Teilen

Bab 57 -

last update Veröffentlichungsdatum: 05.01.2026 13:06:35

Rinjani hanya duduk di kursi utama, berusaha keras tidak terlihat gemetar saat puluhan mata menanti jawabannya atas pertanyaan teknis yang bahkan belum sempat ia pelajari. Beruntung, Maya selalu sigap membisikkan kata kunci atau menyodorkan grafik yang tepat.

​Setelah pintu tertutup dan para vendor meninggalkan ruangan, keheningan yang mencekam kembali menyelimuti. Dian tidak langsung keluar. Ia merapikan dokumennya dengan gerakan yang sangat lambat, lalu berjalan mendekati kursi Rin
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 239 - Mabuk

    Sebelum Gio benar-benar pergi menjauh, Karin dengan cepat menahan lengannya.​"Maksud kamu ngomong kayak gitu apa, Gio?" desis Karin tajam, menatap mata cowok itu dengan napas memburu. "Bukannya kamu sendiri yang dengan senang hati nawarin diri buat nemenin aku ke sini?"​"Dengan senang hati?" Gio tertawa meremehkan, lalu mengentakkan lengannya hingga pegangan Karin terlepas kasar. "Gue bukan cowok bodoh yang bisa ditipu sama muka polesan hasil salon kayak lo. Cih! Jangan kepedean, Karin. Lo pikir selama sebulan ini gue deketin lo karena gue bener-bener jatuh cinta? Nggak sudi!"​Gio menyeringai sinis, menatap Karin dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan. "Gue cuma pengen buktiin kalau gue bisa dapetin apa yang gagal ditaklukkan sama si pangeran kampus idola semua orang itu. Lo itu cuma trofi buat ego gue, tau nggak? Biar semua orang lihat, cewek yang nolak Saka mentah-mentah malah tunduk sama gue. Ya... anggap aja malam ini gue kalah bacot sama dia, tapi sejatinya, gue udah me

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 238 - Putri dongeng + Pangeran kodok

    Sore itu, Jonathan benar-benar niat. Nggak tanggung-tanggung, dia mendatangkan langsung tim penata rias profesional ke rumah. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, jemari lincah para penata rias itu sukses mengubah Karin, si gadis super cuek, menjadi seorang princess dalam semalam.​Karin berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya sendiri dengan perasaan campur aduk. Rambutnya yang biasa dikuncir asal-asalan kini ditata gaya half-updo yang elegan, menyisakan beberapa helai lembut yang membingkai wajah manisnya. Kacamata tebalnya sudah berganti dengan softlens, membuat sepasang matanya terlihat jauh lebih hidup.​Gaun pesta yang melekat di tubuhnya malam itu bener-bener pas. Sebuah party dress selutut berwarna putih salju, dengan detail kerah v-neck silang yang anggun di bagian dada, mengekspos garis bahunya yang indah karena modelnya yang sleeveless. Bagian bawah roknya sedikit mekar, melambai lembut setiap kali Karin mengambil langkah.​Begitu Karin keluar dari ruang r

  • Kesayangan Tuan Elian    Bab 237 - Kosong

    "Loh Sayang, ini kenapa murung?" tanya Jonathan lembut saat melihat putrinya murung. Karin menghela napas berat, jemarinya memainkan ujung bantal sofa dengan gelisah. "Yah... besok ulang tahunnya Saka.""Terus, kenapa?" tanya Jonathan santai, nadanya memancing. "Bukannya dari awal kamu emang nggak suka ya sama dia? Kok belakangan ini, sejak nggak ada kabar dan gangguan dari dia, kamu malah jadi melow begini? Mana sifat cuek anak Ayah yang biasanya?"Karin hanya terdiam, menggigit bibir bawahnya seraya menunduk. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena hatinya sendiri pun sedang kacau bukan main. Jonathan mengusap pundak Karin dengan tangan besarnya yang hangat. "Dan soal undangan itu... kalau kamu emang nggak niat atau ngerasa terbebani buat datang, ya nggak usah datang. Nggak ada yang maksa. Ayah nggak mau lihat anak Ayah pergi ke pesta tapi mukanya kayak mau pergi melayat begitu."Karin menoleh, menatap ayahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi Yah... Saka bilang, aku ini

