Share

Bab 57 -

Author: Pipin
last update publish date: 2026-01-05 13:06:35

Rinjani hanya duduk di kursi utama, berusaha keras tidak terlihat gemetar saat puluhan mata menanti jawabannya atas pertanyaan teknis yang bahkan belum sempat ia pelajari. Beruntung, Maya selalu sigap membisikkan kata kunci atau menyodorkan grafik yang tepat.

​Setelah pintu tertutup dan para vendor meninggalkan ruangan, keheningan yang mencekam kembali menyelimuti. Dian tidak langsung keluar. Ia merapikan dokumennya dengan gerakan yang sangat lambat, lalu berjalan mendekati kursi Rin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 243 - Grup "Panas"

    "Ya ampun, apa-apaan ini?! Ini beneran aku?! Aku minta orang-orang sorak buat nyium? Astaga Karin, harga dirimu jatuh ke inti bumi!" batin Karin histeris di pojok koridor kampus.Di layar ponselnya, video berdurasi 15 detik yang dikirim ke grup angkatan kampus itu terputar berulang-ulang. Di sana terlihat jelas bagaimana Karin dengan sangat santai mengalungkan kedua lengannya ke leher Saka, mencolek hidung cowok itu dengan jahil, lalu berteriak lantang ke arah kerumunan mahasiswa seolah sedang kesurupan."Rasanya nggak pengen masuk kelas. Pinjam mantel tembus pandang Doraemon bisa nggak sih sekarang? Biar bisa lenyap tanpa diketahui siapa pun," gumam Karin, matanya sudah berkaca-kaca menahan malu yang luar biasa.Pantas saja sejak melewati gerbang kampus tadi, pandangan semua orang tertuju padanya dengan tatapan aneh. Beberapa mahasiswa yang biasanya cuek setengah mati, mendadak menyapanya dengan sok akrab. Bahkan, tadi ada mahasiswi yang terang-terangan m

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 241 -Tidak akan kuat, gadis kecil

    Kenapa bisa ada dua orang tua sekaligus di sini, sih?!batin Saka kesal campur panik. Halaman gedung yang tadinya sudah ramai karena ulah konyol Karin, kini mendadak suram. Dua pria matang bertubuh kekar saling berdiri berhadapan, melemparkan tatapan dingin. "Wih, siapa tuh Om-om yang rambutnya agak gondrong di sebelah ayahnya Saka? Ganteng banget, gila! Apa jangan-jangan... sugar daddy-nya Karin, ya?" bisik seorang cewek dari dalam dibalik kaca pintu lobi, beberapa cewek yang ikut mengintip jalannya keributan mulai berbisik-bisik heboh. "Bukan, ih! Perhatiin deh, struktur wajahnya kan mirip banget sama Karin. Bapaknya kali!" sahut temannya. "Bapaknya? Gila, kalau bapaknya sekeren itu, gue deketin Karin biar bisa dapetin bapaknya aja, boleh nggak?" tawa cewek satunya lagi, terpukau melihat aura maskulin Jonathan. "Malam, Jo. Udah lama ya, kita nggak ketemu?" sapa Antonio santai. Jonathan mendengus malas. Tentu saja dia tahu persis siapa pria perlente di depannya ini. Mengingat si

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 240 - Hampir aja

    ​"Lo tuh nggak kuat minum, jangan sok-sokan deh!" Ujar Saka setelah keluar gedung dan menurunkan tubuh Karin.Kepalanya mendadak pening memikirkan bagaimana cara memulangkan gadis ini. Bisa habis dia dimaki-maki atau bahkan dijadikan sansak hidup oleh ayah Karin kalau sampai tahu putri tunggalnya pulang dalam keadaan teler begini.​Bukannya takut atau sadar, Karin malah mengerjap-ngerjapkan matanya yang sayu. Melihat wajah Saka yang berjarak begitu dekat di depannya, Karin justru tersenyum jahil. Dengan gerakan santai ia mengalungkan kedua lengannya ke leher Saka, membuat tubuh mereka kembali merapat.​Saka tersentak, tubuhnya mendadak kaku seperti batu. Jantungnya berdegup gila-gilaan karena jarak mereka yang mengikis habis. "Karin, lepasin. Lo beneran udah nggak sadar, ya?"​Karin tidak memedulikan ucapan Saka. Gadis itu malah memalingkan wajahnya ke arah beberapa mahasiswa yang kebetulan lewat di halaman gedung untuk pulang, lalu berteriak dengan suara lantang yang cempreng.​"Oii,

