru saja dia dapatkan. Hasilnya menunjukkan ... gangguan pendengarannya bukan hanya tidak membaik sedikit pun, malah menjadi lebih parah dari sebelumnya.

Berbeda dengan dirinya yang terdiam membeku, di layar besar televisi itu, seorang wanita tengah duduk di atas panggung berlampu indah, memainkan piano dengan lembut. Setiap gerakannya memancarkan keanggunan, kecerdasan, dan pesona yang memukau ....

Sementara itu, pria yang duduk di barisan penonton adalah suaminya, Arvin Suryana.

Tiga tahun sudah mereka menikah. Namun, ini pertama kalinya Renee melihat tatapan penuh cinta seperti itu di mata Arvin, yang bukan ditujukan padanya. Hatinya seperti jatuh ke dasar jurang.

Di telinganya, ibunya, Ferawati, terus-menerus memarahi, "Kenapa bisa makin parah? Kamu nggak minum obat tepat waktu ya? Atau nggak menjalani terapi dengan benar?"

"Cinta sejati Arvin sudah terang-terangan muncul di depanmu, tapi kamu masih nggak punya rasa waspada? Kalau kamu terus begini, Keluarga Suryana cepat atau lambat bakal mengusirmu keluar rumah!"

"Kalau kamu bercerai dengan Arvin, gimana nasib Keluarga Witansa? Gimana dengan ayahmu? Kenapa diam saja?" Ferawati mendorong bahu Renee.

Renee hanya bisa berucap dengan kaku, "Maaf, Ibu .... Aku sudah mengecewakan Ibu."

"Aku nggak butuh kata maaf, aku butuh kamu sembuh! Pertahankan posisimu sebagai Nyonya Suryana!"

"Tapi aku sudah berusaha keras ...."

Dia sudah minum obat setiap hari sesuai resep dokter. Dia juga sudah melakukan semua terapi dengan tekun. Namun, pendengarannya tetap tak membaik, malah semakin menurun.

Sementara Arvin semakin kejam dan cinta sejatinya justru semakin bersinar. Apa lagi yang bisa dia lakukan?

Acara di televisi berganti menayangkan wawancara di belakang panggung. Sekelompok wartawan tengah mengelilingi Nissa.

"Bu Nissa, bolehkah kami tahu alasan Anda kembali ke tanah air kali ini?"

Di bawah sorotan lampu kamera, Nissa tersenyum manis. "Untuk seseorang, juga untuk menebus penyesalan hidupku."

Renee dan Ferawati sama-sama tahu siapa orang yang dimaksud. Ferawati marah besar, memaki Nissa habis-habisan sebagai perempuan murahan. Selesai memaki, dia mulai menekan anaknya.

"Wanita nggak tahu malu! Aku harus minta dokter menambah dosis obatmu biar pendengaranmu cepat sembuh!"

Renee ingin bilang semua itu percuma. Karena hati Arvin memang tak pernah untuknya. Bukan hanya karena dia memiliki gangguan pendengaran, tetapi karena sejak awal Arvin memang tidak pernah berniat menikahinya.

Namun, dia tidak mengatakan apa pun.

Renee masih ingat jelas kejadian tiga tahun lalu, ketika dia dan Arvin tertangkap basah oleh wartawan di kamar hotel.

Di tengah suara kamera yang bertubi-tubi, Renee hanya bisa menatap dengan tatapan kosong, panik, dan malu. Dia tidak tahu harus bagaimana.

Arvin bersandar dengan santai di kepala ranjang. Sebatang rokok terselip di jarinya. Dia baru berbicara setelah semua wartawan puas mengambil gambar.

"Kalau kalian begitu tertarik dengan urusan ranjangku dengan tunanganku, perlu aku sekalian tunjukkan di sini? Mau lihat?"

Nada suaranya malas, tetapi tekanannya cukup membuat semua orang terdiam. Para wartawan saling memandang, lalu satu per satu pergi.

Setengah jam kemudian, berita tentang pewaris Keluarga Suryana yang berkencan dengan putri Keluarga Witansa yang memiliki penyakit pendengaran pun tersebar di seluruh situs berita besar.

Saat netizen sibuk mentertawakan selera aneh pewaris Keluarga Suryana, Renee justru diseret oleh Arvin ke kamar mandi. Dia ditarik paksa hingga alat bantu dengarnya terlepas dan disiram air dingin dari pancuran.

