LOGIN오철준은 여섯 살이 되던 해에 100원을 훔쳤다. 전남편이 벨트를 꺼낼 때면 사람을 때려죽이려 하곤 했다. 난 철준을 내 몸 뒤로 감싸고 모든 매를 대신 맞았다. 그 후 전남편은 예상치 못한 사고로 사망했고 나와 철준은 서로 의지하며 살아갔다. 옆집 이웃이 나를 남편 잡아먹은 년이라고 욕하자 철준은 그 집 개를 독살해 버렸다. 어떤 고객이 나를 괴롭히려 할 때 철준은 그 사람을 하반신 불구로 만들어 버렸다. 철준은 평생 장가 가지 않고 나를 지켜주겠다고 했다. 난 철준이 너무 고집스럽다고 생각했다. 난 철준이 자신만의 생활을 되찾을 수 있기를 바랬다. 출국한 지 3년, 마침내 철준이 인생의 진정한 사랑을 찾았다는 소식을 들었다. 난 흥분된 마음으로 귀국했지만 예비 며느리에게 불륜녀로 오해를 받았다. 주민정은 사람들을 데리고 공항에서 나를 가로 막았다. “나이를 이렇게 처먹고 불륜녀 짓거리를 하다니! 쪽팔린 줄도 모르는 건가?” 민정은 사람들 앞에서 내 옷을 벗겼다. 그리고 나에게 황산을 먹여 내 목과 얼굴을 망가뜨렸다. 숨이 거의 끊어질 무렵 난 민정에게 말했다. “나는 철준의 어머니야.” 하지만 민정은 친자 확인서를 내 앞에 뿌렸다. “사람 잘못 해칠까 봐 난 이미 똑똑히 조사도 해봤어.” 하지만 민정은 내가 철준의 새 엄마라는 걸 몰랐다.
View MoreDon’t feel stupid if you don’t like what everyone else pretends to love
“Dhe, kamu pulang hari ini, kan? Langsung ke rumah Mama, ya!” Suara Alena yang khas, lembut dengan intonasi yang terjaga sempurna, menyapa telinga bahkan sebelum aku sempat mengucapkan sepatah kata pun.
“Lena, please, kamu nelpon aku cuma buat nanya ini? Jam berapa di sana?” dari balik selimut aku menjawab pertanyaan Alena sambil beberapa kali menguap lebar.
“Kamu pulang, kan?” Kakak semata wayangku kembali bertanya tanpa menggubris pertanyaanku, “Aku, Mama sama Papa nungguin kamu di rumah,” nada suara Alena menjadi lebih menuntut.
“Iya,” aku menarik napas panjang. Tidak ada gunanya berdebat dengan Alena. Sama seperti Mama, Alena terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya dan tidak pernah terbiasa dengan penolakan, “Aku pulang hari ini.”
Sambil menyimak aku membuat mental note untuk menghubungi Mang Ujang agar membersihkan rumah lalu meminta jasa penyewaan mobil yang biasa aku gunakan untuk menjemput di bandara dan menitipkan sebagian besar bagasiku kepada Ann, asistenku, yang baru akan kembali ke Jakarta lusa.
“Asyik!” Alena berteriak riang dan sekesal apa pun aku saat ini, aku tidak bisa menahan diri untuk tersenyum membayangkan Alena. Dia antara kami berdua, Alena lebih ekspresif.
“Tapi Len,” suaraku terdengar lelah dan aku tidak berusaha untuk menyamarkannya, “Aku mohon, nggak ada pesta kayak tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya. Aku serius!”
“Apa artinya ulang tahun kalau nggak ada pesta perayaan?”
“Alena, please.”
“Dhe, kamu tahu betapa menyedihkannya ulang tahun tanpa pesta perayaan? Kenapa, sih, kamu benci ulang tahun?”
“Aku nggak benci, Len. Aku cuma nggak pengin dirayain. Itu aja.”
Tahun berbeda, percakapan yang sama. Aku tidak habis pikir kenapa Alena dan Mama sulit sekali untuk memahami kalau aku tidak menginginkan pesta apapun. Aku tidak ingin merayakannya. Aku hanya ingin hari ini cepat berlalu dan tanpa kesan apa pun. Ulang tahun, usia yang bertambah, semua itu hanya menyakitkanku. Membuka kembali luka yang tidak pernah berhasil tertutup secara sempurna. Di hari yang lain aku bisa mengacuhkannya. Berpura-pura seakan luka itu sudah sembuh. Hanya di hari ulang tahun aku tidak bisa mengabaikannya.
