Kael menggerakkan jempol ke bawah mengiringi kepergian Gatra. Sementara Reyga melambaikan tangannya, merasa menang. Lalu Kalla? Dia dengan buru-buru menjauh dari Reyga, menyingkirkan lengan lelaki itu dari pinggangnya. Tindakannya kontan membuat Reyga menoleh. Lelaki itu mengangkat alis saat Kalla memasang jarak. "Orang tadi siapa?" tanya Reyga, mengabaikan reaksi Kalla. "Orang gila, Pa," sahut Kael menyeletuk. Reyga langsung melotot, tidak menyangka Kael akan membalas dengan jawaban seperti itu. "Orang gila gimana?" "Kata kakak, otaknya yang gila." Dengan cepat dia menoleh pada Kalla. Menyipitkan matanya. "Kamu jangan ngajari Kael bicara nggak baik."Menyadari kesalahannya, Kalla menunduk. "Maaf, Pak. Tadi itu saya lagi emosi sama curut itu—" Melihat alis Reyga menukik tajam, Kalla langsung membungkam mulutnya sendiri. "Sori, Pak. Maksudnya lelaki itu mengganggu jadi saya emosi." Masih pandangan tak lepas dari wajah cantik Kalla, Reyga kembali melontar tanya. "Memang dia siapa?
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-03 Mehr lesen