“Banyak rekan bisnis pria yang bermuka dua dan mengira status jandaku ini bisa mereka manfaatkan seenaknya,” sahut Nyonya Selin dengan nada penuh kepahitan.“Mereka semua benar-benar pria paling bodoh di muka bumi ini, Nyonya,” gumam Bayu seraya menggelengkan kepala.Selin membuka matanya perlahan, menatap bayangan wajah tampan sang sopir di kaca spion tengah.“Kenapa kamu bilang mereka bodoh, Bay?”“Bagaimana tidak bodoh, Nyonya? Mereka cuma memandang harta dan takhta, padahal di depan mata mereka ada bidadari paling cantik, mandiri, dan berkelas di jagat raya.”Gombalan tulus khas pemuda desa itu sukses membuat bibir ranum Selin mengukir senyuman tipis yang manis.“Kamu ini memang paling pandai membuat hatiku kembali merasa dihargai, Bayu.”“Saya hanya menyampaikan kebenaran mutlak yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun, Nyonya.”Selin memajukan tubuhnya ke depan, lalu menyandarkan kedua lengannya di belakang sandaran kursi Bayu.Embusan napas hangat beraroma stroberi seketika meny
Read more