Hening menjeda. Pak Fardhan menarik napas panjang, berusaha menjaga wibawanya agar tidak runtuh."Ada hal yang bersifat pribadi di keluarga kami, Langit," ujar Pak Fardhan hati-hati. "Satu hal yang membuat Kimmy merasa nggak nyaman dan memilih pergi. Kami pun masih terus mencarinya."Pak Fardhan menutupi peristiwa malam kelam itu dengan rapi. Ia tetap menjadi pelindung bagi Arsel, menutup rapat-rapat aib yang melibatkan anak kandungnya sendiri. Bu Elok pun hanya bisa menunduk, tak berani bicara, terjepit antara rasa sayang pada Kimmy dan rasa takut pada suaminya.Langit memandang Arsel sekilas. Semakin yakin kalau sosok itu pasti yang membuat Kimmy pergi. Sebab Kimmy selalu cerita, merasa tak nyaman karena saudara-saudara tirinya. Sementara yang dipandang, duduk tenang sambil memandang ke luar sana. Meski Arsel sebenarnya sudah merasa panas dingin dan penuh angin ribut di dalam dadanya. "Apapun yang terjadi pada Kimmy, bagaimanapun keadaannya, meski itu terburuk sekalipun saya akan
Read more