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 236 - Undangan

    Sebulan lamanya didiamkan oleh Saka, dan di sisi lain terus didekati oleh Gio, akhirnya Karin membulatkan suaranya. "Aku suka Gio. Dia nggak lembek, bisa diandalkan, dan kami juga punya hobi yang sama, suka buku," batin Karin, mencoba meyakinkan hatinya sendiri yang entah kenapa terasa kian hambar setiap harinya. Pagi itu di koridor kampus, langkah kaki Karin dan Saka saling bertentangan dari arah berlawanan. Jarak mereka mengikis, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Saka menghentikan langkahnya tepat di depan Karin. Cowok itu merogoh tasnya, lalu menyerahkan selembar undangan elegan berwarna hitam-emas. "Kalau lo nggak sibuk, lo bisa datang, kan? Walau bagaimanapun, kita tetap teman," ucap Saka. Nada suaranya terlampau tenang, tidak ada lagi getaran gugup seperti dulu. Karin menerima undangan itu. Undangan ulang tahun Saka. Di bawah kacamata besarnya, Karin menatap tulisan nama Saka di undangan tersebut, dan tanpa sadar, sorot matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 235 -Dinding pembatas

    Beberapa hari kemudian, suasana di koridor kampus terasa sangat berbeda bagi Karin. Langkah kakinya melambat saat dari kejauhan, ia melihat kerumunan mahasiswa, khususnya mahasiswi, yang tampak heboh di dekat area loker. Di pusat kerumunan itu, berdiri Saka. Untuk pertama kalinya dalam sekian bulan terakhir, Saka kembali menjadi sosok yang dulu selalu dibicarakan orang-orang di kampus ternama ini. Cowok populer, tampan, dan ramah yang selalu dikerubungi cewek-cewek cantik. Saka tampak tertawa lepas meladeni candaan seorang mahasiswi modis di sebelahnya, bahkan dengan santai membantu membawakan beberapa buku milik cewek lain. Tidak ada lagi Saka yang berdiri sendirian untuknya dengan tampang bodoh, dan tidak ada lagi cowok nekat yang rela mengabaikan harga dirinya demi menunggu balasan pesan teks dari seorang gadis cuek. Saka yang sekarang adalah pangeran kampus yang kembali ke takhtanya. Karin menghentikan langkahnya tepat di jalur yang a

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 234 - Saran mantan preman

    Jonathan meletakkan kunci mobilnya di atas meja. Lalu berkata. "Dari restoran, nyari angin. Kamu kenapa? Tumben mukanya ditekuk kayak cucian belum disetrika gitu?" Tanyanya santai. Melihat ekspresi tak biasa putrinya, Jonathan ikut duduk di sofa sebelah Karin. Merasa tidak bisa memendamnya sendiri, Karin akhirnya menceritakan semua kejadian di mal tadi tanpa ada yang dikurangi. Tentang Saka yang marah, dan tentang bagaimana dia membawa Gio ke tengah-tengah kencan mereka. Jonathan mendengarkan dengan saksama sambil manggut-manggut. "Jadi... pemuda yang namanya Saka itu marah besar?" "Ya gitu," Karin bersedekap, mencoba membela diri. "Tapi Yah, kalau aku mau bicara atau akrab sama siapa aja kan bebas. Lagian Saka itu bukan siapa-siapanya aku. Udah ditolak berkali-kali tapi masih ngeyel, makanya akhirnya aku kasih jurus jitu pakai Gio biar dia kapok." Jonathan terkekeh pelan, menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keras kepal

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 65 - Ular

    Rinjani hanya bisa mematung di atas kursi rodanya, menatap kosong ke arah pintu lorong rumah sakit tempat Elian baru saja digiring oleh dua petugas berpakaian sipil. Ia tidak menangis lagi—air matanya sudah kering—yang tersisa hanyalah kepasrahan yang menyesakkan dada. Ia tahu, meskipun Elian menye

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-24
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 58 -

    "Bangun! Hei, bangun! Kamu mau terus-terusan meringkuk di sini seperti anjing jalanan?" teriak Dian sambil melangkah masuk ke kamar isolasi Adrian yang pengap.​Tubuh Adrian terus bergetar hebat akibat pengaruh obat penenang dosis tinggi. Matanya yang sayu menatap kosong ke arah langit-l

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-23
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 60 - Tunggu aku

    "Sendirian, Nyonya Baskara? Sepertinya tidak. Apa banci itu mengekor di belakangmu, atau dia sedang mengintip dari sudut gelap?" ​Adrian melangkah keluar. Suaranya masih sama—berat, berayun santai, namun membawa getaran yang membuat bulu kuduk berdiri. Ia memutar-mutar pemantik per

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-23
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 59 -

    "Rin, lo tenang dulu ya. Gue mau kasih kabar buruk, dan ini bukan soal lipstik gue yang patah," ucap Boy. ​Rinjani yang sedang memeriksa tumpukan dokumen menoleh, mencoba mencairkan suasana. "Kenapa? Di studio kamu nggak ada cowok gentle yang bisa diajak kencan lagi?" goda Rinjani kecil.​"Adrian.

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-23
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status