"Minggu depan? Kita benar-benar akan pergi ke Desa Kemuning, Putra?" tanya Alya dengan mata berbinar. Ia menatap suaminya seakan tidak percaya. Namun demikian, dalam hatinya ia tak henti-hentinya mengucapkan kata syukur. Arga tersenyum lembut, merapikan helaian rambut istrinya yang jatuh ke dahi. "Tentu saja, Sayang. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Cuti panjangku sudah disetujui oleh markas besar, dan aku ingin menghabiskan seluruh waktuku untukmu, untuk anak kita, dan untuk tempat di mana kamu dulu berjuang seorang diri." "Terima kasih, Putra ... terima kasih banyak," bisik Alya haru, memeluk leher suaminya dengan erat. "Aku sangat bahagia. Sungguh, ini adalah hadiah terbaik dalam hidupku." "Kebahagiaanmu adalah segalanya bagiku, Alya," jawab Arga tulus, mengecup bibir istrinya sekilas sebelum melepaskan pelukan mereka. "Aku akan mandi dulu. Badan rasanya lengket setelah seharian mengurus berkas kepindahan dan administrasi." Melihat suaminya melangkah menuju kama
อ่านเพิ่มเติม