Bastian menatap Elena dan Sandra bergantian lalu menyandarkan punggung ke kursi. Kini, matanya fokus kepada Sandra, sedikit lebih lama dari sebelumnya. “Ngomong-ngomong, Sandra,” katanya datar namun menusuk, “Kamu... memang belum menikah?" Pertanyaan itu jatuh seperti benda berat yang menimpa kepala Sandra. Mendengar itu, Sandra menegang seketika. Bahunya kaku, jari-jarinya refleks saling mencengkeram di atas pangkuan. Ia membuka mulut, tetapi tak satu kata pun keluar. “ Aku... ” napasnya tertahan. “Elena,” potong Bastian pelan namun tegas, masih menatap Sandra, “ini penting secara medis dan administratif.” Namun Elena bergerak lebih cepat. “Oh, Sandra belum menikah, Dok,” jawab Elena ringan, hampir terlalu cepat. Senyumnya dibuat tenang, seolah pertanyaan itu tak berarti apa-apa. “Selama ini, Sandra hanya fokus kerja. Itu juga kenapa aku percaya padanya.” Sandra menunduk, berusaha menyembunyikan getaran di dadanya. Bastian tidak langsung menanggapi. Tatapannya tet
Read more