Tubuhnya gemetar karena kedinginan. Dia tak bisa mendengar apa yang Arvin katakan, tetapi dari ekspresi jijik pria itu, dia tahu kata-kata yang keluar pasti sangat kejam.

Pada akhirnya, dia pun dipulangkan ke rumah orang tuanya seperti sampah.

Hanya saja, meskipun Arvin begitu membencinya, dia tetap tidak bisa menghindari takdir untuk menikah dengannya.

Keluarga Suryana adalah keluarga terpandang. Mereka menjaga reputasi dengan ketat, tidak akan membiarkan rumor seperti "mempermainkan gadis cacat" mencoreng martabat mereka.

Sebulan kemudian, pernikahan Arvin dan Renee dilangsungkan di depan publik.

Renee tahu semua ini adalah rencana ibunya. Dia merasa semuanya begitu konyol. Dia sempat menolak menikah, tetapi ketika keadaan sudah sampai di titik itu. Bahkan Arvin pun tidak punya pilihan, apalagi dirinya?

Sebuah pernikahan terkutuk pun dimulai.

Selama tiga tahun ini, Renee berusaha keras memainkan perannya sebagai istri. Penuh perhatian, lembut, selalu menempatkan diri, berharap ketulusan hatinya bisa menebus kesalahan Keluarga Witansa terhadap Arvin.

Namun, yang dia dapat hanya satu kalimat dingin dari pria itu. "Aku nggak butuh pembantu."

Meskipun begitu, Renee tetap tidak menyerah.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia melewati pasar dan membeli bahan segar seperti biasa, lalu menyiapkan makan malam favorit Arvin.

Menjelang senja, empat hidangan dan satu sup tersaji di meja makan. Namun, Arvin tak kunjung pulang. Renee mengirim pesan menanyakan jam berapa dia akan kembali.

Beberapa saat kemudian, dia hanya menerima balasan empat kata.

[ Malam ini nggak pulang. ]

Dia seharusnya sudah terbiasa, tetapi tetap saja ada rasa kecewa yang menyelinap di hatinya.

Dia makan sendiri, mencuci piring sendiri, lalu mandi dan menelan dua butir obat dosis baru dari dokter. Sebelum tidur, Renee mengirim pesan kepada Rosa, pengasuh di rumah lama.

[ Apa Renji hari ini berperilaku baik? ]

Rosa adalah satu-satunya orang dari Keluarga Suryana yang masih mau berbicara padanya. Setiap kali Renee menanyakan tentang anaknya, Renji akan mengirim video pendek.

Di video itu, Renji yang baru berusia dua tahun tampak begitu lucu, meskipun tubuhnya agak kurus. Melihat tubuh mungil anaknya yang lemah, air mata Renee pun mengalir.

Renji adalah anak yang dia kandung selama sepuluh bulan, tetapi sejak lahir langsung dibawa oleh ibu mertuanya ke rumah lama, dengan alasan seorang perempuan tuli tidak pantas mendidik anak.

Bukan hanya itu, dia bahkan dilarang bertemu anaknya. Setiap kali dia merindukan anaknya hingga hampir gila, dia hanya bisa memohon pada Arvin agar diizinkan mengunjungi rumah lama, sekadar melihat putranya dari jauh.

Jadi, demi anaknya, dia tetap berusaha menyenangkan hati Arvin.

Video itu pendek, tetapi Renee menontonnya berulang-ulang. Sampai akhirnya dia tertidur di sofa sambil memeluk ponsel.

Dalam tidurnya, dia bermimpi berlari di taman bersama Renji. Anak kecil itu tertawa ceria seperti matahari kecil, berlari ke pelukannya sambil berseru manja, "Mama!"

Sebuah adegan sederhana bagi para ibu, tetapi baginya mustahil menjadi nyata. Saat terbangun, pipinya sudah basah oleh air mata.

Renee duduk termangu, sadar bahwa hari sudah pagi. Dari kamar mandi terdengar suara air. Mungkin Arvin sudah pulang.

Arvin tidak suka sarapan di luar, juga tidak suka terlambat ke kantor. Renee pun melihat jam, lalu segera mandi dan bersiap. Kemudian, dia turun ke dapur untuk membuat sarapan.

Arvin sangat pemilih soal makanan, tetapi Renee tahu betul seleranya. Bubur udang sederhana dan bergizi menguarkan aroma harum ke seluruh ruangan.

