Sasha terkekeh pelan, menyandarkan keningnya di dada bidang William yang bidang dan kokoh. Detak jantung pria itu terdengar konstan, memberi ketenangan yang begitu menghanyutkan setelah badai emosi yang menguras tenaganya sejak pagi. Namun, perlahan-lahan, kelegaan yang ia rasakan berubah wujud menjadi sesuatu yang lain, sesuatu yang lebih hangat, lebih berdesir, dan jauh lebih intim.Ia menjauhkan keningnya dari dada William, lalu mendongak perlahan. Sepasang mata Sasha yang biasanya memancarkan ketenangan, kini meredup layaknya senja yang mulai menggelap, digantikan oleh binar penuh intensitas yang belum pernah William lihat sebelumnya hari ini. Ia menatap bibir tegas William, lalu naik kembali ke sepasang manik mata kelam milik suaminya.Sasha menaikkan sebelah tangannya yang bebas, membiarkan jemari lentiknya yang lembut menelusuri rahang tegas William yang tertutup bayangan janggut tipis. Sentuhannya sengaja dibuat seringan bulu, namun cukup matang untuk menyalut kulit William de
Read more