Selena terkekeh pelan, sebuah suara tawa yang terdengar sangat manis di luar namun terasa sangat beracun dan mematikan di dalam. Dia memajukan tubuh langsingnya sedikit ke depan meja makan, menatapku langsung dengan sepasang mata indahnya yang memancarkan kilatan kejam yang haus darah. "Aduh, Devan... lo emang selalu polos dan gampang dibodohi kalau soal perempuan," ucap Selena sambil memiringkan kepalanya, menatapku dengan pandangan mengejek yang teramat kentara. "Gue nggak bermaksud merusak acara makan malam keluarga yang hangat ini, tapi sebagai calon tunangan lo yang sah pilihan Kakek, gue punya kewajiban penuh buat ngejaga nama baik Raditya Group dari orang-orang yang nggak jelas latar belakangnya." "Maksud lo apa, Selena?" tanya Devan, suara baritonnya yang berat mendadak merendah satu oktav, sebuah indikasi nyata bahwa sinyal bahaya dari kemarahannya yang meledak-ledak mulai menyala di dalam dadanya. Selena tida
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-02 อ่านเพิ่มเติม