Waktunya pun pas, tepat pukul 7 pagi. Arvin turun dari lantai dua, mengenakan setelan rapi. Posturnya tegak, wajahnya tampan.

Cahaya pagi menyorot wajah tegasnya, membuatnya tampak berkilau seperti diselimuti emas, juga memancarkan aura seseorang yang berkuasa dan tak bisa dilawan Namun, tatapannya pada Renee sedingin es.
Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

avaliações

蘇枋美郷
蘇枋美郷
幸せなお話が読みたくて選択。タグでハッピーエンドだと分かっていたけど、もどかしい場面も多く、穏やかな2人が少しずつ歩み寄り、元々思い合っていたお互いの気持ちが通じ合った時の幸福感を一緒に味わわせてもらった。 花言葉で伝えるのも素敵だった...(*^^*)
2025-08-22 11:52:55
4
0
17 Capítulos
1.千曲流日本舞踊家・千曲鳳翠
 稽古着であるお気に入りである芥子色の着物を来て帯を締める。建物内にある【お稽古室・桜】という稽古部屋に入ると荷物を置いた。「……よし、やるか」 スマホの音楽アプリに登録してある曲【藤娘】をタップしてスピーカー機能のある機械にセットすれば、いつもと同じ三味線の音が聞こえ『津の国の――』と唄が始まり踊り始めた。 この長唄である藤娘は、日本舞踊といえば藤娘(これ)!と言われるくらい有名な曲であり藤の花の精が娘の姿で現れて女心を踊る作品のこれは私の大好きな曲だ。 部屋のドアが勢いよく開く。踊り始めたばかりだが、音楽を停止させる。「百合乃、邪魔するよー」「……慶翠(けいすい)さま、返事してないです。言ってください」「どうせ言っても聞こえないだろ? それに慶翠とか他人行儀はやめろよ。お兄ちゃんだろ?」 私、千曲(ちくま)鳳翠(ほうすい)改め千曲百合乃(ゆりの)は千曲流日本舞踊家の家元の娘で私自身も師範代を持っている。日本舞踊家として門下生もいてキッズ教室と初心者教室も受け持っており指導も行っている。 そして急に現れた男性は千曲慶翠といい、同じ千曲流日本舞踊家で次期家元であり、実の兄だ。「ここは家じゃありませんので、ケジメです。割り切ることは大切ですよ」「堅いなぁ」「堅くて結構です。それよりも何か用事があったのでは?」「あ、そうそう。客だよ、客!」 お客様?私に? 私に尋ねて来るとは誰だろうと、入り口をみると男性が入ってきた。「久しぶりだね、百合ちゃん」「郁斗(ふみと)さん。お久しぶりです。今日は、どうしたんですか?」「仕事の打ち合わせだよ。次の公演でいけばなを担当するからね」 郁斗さんは、月森流華道家であり現在の家元で雅名を月森(つきもり)耀壱(よういち)という。祖母同士が友人で小さい頃から月森流華道を一緒に稽古させてもらっていたので幼なじみのような存在だ。 彼は昨年朝ドラの華道監修をしてからイケメン華道家家元として一躍有名となり雑誌や特集番組に出演依頼もたくさん来ているらしいし、SNSでは『国宝級イケメン華道家』とも言われているくらいに顔が整っているし、声も甘い蜂蜜のようで目が合うだけで好きになっちゃうくらいに麗しく綺麗な青年だ。「それに妃菜乃(ひなの)のお墓参りをしてきたから」「そうなんですね」 彼は懐かしむような、悲しそう
Ler mais
2.縁談話
