Di kubikel kerjanya, Mitha melirik ponsel yang menampilkan nama ayah tirinya, 'Papa Rezza'. Dengan malas ia mengangkatnya; jika bukan karena pria tua itu donatur tetapnya sekaligus suami ketiga ibunya, ia tak akan mau repot-repot menjawab."Siang, Pa. Ada apa? Pekerjaanku sedang banyak, nih.""Mitha, kamu baru saja bertemu kakakmu? Kenapa dia sampai marah? Apa kamu membuatnya marah lagi?" cecar Rezza.Mitha memutar bola matanya sembari memainkan ujung kukunya yang dipoles rapi."Dia saja yang sensitif, Pa. Aku cuma bekerja profesional, tapi Kak Lana sepertinya hobi mendramatisir.""Mitha, sensitif itu wajar. Dia hanya trauma. Kamu dulu pernah menggoda Elroy, mantan pacarnya yang juga kakak dari Reyner, bosmu sekarang. Tolong jangan diulangi lagi, ya," pinta Rezza halus, suaranya terdengar penuh permohonan. "Kakakmu sudah berkeluarga dan punya anak. Cari pria lain, siapa pun, asal jangan pria beristri, jangan genit." pungkasnya tegas.
อ่านเพิ่มเติม