Dada Tiffany bergemuruh kencang oleh gelombang amarah yang mendadak membakar seluruh perasaannya. Wajahnya yang semula memucat karena panik kini memerah sempurna, dihiasi sorot mata bening yang menyalakan kekesalan murni. Dia merapatkan bibirnya rapat-rapat, memotong jarak napas mereka yang terlalu dekat dengan menarik tubuhnya ke belakang secara mendadak."Tindakan Anda sangat kekanak-kanakan, Tuan Ethan," bentak Tiffany dengan intonasi rendah yang teramat tajam dan dingin."Saya hanya menguji seberapa cepat respon medis kamu ketika pasien kamu mengalami keluhan darurat, Dokter," balas Ethan santai, senyuman tipis di sudut bibirnya masih terpajang tanpa rasa bersalah sedikit pun."Nyawa Anda bukan bahan lelucon untuk menguji kesiapan saya!" tegur Tiffany sembari berdiri tegak di samping ranjang, merapikan jas medisnya dengan gerakan kasar."Lalu kenapa raut wajah Anda terlihat begitu ketakutan saat mengira jahitan saya robek?" sindir Ethan, sepasang mata obsidiannya tidak mengen
Read more