 私には、『鳳翠』として指導をしているので毎日ではないが稽古日がある。一週間の中で月曜水曜木曜がキッズ教室で、初心者向け教室は火曜金曜土曜とあり門下生は週何回とかは決まっていないが大体が金曜土曜日曜だ。だからほとんどが休みがないように見えるが、キッズも初心者も夕方からなので午前中は休むことができる。 稽古室があるのは千曲流日本舞踊会館の中に三つ棟があってその中の一つで行われる。師範室から移動して稽古室の一つの部屋に向かった。 「――では、お辞儀から始めましょう」 今日は、初心者向け教室の日。初心者教室はいくつかクラスがあり私が担当しているのは趣味としてやっている方々で十人ほどのクラスだ。着物の着付けもあるし礼儀作法も学べるため、人気がある教室で教室が始まってすぐは基本のお辞儀の復習からだ。 日本舞踊の稽古は“礼にはじまり礼に終わる”。基本中の基本であり、踊り中でもお辞儀をすることがあるため大切になる。 扇子を膝の前に置き、背筋を伸ばし肩甲骨をつけ肩を下ろし力を入れず顎を引く。ゆっくりと前に手をつき、一旦止めて挨拶をしながら頭を下げる。その時は肘をなるべくつけて、肘を張りすぎず膝を囲うような形でお辞儀をした。そして、ゆっくりと頭を上げ肘を伸ばした形で止まり一呼吸ついてからゆっくり手を伸ばして最初の形に戻るとお辞儀が終わる。 このお扇子をおくという行為は、“自分と師匠の間に一線を引く”“謙虚な姿勢で踊りを習う”という心の表れと意味がある。たかがお辞儀一回二回と言われるがこのお辞儀が難しいし、今後ステップアップをしていく中で踊りをするときにつまづいてしまうこともあるから私は力を入れている。 お辞儀がある程度できるようになると、次にお扇子の扱い方を学ぶ。扇子は紙と骨と要、なまりで出来ているため上に投げてもなまりが入っているため要から降りてくるようになっている。 扇子は、胸の高さで持ち親骨を一つ開き平らに奥へと広げていく。握り込みで持った扇子を右膝につけ、左手を手前に立てて手のひらで前に閉める――それが扇子の開き方だ。 それからすり足と呼ばれる基本の足の運びを説明をしながら実践してもらう。「姿勢を正しくして腰を入れてから正面へ足を滑らすように足の裏が地面から離れないようにして重心がぶれないように気をつけてね」  すり足が上手くできるようになったら、夏の
Ler mais
3.お見合い
  お見合い当日はとても朝から温かくて気持ちが良く、快晴だった。 そして大安という吉日だから縁起がいい。きっとこの縁談を持ってきたのではないかと思われるお祖母様がこの日を指定したと思う。 「綺麗ね、百合乃ちゃん」 「ありがとう、お祖母様」 早起きした私はパパッと支度をして美容院に送られた。そこで振袖を着て髪をセットされる。編み込みがされている緩い感じのシニヨンは自分ではできない髪型だ。 「……可愛いわね」 そう呟いたお母さんは振袖を見て懐かしむような表情をする。 美容師さんはすごいなぁと思いながら鏡を見ていれば、お父さんがノックをしてピョコっと顔を出した。「百合乃、そろそろ大丈夫か?」「うん、大丈夫だよ」「似合ってるな、母さんの若いときにそっくりだ」「……ありがとう、お父さん」 私は立ち上がると、お父さんとお祖母様と一緒に美容院の前に停めてある車に向かう。運転手がドアを開けてくれて乗り込む。 今日はお留守番らしいお母さんにここで見送られて車は出発した。 美容院からお見合いする場所である【高級寿司・風花(ふうか)】までは三十分かかる。都内から外れた小高い丘にある。 【高級寿司・風花】は、江戸時代から続くお寿司屋で戦前は旧華族や皇族も通う老舗であり、今でも富裕層の方々に人気の高級寿司店だ。それに、一度テレビで特集されたため予約も殺到していて三ヶ月待ちと聞いたことがあるけど……お金を注ぎ込んだのか、それともそれくらい前から話がでていたのか。 到着して車から降りると、そこには立派な門構えがあった。門を潜って玄関に到着すれば、高級旅館を思わせる都心の喧騒を感じさせないどこか神秘的な雰囲気が漂う。 玄関に入れば、仲居が綺麗なお辞儀で出迎えてくれた。「いらっしゃいませ、千曲様。お待ちしておりました」 ここは担当の仲居が付くらしく今日はこの人らしい。「私、ナガヤマと申します。よろしくお願いいたします。では、ご案内しますね」 お見合いをする場所は、奥らしいのでその途中骨董品らしきものが飾られていた。きっと父は価値とかが分かるんだろうなと思うが全くわからない。 個室の手前にあるお手洗いも教えてもらい奥へ進むと、そこには綺麗な華が飾られていた。 確かこれは木瓜とピンポンマムだった気がする。それに、郁斗さんの作風に似てる……?いつだったか、
