Gara-gara kelakuan rese Reyga, keduanya sedikit telat menjemput Kael. Sekolah Kael agak sepi saat keduanya sampai. Meski ada juga beberapa murid yang baru dijemput. Kalla bergegas memasuki koridor kindergarten disusul Reyga di belakangnya. “Pokoknya aku nggak mau ya kejadian tadi terulang lagi,” omel Kalla lagi. Padahal sejak keluar unit wanita itu sudah ngomel-ngomel. Tapi rasanya belum puas, sebelum Reyga berhenti cenge-ngesan. “Iya, iya, Sayang. Enggak lagi. Kan tadi itu khilaf. Kamu sih godain aku.”Langkah Kalla kontan berhenti mendengar sahutan itu. Dengan cepat dia memutar badan, masih memasang wajah seriusnya. Reyga yang berjalan di belakangnya nyaris saja menubruknya lantaran wanita itu berhenti mendadak. “Sayang, jalannya yang bener dong.” “Bilang khilaf lagi?!” Kalla melotot. Bibirnya mengerut maju. Lagi-lagi pria matang di depannya tersenyum. “My bad,” katanya mengangguk-angguk sambil mengacungkan dua jarinya. Kalla melengos, memutar badan kembali, dan melangkah lag
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-16 Mehr lesen