“Semua orang pasti pengin ngehabisin hari ulang tahunnya dengan orang-orang yang mereka sayang. Dengan keluarga,” Sepertinya Alena lupa kalau aku bukan dia. Alena tentu senang merayakan ulang tahunnya di kelilingi banyak orang. Sementara aku tidak, “Kamu juga, kan?”
“Alena,” aku turun dari tempat tidur dan dengan bertelanjang kaki mendekati jendela kamar hotel yang menawarkan pemandangan Hong Kong dari lantai 27, “Aku bukan kamu yang suka ngumpul-ngumpul, pesta atau apalah istilahnya. Aku nggak suka. Sesusah apa, sih, buat ngerti itu? Aku juga nggak kenal siapa yang kamu dan Mama undang. Satu lagi, aku malas dengar pertanyaan yang sama dari semua orang yang datang.”
“Pertanyaan apa? Oh! Tentang kamu kapan nikah? Di mana salahnya? Itu artinya semua orang perhatian dan sayang sama kamu. Kalau kamu bosan dengan pertanyaan itu, ya, kamu tinggal ajak calon pasangan kamu aja. Nggak susah, kan?”
“Alena!” Kali ini aku tidak berhasil menahan teriakanku.
“Ah, kamu masih belum punya calon?” Suaranya penuh dengan perasaan ingin tahu dan aku mengerti dengan baik ke mana arah pembicaraan ini, “Pacar?”
“Udah, ya. Aku nggak mau …”
“Kalau kamu belum punya pacar, aku punya beberapa temen yang mungkin cocok sama kamu,“ Alena dan obsesinya untuk menjodohkanku dengan salah seorang kenalannya, “Terus kemarin juga ada teman Mas Bri yang main ke rumah. Kayaknya kalian bakalan cocok, deh. Dia itu lulusan …”
“Berapa kali kita harus bahas masalah ini, Len?” Aku mengatupkan gigi ketika berbicara. Berusaha untuk mengendallikan emosiku sebaik mungkin, “Aku capek dengan obsesimu. Please, berhenti. Coba untuk mengerti kata cukup, Len.”
“Maksudku baik, Dhe. Aku pengin bantuin kamu. Kamu itu adik aku satu-satunya. Aku pengin llihat kamu bahagia. Salah?”
“Kamu nggak salah,” aku tidak pernah ingin menyakiti Alena, “Cuma aku minta kamu buat ngerti posisi aku.”
“Kamu udah punya calon sendiri, ya?” Ada semangat yang kembali tersulut dalam suara Alena saat ini.
“Len, kamu lupa sama kondisi aku? Aku nggak mungkin untuk punya pacar, pasangan apalagi suami.”
“Dhe..”
“Setop, Len. Berhenti,” aku menarik napas panjang. Membutuhkan tekad yang kuat untuk mengucapkan ini, “Berhenti merasa bersalah dan berusaha menebusnya dengan menjodohkanku. Aku nggak pernah nyalahin kamu. Itu bukan salah kamu, Len. Please, biarin aku sendiri.”
“Ayolah, Dhe..”
“Aku mohon, Len. Aku udah mutusin ini jadi aku mohon biarin aku menjalaninya dengan tenang. Aku capek kalau tiap tahun harus ngomongin masalah ini. Aku capek ngomongin pasangan, pernikahan,” aku mengigit sudut bibirku sekuat tenaga hingga lidahku mencecap asinnya darah, “Aku capek berharap suatu hari bakal ada cowok yang dengan tulus nerima aku apa adanya.”
“Dhe, maaf,” hanya itu yang berhasil diucapkan Alena setelah terdiam selama beberapa saat.
“Bukan salah kamu,” aku menengadahkan pandangan, berharap ini akan berhasil menahan air mata, “So, no party?”
“Maaf tapi aku sama Mama udah nyiapin semuanya. Aku janji ini yang terakhir!”
Kenapa ulang tahunku harus selalu dimulai dengan drama? Aku kembali menarik napas panjang, “Oke. Terakhir. Dan aku mohon kali ini kamu benar-benar nepatin janji.”