Ler mais
4.仏前式
 郁斗さんとのお見合いから早いことで半年が経った。私はラグジュアリーホテルとして有名な唐橋リゾートグループの一つホテルKARAHASHlにある一室にいた。「とてもお似合いです、百合乃様」「ありがとうございます」 今日は私と郁斗さんの結婚式が行われる日だ。天気は快晴。いい天気だ。私たちの結婚式はチャペルではなく、お寺で行われる【仏前式】と呼ばれるものだ。   仏前式とは、仏様やご先祖様に結婚の挨拶をして二人巡り会えたご縁に感謝をする儀式であり一度結婚すると来世まで連れ添うという仏教の教えにのって新郎新婦が仏様の前で来世まで結びつきを誓う。そして、その中で【念珠授与】と呼ばれる儀式は結婚の祝いとして白房の数珠を新郎に赤房の数珠を新婦に僧侶が授けるといった特徴的なものがある。「郁斗様がいらっしゃいましたが、通してもよろしいでしょうか?」「はい。どうぞ」 そう言えばスタッフと共に黒紋付き羽織袴を着た郁斗さんが入ってきた。「百合ちゃん、綺麗だよ」「郁斗さん。ありがとうございます……郁斗さんもとても素敵です」 私の花嫁衣装は白無垢で錦織の正絹という天然の絹でできた高級感のある光沢を持ち手触りも滑らかな素材で色は完全の白ではなく少しクリーム色がかかった色味になっている。 柄には吉祥の象徴とされる“松竹梅”や長寿の象徴の“菊”に華やかな“牡丹”に“桜”、番になると一生添い遂げるという風習のある“鶴”や吉兆があるとされる“鳳凰”という金刺繍施されているものだ。 髪型は伝統的なヘアスタイルで頭の上の方で髷を結いいくつもの簪で飾る文金高島田というものだ。日本舞踊でもしたことのある髪型だが、やはり違う感じ……緊張しているからだろうか。化粧も昔ながらの|白粉《おしろい》を水で溶いたものを肌に乗せていく水化粧というものに赤い紅をさしたものだ。「何度も衣装でこんな感じのものを着ているのに、やっぱり違いますね。緊張もあるかもしれないですけど、とても気持ちが昂ってます」  「そうか。俺も和装は慣れていると思っていたのだが、なんだかくすぐったい。だけど、綺麗な百合ちゃんを見せたくはないな」 和装でも座りやすいソファに横並びで座ると、郁斗さんは私の手を握って「今はこれくらいしかできないからね」と指を絡ませた。 何を話すでもなく、そのままでいるとあっという間に時間になった
Ler mais
5.初めての夜
 エレベーターで上に上がり、宿泊する部屋に到着する。さっきは気付かなかったけど、よく見たらとても豪華な部屋だった……というか、フロア貸切ってお金どれだけ使ってるんだろう。「百合ちゃん、座っていてお茶淹れるから」「え、それなら私がします」 この部屋は小さなキッチンがあってお湯が普通に沸かせる。「いいから、座ってて。あ、コーヒーとあるみたい。煎茶と紅茶とコーヒー何がいい?」「そうですね、郁斗さんは何飲みますか?」「俺は今日はコーヒーにしようかなって。少し暑いしアイスを作ろうかなって」「じゃあ、私もコーヒーがいいです」 郁斗さんは「了解」と言ってお湯を沸かし始めた。チラッとそちらを見ればインスタントだと思ったが、ドリッパーにフィルターをセットしていた。「郁斗さん、本格的ですね」「うん。コーヒーがあるの知ってて、ホテル側にドリッパーを準備してもらっていたんだよ」「え、そうなんですか?」 話をしているとお湯が沸いていて、それを止めると彼はドリップポットにお湯を注いだ。「いつもコーヒーはこうやって淹れてるんですか?」「いや、仕事が休みの時だけかな。あとは朝に余裕があれば」「そうなんですね」 コーヒーのドリップが終わり、マグカップにコーヒーが注がれる。それをソファのあるテーブルへと運んでくれた。「……ありがとうございます、いただきます」 「どうぞ、召し上がれ」 湯気が立つマグカップに口をつけ一口飲む。コーヒーの香りと共にフルーティーで爽やかな味が口いっぱいに広がる。「……美味しい、郁斗さん、美味しいです」「良かった。