“Kenapa Lo nggak bilang kalau Papa Reyga secakep itu?!” Begitu Reyga pergi, Moya kehebohan. BerWow-Wow ria tidak ada hentinya sampai Kalla bosan mendengarnya. “Kan gue udah cerita kalau dia itu ganteng.”“Tapi gue nggak ekspek bakal seganteng ini. Bodynya, Kaaaal. Lengannya, Kaaaaal. Ya ampuuun. Gimana rasanya dipeluk lengan semacho itu, Kaaal?” “Anget sih yang pasti.” Tanpa diduga Moya menjerit, membuat sekonyong-konyong Kalla mendelik. “Astaga, Lo bisa biasa aja nggak sih?”“Nggak bisa, Kal. Lo tuh udah bikin gue iri parah.”“Lo kan fans-nya sama Cade, kenapa jadi heboh gini pas ketemu Reyga?”Moya nyengir. Menyadari dirinya yang labil. Tapi siapa sih yang tidak tergiur dengan bentukan cowok sekeren papanya Kael? “Cade… ” Moya melirik rumah sebelah yang tampak tidak ada penghuninya. “Emang ada miripnya sih mereka. Tapi bos lo lebih manly, matang, ibarat alpukat udah cocok dibikin jus.” “Apaan sih Lo.” Bisa-bisanya nyamain dengan alpukat. Hadeh.“Pantes aja Lo betah jadi nanny!
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-13 Mehr lesen