Bau pekat bahan kulit dari kursi ergonomis menginvasi indra penciumanku.Suhu pendingin di ruang rapat eksekutif ini sengaja diatur pada angka delapan belas derajat. Udara terasa sedingin es, membekukan pori-pori kulit. Tapi hawa dingin itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aura di dalam ruangan ini.Di tengah meja mahoni raksasa, perang dingin secara resmi dimulai.Arjuna duduk di ujung meja. Posturnya memancarkan dominasi absolut seorang penguasa korporat.Aku duduk tepat di sebelah kanannya. Memposisikan diri sebagai perisai sekaligus algojo bagi suamiku.Dan di seberang kami, Raka Wiratama duduk dengan ketenangan yang menyebalkan."Draf revisi Anda sudah kami terima," buka Arjuna tanpa basa-basi. Suaranya berat, memotong udara dengan presisi."Saya pastikan semua klausul sesuai dengan diskusi terakhir kita," balas Raka lancar.Pemuda itu tidak terlihat terintimidasi. Tidak ada keringat di pelipisnya. Tidak ada getaran di suaranya saat berhadapan langsung dengan monster seke
Read more