誰かに淹れるのは初めてだったから喜んでもらえてよかったよ」「こんなに美味しいのに……なんだか特別って感じがして嬉しいです」「俺の奥さんなんだから特別だよ」 郁斗さんはそう言いながらコーヒーを飲んでそろそろディナーの予約時間が迫っているからと私に告げる。 私もコーヒーを飲み終わると、ディナーに行くために彼が用意していたレースのバックリボンが可愛いらしい背中開きのワンピースに着替えをした。 準備が終わった郁斗さんと一緒に部屋を出ると、エスコートをされながら最上階の都内が見渡せる夜景の綺麗なレストランへ向かった。ウェイターさんに案内されて個室に入った。  個室は二人の空間になっており、ラグジュアリーな雰囲気もあり緊張し
Ler mais
6. 郁斗side
すやすやと寝息を立てて眠っている彼女はいつもの綺麗で凛々しい表情ではなく、可愛らしい寝顔をしている。思わず髪に触れて撫でてみると、くすぐったかったのか体を歪ませた。その姿が小動物のようで可愛らしい。 ――やっとだ。やっと、彼女が俺の手の中に出来た。 彼女と出会ったのは、俺が高校生で彼女は中学生の頃。 場所は、月森(うち)の家元が使うことが許される稽古室だった。俺は、いつもの日課のように当時の家元である祖母と稽古をしていた。 「郁斗、今日はね千曲家のお嬢様方が来るわよ」 「……千曲家? お祖母様のお友達の?」 「そうよ。妃菜ちゃんと百合ちゃんって言ってね、ずっと頼(らい)の元で稽古していたのだけど私のとこでお稽古してもらうことになったのよ」 頼というのは、お祖母様が1番信頼している師範だ。なのに頼から祖母に来るなんてよっぽど優秀なんだろう。それに、その二人のどちらかと婚約するんだろうと軽く思っていた。 「初めまして。千曲妃菜乃です」 「……はじめまして、千曲百合乃です。よろしくお願いします」 二人はとても似ており、とても瓜二つ。まるで双子のような顔をしていたが、性格は正反対だった。 妃菜乃ちゃんは、俺と同い年で明るく年相応の女の子。昔からかっこいいと持て囃されていたこの顔を見てうっとりとしてその辺の女のような反応を見せた。だが、百合乃ちゃんは大人しくお淑やかな箱入り娘という感じでとても可愛らしかった。 この日はあまり話せずに終わってしまったのだが、その後も稽古で一緒になることがあったが話は出来ずにいた。そんなある時、祖母に誘われて千曲流日本舞踊発表会へと見にいくことになった。 日本舞踊をみるのは初めてだったけど、あの姉妹が出るのだと聞いてとてもワクワクしていた。 二人は家元の娘ということで演目の最後の方だった。  最初に出てきたのは姉の妃菜乃ちゃんの方だ。歌とかはよく分からないのだが、彼女はとても完璧だった。周りの観客もさすがだとか家元の娘だものねだとか言っていて完璧の踊りなのだと理解する。 妃菜乃ちゃんが踊り終われば、舞台は真っ暗になりアナウンスがかかり唄が聞こえだす。そして、一気に舞台が明るくなった。 そこには、美しい天女がいた。 確か妃菜乃と同じ演目だったはずなのに全く違う。全ての動きが洗礼されていて、覚
Ler mais
7.挨拶
朝、温かい朝の空気を感じ目が覚める。ふと時計を見ると、もう九時だった。いつもより一時間以上遅い朝だ。 「あ、百合ちゃん。おはよう、起こしちゃった?」 「いえ、そんなことはないです。起きるの遅くてすみません」 郁斗さんは、もう服を着ていて朝から完璧に出来上がっていた。だから私も準備をしなくてはと思い、起き上がろうとすると少し身体がだるさを感じる。 「百合ちゃん、体は大丈夫?」 「は、はい……少しだるいですけど、大丈夫です」 彼と目線を合わせるのが恥ずかしくて目を逸らす。昨夜のことを思い出してしまいそうで、顔が熱くなる。 「モーニングはルームサービスを頼んでいるんだけど、いつがいいかな?」 「私はいつでも大丈夫です。あ、でも着替えはしたいです」 「じゃあ、十時くらいがいいかな。俺は朝食を頼むから、百合ちゃんは着替えておいで」 私は頷いて彼がここから離れるのを見送り、ベッドの近くに置いてある下着の回収をするために足を床に付けて立ちあがろうとした時、ふらっとバランスを崩しそうになる。