“Janji!” Alena mengucapkannya dengan penuh kesungguhan. Setidaknya itu yang aku dengar dari suaranya.
“Aku sampai rumah sore ini. Sekarang aku mau siap-siap. Flight-ku jam sembilan.”
“See you, Dhe”
“See you, Lena,” lalu aku memutuskan sambungan telepon dan melempar smartphone ke tempat tidur.
Aku menyandarkan kepala pada kusen jendela. Menikmati pemandangan kota Hong Kong yang berkilau tertimpa cahaya matahari pagi. Seandainya bisa memilih aku lebih memilih untuk menghabiskan hari ulang tahunku dengan mengelilingi Hong Kong dan mengumpulkan inspirasi untuk rancangan musim berikutnya. Pulang dan menghadapi puluhan pertanyaan kapan aku akan menyusul Alena adalah pilihan terakhir yang tidak pernah ingin aku jalani.
Pernikahan.
Bukan aku tidak ingin menikah. Siapa yang tidak memimpikan pernikahan? Bahkan sejak kecil aku selalu berharap akan tiba hari di mana seorang pria, tidak perlu pangeran berkuda putih karena aku hanya membutuhkan seorang pria yang mencintaiku tanpa karena. Seseorang yang berani memintaku kepada Papa lalu kami akan menikah dan menjalani kehidupan bersama hingga embusan napas terakhir.
Dulu Alena sering menggodaku. Katanya, itu bukan mimpi karena itu terlalu sederhana. Dan aku mengamininya.
Sekarang aku belajar, mimpi sederhana itu ternyata tidak sederhana.
“뭐라고? 네 엄마라고?” 이 말에 민정과 나머지 몇 사람들의 얼굴은 모두 하얗게 질렸다. 그들은 어제 자신들이 한 말을 생각났다. 이때 민정은 여전히 궤변을 늘어놓았다. “여보, 뭔가 오해가 있는 거 아냐? 그 여자가 당신 엄마일 리가 없어.” 철준은 민정의 턱을 들어 매서운 눈빛으로 쏘아보았고 뒤에서 칼을 꺼내 그녀의 얼굴을 찔렀다. “무슨 오해? 어제 엄마는 계속 내 엄마라고 설명했잖아. 왜 믿지 않은 거야?” 철준의 말이 끝나는 동시에 민정의 한쪽 눈도 멀었다. 민정은 자신의 눈을 가리고 땅바닥에서 데굴데굴 굴렀다. “여보, 내가 조사해 봤는데 그 여자는 당신과 아무런 혈연관계도 없었어. 당신이 뭘 오해한 거 아니야?” 공포가 아픔까지 이겨냈다.비록 땅이 흥건해질 정도로 피가 흘렀지만 민정은 꾹 참고 말했다. 철준은 입을 열지 않았다. 옆에 있던 민재가 말했다. “주민정 씨, 정말 모르는 겁니까? 부인께서는 오 회장님의 친어머니가 아닙니다.” “뭐라고?” 모두들 충격을 금치 못했다. 