"Rinjani, kamu terlihat lebih pucat. Apa mualmu semakin parah?" tanya Elian, suaranya parau khas orang baru bangun tidur, namun tangannya refleks menyentuh dahi Rinjani.Rinjani memejamkan mata sejenak, menahan gejolak di perutnya yang terasa seperti diaduk-aduk. Selama Elian terlelap tadi, Rinjani sudah bolak-balik ke kamar mandi, memuntahkan cairan kuning pahit sampai seluruh tubuhnya gemetar, tanpa ingin membangunkan suaminya."Elian, apa boleh aku mengajak Zidan ke sini saja? Aku benar-benar tidak kuat kalau harus keluar rumah," gumam Rinjani lirih."Aku bisa panggil dokter senior dari rumah sakit pusat, Rin. Tidak harus dia.""Kenapa? Cemburu lagi?" Rinjani menatap Elian dengan tatapan memohon yang bercampur lelah. "Elian, please, tahan egomu kali ini saja. Aku lemas sekali. Ada Boy di rumah ini, aku tidak akan hanya berduaan dengan Zidan. Aku hanya merasa nyaman diperiksa oleh teman lamaku sendiri."Elian tidak menjawab, namun
最終更新日 : 2026-01-03 続きを読む