すると爽やかなフローラルで甘い上品な香りに包まれる。これは……ネロリの香りかな。 「……っと、大丈夫?」 「ありがとうございますっ、ご迷惑を」 体力はある方だと思っていたのに、こんな腰が抜けちゃうみたいになるなんて。世の夫婦ってすごい。 「昨日は少し浮かれてやりすぎてしまったと反省してるんだ……着替えはカバンにあるんじゃないかと思ってもってきたよ」 「えっ、ありがとうございます。すみません」 私はお礼を言い、カバンを受け取ると鞄の中の上の方に入れていたワンピースを取り出した。 下着を付けてワンピースを着た。パッと着られるワンピースにしておいてよかったと心の底から思いながら着替えをした。 「百合ちゃん、ルームサービスは頼んだからそれまでゆっくりしよう」 そう言って郁斗さんがテレビの電源をつけると、そこに映っていたのはまさかの私たちだ。 昨日の会見と共に私たちの紹介がされている。 こんなに詳しくやらなくても……と思うが、有名な郁斗さんが結婚だもの特集するよね。相手が私で世間が私に対してがっかりしてないといいんだけど。 「どこもかしこも俺たちだね、今日は日曜日だから特集組まれる覚悟はしていたけど」 そう、今日は
Ler mais
8.決意と挨拶
新居から走ること三十分ほどの所に月森家の本家がある。 月森家のお屋敷は、何回か改築されているが築132年ほどで明治十年ごろに建てられた日本家屋だ。本邸と別邸が存在しており、お稽古したりする和室や初生け式などの行事を行う大広間があるのが本邸で、別邸が家元一族が暮らしている家だ。今から向かうのは、別邸である。 「さぁ、百合ちゃん。行こうか」 郁斗さんにエスコートされながら、私は結婚して初めて月森家の門を潜った。玄関を彼が開けると、見覚えのある家政婦さんが出迎えてくださった。 「おかえりなさいませ。郁斗様、百合乃様」 「ただいま帰りました」 確か、名前はアキさんだ。 「アキさん、ありがとうございます。これから末長くよろしくお願いします」 「名前覚えていてくださったんですね、光栄です。これからは、一家政婦としてよろしくお願いします。大奥様方は居間でお待ちしています」 玄関で履き物を脱ぐと、玄関を上がりリビングのような場所に案内される。 ずっとこのお屋敷には出入りしていたがこの居間には、初めて入るのでなんだか緊張する。 「緊張しなくても大丈夫だよ。百合ちゃんは元から両親とも祖母とも仲がいいんだから」 「そうなんですけど……違うというか」 アキさんに案内され、居間の襖を開けるとそこは和室と洋室がいい感じに合わさったお部屋だった。 「いらっしゃい、百合乃さん。結婚式ぶりだね」 「はい。サクラお祖母様、式ではありがとうございました」 入ってすぐ近くにサクラお祖母様がいたので挨拶をすると、奥からひょこっとお義母様とお義父様、義弟の(綾斗《あやと)さんがいた。 「いらっしゃい、百合乃さん。式にはいけなくてごめんね」 綾斗さんは月森家の次男だけれど、華道はしていない。小さい頃はお稽古もやっていたらしいが、自分は仕事にできそうにないとバッサリと大学生の頃にやめた彼は今は普通に会社員をしていると聞いている。 「いえ、お祝いの品もくださって嬉しかったです」 「良かった。たってないで座って。兄さんもこっちに座ってよ」 「ありがとう、百合ちゃんも座ろうか」 綾斗さんと郁斗さんに促されて皆が座る場所に一緒に座れば、アキさんがお茶と和菓子を出してくださった。 「ありがとうございます、アキさん」 「……いえ。ごゆっくり
Ler mais
9.新しいお仕事
