“Apa maksudmu?!”“Hentikan proyek itu, James,” ulang Fe. Kali ini, jemarinya menyentuh lengan suaminya. Randy, yang memperhatikan dari sudut ruangan, menelan air ludahnya. Namun, tetap waspada. Dia tahu kalau topik ini sangat sensitif buat James. Kening James mengkerut dalam. “Bukannya kamu mendukungku? Kemarin kamu baru saja membantu memuluskan jalan perizinannya.”“Itu sebelum aku tahu kalau proyek itu yang membuat kita diteror. Kamu nggak bakal paham kalau selama ini aku bingung, kenapa keluarga kita harus diancam. Wilona, bahkan, apa yang terjadi Bali juga…”“Apa maksudnya Wilona?!”Fe terdiam. Dia tahu kalau sudah salah ucap. Matanya pun menghindar dari memandangi James. Namun, suaminya meraih rahang Fe, menekannya begitu kuat. “Terjadi sesuatu dengan Wilona?!”Melihat Fe disakiti seperti itu, membuat Randy maju selangkah. Namun, tangan Fe yang terjulur, menahannya untuk melangkah lebih lanjut. “Beberapa kali, saat menjemput Wilona, ada orang yang menyerang kami,” jawab Fe de
อ่านเพิ่มเติม