이와 동시에 민정의 친구들도 너무 놀란 나머지 다리가 풀렸고 한 명씩 무릎을 꿇었다. “오 회장님, 살려주세요. 이 일은 우리와 아무 상관이 없습니다. 모두 민정이 우리에게 시킨 겁니다. 저희는 아무것도 몰랐습니다.” “맞아요, 민정이 저희 모두들 속여 부인을 다치게 한 겁니다. 모르고 한 건 죄가 없다고 하지 않습니까?” 방금까지도 민정에게 아부를 떨던 한 무리 사람들이 이때는 체면도 차리지 않고 무릎을 꿇은 채 철준에게 용서를 빌고 있었다.어제 그들은 철준이 일처리는 정말 독하다는 걸 알아차렸던 것이다. 그들은 모든 잘못을 민정에게 덮어씌우면 괜찮을 거라고 생각했다. 하지만 철준은 내 정체를 알아버린 순간부터 완전히 미쳐버렸다.철준이 웃으며 말했다. “아무것도 몰랐다? 내가 봤을 때 당신들은 다 주민정의 개야. 그가 너희들에게 뭘 시키든 그대로 하니 말이야.” “어제 당신들 중 단 한 명이라도 호의를 베풀었다면 엄마는 죽지
비는 오랫동안 내렸다.철준은 빗속에서 내 시체 앞에서 오랫동안 무릎을 꿇고 있었다. 철준은 민재가 씌워주는 우산도 거절한 채 그렇게 꼿꼿이 무릎을 꿇고 있었다. 마치 참회를 하는 것 같았다. 비가 그친 뒤 날도 거의 밝았다. 민재가 다가와 입을 열었다. “회장님, 오늘 결혼식인데 지금 취소하는 게 어떻습니까?” “아니.” 철준의 목소리는 아주 차가웠다. “예정대로 진행할 거야.” 민재는 이해할 수 없었지만 감히 더 이상 물을 수 없었다. “그럼 주민정 씨는?” “오늘 결혼식 장소는 바꿀 거니 가서 더 많은 사람들을 초대해.” “알겠습니다.” 몇 분 후, 철준은 얼굴의 빗물을 닦아냈다, 모든 것 평소와 다를 것 없었다. 민재가 민정을 찾아왔을 때 그녀는 화장을 하고 있었다.민정은 이해할 수 없다는 듯 물었다. “왜 장소를 바꾼다는 거야?” 민재는 자연스럽게 대답했다. “회장님께서 아마 더 많은 사람들 앞에서 두 분의 행복을 증명하고 싶은가 봅니다. 참, 회장님께서 친구분들도 오시냐고 물었습니다.” 이때 민정은 몇몇 친구들과 함께 있었다. 나는 어제 나를 때렸던 몇 사람들도 모두 있는 것을 확인했다. 민정이 대답했다. “당연하지.” 민재는 만족한 듯 떠났고 화장을 예쁘게 하라고 당부했다. 민재가 떠난 뒤 친구들은 민정에게 아부하기 시작했다. “민정아, 오 회장은 틀림없이 그런 작은 장소는 너에게 어울리지 않는다고 생각해서 더 큰 장소로 바꾼 게 분명해.” “모든 사람들 앞에서 널 사랑한다는 걸 선포하는 것과 다름없지. 네 지위는 이제 안정된 거야.” 이 말에 민정은 싱글벙글 웃었다.“당연하지, 어제 일로 철준이 날 죽도록 사랑한다는 걸 알았어. 그러니 너희들도 기억해, 어제 일은 그 누구에게도 말하면 안 돼.” 모두들 서로 눈을 마주치더니 고개를 끄덕였다. 필경 사람 목숨과 관련된 일이고 그들도 가담했기 때문에 만약 그 일이 퍼지면 모두들 좋은 결과는 없을 게 분명하니 말이다. 이때 또 누군가 민정을 치켜
내 캐리어는 행인에 의해 발견되었고 공항에 옮겨진 후 공항 직원이 CCTV를 보여주었다.내 신분 정보는 항공사에서 SVIP에 속했기 때문에 사람들은 바로 알아보았는데 나를 때린 사람은 바로 철준과 결혼할 여자였던 것이다.철준이 CCTV를 보았을 때 얼굴 전체와 완전히 어두워졌다. 철준은 주먹을 불끈 주었고 입술을 꽉 붙이고 눈도 깜빡이지 않은 채 스크린을 바라보았다. 민정이 나의 따귀를 열 몇 대나 때리는 모습을 바라보았다.사람들이 나를 에워싸고 있는 모습을 바라보았다. 내가 민정에게 옷이 잘려 사람들 앞에서 모욕을 당하는 모습을 바라보았다. 그리고 민정이 가위를 들고 내 얼굴을 찌르는 걸 보는 순간 철준은 온몸을 부들부들 떨었다. “그만 틀어!” 철준의 목소리는 너무 커서 사람들은 모두 깜짝 놀랐다. 