Kael agak rewel ketika akhirnya mereka kembali ke vila. Kalla tahu anak itu sudah sangat mengantuk, tapi masih saja minta dibacakan buku. Bahkan anak itu enggan mengganti pakaiannya. “Kakak Cantik kamu juga capek, Kael. Coba nurut sedikit,” ujar Reyga yang tak sabar melihat kemanjaan anaknya pada Kalla. “I'm not talking to you, Papa!” seru anak itu berteriak. “Kael, kam—” “Rey…” tegur Kalla cepat ketika melihat ada tanda-tanda Reyga mulai terpancing emosi. Wanita itu menggeleng. Reyga membuang napas kasar, lantas memilih pergi meninggalkan mereka. “Oke, kakak bakal baca buku cerita. Tapi kamu ganti baju dulu, gosok gigi, cuci tangan dan kaki, oke?” Kalla meminta kompromi yang akhirnya disetujui Kael. Setelah menunaikan bersih-bersih serta mengganti pakaian dengan piyama, Kael langsung bergerak naik ke tempat tidur, dan meminta Kalla menemaninya. “Sekarang baca buku apa?” tanya anak itu. “Ada dua pilihan menarik, nih. Katak yang Tergesa-gesa, atau Ayahku Istimewa? Mau baca yang
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-08 Mehr lesen