「んー? 本当にこれでいいのか……」 私は今、レシピノートと鍋に入っているじゃがいもとお肉を睨めっこをしている。 「これを煮込むと、本当にできるんだろうか……肉じゃが。蓋をしたほうがいいのかな?」 レシピ本を見てこれなら料理初心者でもできるのではないかと思った私は、今日は午前中のみの仕事だったのでスーパーで材料を買ってきていた。 野菜たちを学校の家庭科で習ったのを思い出しながら切っていき、糸蒟蒻も茹でてみる。 下準備は万端にして現在夕方。この『サッと炒める』ってどういう意味だろう?これ、じゃがいもに火が通っているのか、どうなっているのか全くわからない。 「……どうしたんだ?」 「ちょっとよくわからなくて――って、え!? ふ、郁斗さん! いつ、お帰りに……っ」「もう十分くらい前かな。一生懸命作っている様子だったし、声を掛けなかったんだけど困ってるようだったからさ」 「全く気づきませんでした。ごめんなさい、少しはお役に立ちたくて夕食を作ろうとしたんですけど全然で」 郁斗さんが帰ってきたことも気づかなかったなんて、ダメダメじゃないか。 「それは肉じゃが、かな。うん、ちょっと任せてもらってもいい?」 「え、はい。大丈夫です」 私はポジションを変わると、郁斗さんは慣れた手つきで鍋に入れていたじゃがいもとにんじんに玉ねぎを違うお皿に分けて一つ一つ取り出した。そして、順番に電子レンジに入れてスタートを押す。 「まだ、出汁とか入れてない?」 「はい。まだ調味料も入れてないです」 「わかった。まず、野菜このまま煮ると柔らかくなるまでに時間がかかるから電子レンジである程度熱通しておいたほうがいい。大体、二分か多くて三分」「そうなんですね……」「あとで煮込むから、じゃがいもは煮崩れしない程度で竹串が少し入る方がいい」 慣れた手つきで、電子レンジと同時進行でまだ加熱していなかった牛肉をさっきの鍋で炒めると違うお皿に移す。 そのまま、鍋にお酒とだし汁を入れて火が通った野菜たちを鍋に入れた。 「とても慣れてるんですね、料理……プロみたい」 「まぁ、一人暮らしも長かったからね。ツアー中は外食じゃなくて小さなキッチンがついた部屋で作ったりしていたから。何度か作れば出来るようになるし、料理は好きなんだ」 「そうなんで
Ler mais
10.偶然の再会
ドラマ監修の仕事を受けると決めてから一週間。今日は、テレビ局のドラマ制作部の方々と打ち合わせだ。 「郁斗さん、ごめんね。送ってもらっちゃって」 「俺も仕事が同じ方面だし、ついでだよ。可愛い奥さんを送るためなら車くらい何回でも出すよ……百合ちゃんはいいんだよ。なんで、蒼央はちゃっかり寛いでるかな。もっと乗せてもらうんだからなんかあるでしょ」 「いいじゃん。俺らの仲でしょ、義弟(おとうと)よ」 郁斗さんが近くにある出版社で取材があるらしく、一緒に行こうってなった。本当は私一人でもいいんだけど、兄がテレビ局行きたい〜と言ったためなぜか同行している。 それなのにこんな態度取って……もう。 「はぁ、本当に変わらないな。仕方ない、シートベルトはしっかりすること!」 「はーい」 兄は普段は立派に次期家元としてやっているけど、郁斗さんといる時は昔から子どもみたいだ……外面はいいからなぁ 「打ち合わせは何時までなの?」 「十時半から一時間前後って言われたよ」 「それじゃあ、お昼一緒に食べよう。近くにオムライスが美味しいお店があるんだ」 「わかりました。終わったら連絡しますね」 そんな会話をしているうちにテレビ局に到着して郁斗さんと別れた。 正面玄関から入って受付で約束があると伝えると、入館許可証を渡される。 「あちらのエレベーターから上がっていただき、八階で降りてください。降りてすぐ【コンテンツ制作局】という看板がありますのでそこの窓口にお声をおかけください」 「ありがとうございます」 兄と一緒にエレベーターに乗って八階のボタンを押した。するとすぐに到着して【コンテンツ制作局】という看板を見つけその横に窓口があった。 「このインターホン押せばいいのかな」 「そうだと思うが、誰もいないし」 コソコソ話をしてインターホンを押せば声が聞こえてきて名前を言う。すると、綺麗な女性が出てきた。 「お待ちしておりました、ではこちらへどうぞ」 女性に案内されるがままついていき、奥にある会議室と書かれた部屋に到着する。 「担当の者をお呼びしますのでお待ちください。では失礼します」 会議室は広くて二人だととても広い。オフィスって感じだ。 「なんか緊張するな、こんな畏まった場所初めてだ」 「そうね。私も、緊張する……」 絶対心
Ler mais
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status