민재가 정지 버튼을 눌리고 걱정되어 물었다. “회장님, 아니면...” 철준은 두 눈을 질끔 감고 온몸을 부들부들 떨었다. 그의 온몸은 분노로 가득 찼다. 한참을 기다리다가 철준이 입을 열었다. “계속 틀어.” 하지만 그 뒤의 화면은 철준에게 더욱 큰 충격을 주었다.난 철준의 표정이 분노에서 공포로 변하는 것을 바라보았다. 철준은 두 손으로 주먹을 꽉 쥐었는데 소파의 가죽이 그로 인해 구겨졌다. 그는 보고 싶지 않았다. 하지만 또 보지 않을 수 없었다. 이 동영상은 분명히 30분 밖에 되지 않았지만 철준은 정지했다 재생했다 하면서 두 시간 동안이나 틀었다. 마지막 화면은 내가 민정의 트렁크에 실리는 모습이었다. 바로 철준이 방금 본 내 모습이었다. 민재와 철준은 그 다음 일어난 일들은 이 다 알고 있었다. 마지막에 날 죽인 사람이 바로 이 자리에 앉아 있으니 말이다. 공항 직원은 철준에게 경찰에 신고할 필요가 있겠느냐고 묻기도 했다. 철준은 얼굴이 창백하고 입술은 파랗게 질렸다. 철준은 마음이 무너져 내려 소리쳤다. “꺼져! 전부 다 꺼져!” 민재는 공항 직원들을 데리고 떠났다. 철준은 책상 위의 컴퓨터를 들
철준은 그 점을 보고 내 생각이 난 건지 두어 번 더 쳐다보았다. 다만 내 얼굴은 이미 황산에 의해 망가졌고 게다가 땅바닥의 마찰까지 더해져 쳐다볼 수 없을 만큼 참담했다. 철준은 이 사람이 그가 가장 사랑하는 엄마라는 사실을 믿을 수 없었다. 철준은 고개를 돌려 민정을 바라보았다. “불여시라니?” 민정은 가볍게 미소를 지으며 말했다. “여보, 사람이 이 지경까지 됐으니 연기는 그만해. 우리 어머니를 닮은 늙은 여자가 계속 널 귀찮게 하지 않았어?” 철준의 얼굴은 어두워졌다. “그래도 사람을 이렇게까지 때리진 말아야지. 난 그 사람과 아무런 사이도 아니었어.” 난 그제야 민정이 나를 닮았다고 한 늙은 여자가 누군지 생각났다. 철준은 아무것도 없던 데로부터 갑부가 되기까지 6년밖에 걸리지 않았다. 이 6년 동안 그는 너무 거칠게 굴었고 많은 사람들의 미움을 샀다. 내가 출국하려고 할 때, 철준은 원하지 않았고 우리 둘은 크게 싸웠다. 그런데 난 문을 박차고 나갔다가 납치되고 말았다. 바로 그 납치 때문에 철준은 내가 출국하는 걸 동의한 것이었다. 나도 나중에 철준이 줄곧 내가 납치된 일에 대해 신경 쓰고 있다는 걸 알게 되었다. 그래서 나의 대역을 만들어준 것이다.나와 비슷하게 생긴 여자를 찾아 성형을 시켰고 해외에 내가 살고 있는 아파트에 배치해 두었다. 난 이 대역이 분수에 맞지 않게 줄곧 철준의 침대에 오르려 했단 것을 알고 있었다.나중에 철준이 그 대역을 거절하자 그녀는 나를 찾아와 울며 하소연했다. 난 그때 철준을 호되게 꾸짖었다. 철준은 나에게 그 여자에게 배상을 하고 다시는 그러지 않겠다고 약속했다. 알고 보니 철준은 줄곧 나를 속이고 있었던 것이다. 그리고 민정은 그 여자를 나로 오해한 것이다. 철준도 이때 그렇게 생각했다. 민정은 불쾌한 듯 말했다. “사람은 이미 이렇게 됐는데 어쩔 거야? 차라리 경찰에 신고해서 날 잡아가라고 해.” 민정의 억지가 철준의 눈에는 애교처럼 보였다.철준은 애정 어린
굿노벨에 오신 것을 환영합니다. 굿노벨에 등록하시면 우수한 웹소설을 찾을 수 있을 뿐만 아니라 완벽한 세상을 모색하는 작가도 될 수 있습니다. 또한, 로맨스, 도시와 현실, 판타지, 현판 등을 비롯한 다양한 장르의 소설을 읽거나 창작할 수 있습니다. 독자로서 질이 좋은 작품을 볼 수 있고 작가로서 색다른 장르의 작품에서 영감을 얻을 수 있어 더 나은 작품을 만들어 낼 수 있습니다. 그리고 작성한 작품들은 굿노벨에서 더욱 많은 관심과 칭찬을 받을 수 있습니다.