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 239 - Mabuk

    Sebelum Gio benar-benar pergi menjauh, Karin dengan cepat menahan lengannya.​"Maksud kamu ngomong kayak gitu apa, Gio?" desis Karin tajam, menatap mata cowok itu dengan napas memburu. "Bukannya kamu sendiri yang dengan senang hati nawarin diri buat nemenin aku ke sini?"​"Dengan senang hati?" Gio tertawa meremehkan, lalu mengentakkan lengannya hingga pegangan Karin terlepas kasar. "Gue bukan cowok bodoh yang bisa ditipu sama muka polesan hasil salon kayak lo. Cih! Jangan kepedean, Karin. Lo pikir selama sebulan ini gue deketin lo karena gue bener-bener jatuh cinta? Nggak sudi!"​Gio menyeringai sinis, menatap Karin dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan. "Gue cuma pengen buktiin kalau gue bisa dapetin apa yang gagal ditaklukkan sama si pangeran kampus idola semua orang itu. Lo itu cuma trofi buat ego gue, tau nggak? Biar semua orang lihat, cewek yang nolak Saka mentah-mentah malah tunduk sama gue. Ya... anggap aja malam ini gue kalah bacot sama dia, tapi sejatinya, gue udah me

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 238 - Putri dongeng + Pangeran kodok

    Sore itu, Jonathan benar-benar niat. Nggak tanggung-tanggung, dia mendatangkan langsung tim penata rias profesional ke rumah. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, jemari lincah para penata rias itu sukses mengubah Karin, si gadis super cuek, menjadi seorang princess dalam semalam.​Karin berdiri di depan cermin besar, menatap pantulan dirinya sendiri dengan perasaan campur aduk. Rambutnya yang biasa dikuncir asal-asalan kini ditata gaya half-updo yang elegan, menyisakan beberapa helai lembut yang membingkai wajah manisnya. Kacamata tebalnya sudah berganti dengan softlens, membuat sepasang matanya terlihat jauh lebih hidup.​Gaun pesta yang melekat di tubuhnya malam itu bener-bener pas. Sebuah party dress selutut berwarna putih salju, dengan detail kerah v-neck silang yang anggun di bagian dada, mengekspos garis bahunya yang indah karena modelnya yang sleeveless. Bagian bawah roknya sedikit mekar, melambai lembut setiap kali Karin mengambil langkah.​Begitu Karin keluar dari ruang r

  • Kesayangan Tuan Elian    Bab 237 - Kosong

    "Loh Sayang, ini kenapa murung?" tanya Jonathan lembut saat melihat putrinya murung. Karin menghela napas berat, jemarinya memainkan ujung bantal sofa dengan gelisah. "Yah... besok ulang tahunnya Saka.""Terus, kenapa?" tanya Jonathan santai, nadanya memancing. "Bukannya dari awal kamu emang nggak suka ya sama dia? Kok belakangan ini, sejak nggak ada kabar dan gangguan dari dia, kamu malah jadi melow begini? Mana sifat cuek anak Ayah yang biasanya?"Karin hanya terdiam, menggigit bibir bawahnya seraya menunduk. Ia tidak tahu harus menjawab apa karena hatinya sendiri pun sedang kacau bukan main. Jonathan mengusap pundak Karin dengan tangan besarnya yang hangat. "Dan soal undangan itu... kalau kamu emang nggak niat atau ngerasa terbebani buat datang, ya nggak usah datang. Nggak ada yang maksa. Ayah nggak mau lihat anak Ayah pergi ke pesta tapi mukanya kayak mau pergi melayat begitu."Karin menoleh, menatap ayahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi Yah... Saka bilang, aku ini

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 25 - Apa kamu akan selamanya memanggilku Tuan?

    "Tuan Elian. Tuan tidak membeli saya. Tuan meminjam saya. Dan sebagai imbalannya, saya akan menjadi yang paling jujur pada Tuan.""Nyonya Kirana sudah pergi, Tuan. Sekarang waktunya Tuan memilih. Maukah Tuan memberi ruang untuk diri Tuan sendiri, atau Tuan akan tetap menjadi tawanan dari

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 17 - Perhatian Terselubung

    Rinjani mengangguk cepat. "Mengerti, Tuan."Ia segera berbalik dan pergi, sebelum Elian berubah pikiran.Rinjani berhasil meminjam motor matic dari hotel. Dengan rasa lega yang luar biasa, ia meluncur ke pasar tradisional. Begitu tiba di pasar, Rinjani seperti anak kecil yang baru di

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 15 - Tentang "Dia"

    Rinjani terbangun di pagi hari dengan suara ketukan di pintu kamar. Ia segera melihat jam dinding, baru pukul 8 pagi. Rinjani bergegas membuka pintu, menerima sarapan yang diantarkan staf hotel. Ia kembali ke kamar. Elian masih terbaring di kasurnya, tampak jauh lebih tenang,

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 14 - Kecupan tak disengaja

    Setelah sesi pengobatan dan fashion show yang canggung, Rinjani membereskan barang Elian. Ia menaruh pakaian Elian di lemari dan meletakkan koper di sudut ruangan."Tuan, kamar saya di mana?" tanya Rinjani setelah selesai membereskan barang. Ia berasumsi, di suite penthouse ini, pasti ad

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status