Tiga hari berlalu sejak insiden memalukan di malam Devan mabuk berat. Sejak hari itu, sang miliarder red flag gila kendali tersebut tampak luar biasa sibuk di kantor pusat, mengurus sisa-sisa kehancuran dinasti keluarga Selena. Di satu sisi, ketidakhadirannya membuatku bisa bernapas lega. Di sisi lain, interogasi jenaka dari Biya selama beberapa hari ini sukses membuat telingaku panas."Jadi beneran, Nona? Tuan Devan meluk toples madu di piyama Nona sambil merengek?" tanya Biya sore itu, tangannya sibuk menata pakaian gaun harian milikku ke dalam lemari besar kamar sayap barat. Wajah manisnya dihiasi cengiran usil yang tidak luntur sejak tiga hari lalu."Biya, lo udah nanya itu lebih dari sepuluh kali ya," gerutuku pelan, melempar sebuah bantal kecil ke arahnya yang langsung ditangkapnya sambil tertawa lepas. "Gue tegaskan sekali lagi, itu murni pengaruh alkohol jahanam. Nggak ada hubungannya sama perasaan."Biya menghentikan tawa kecilnya, lalu melangkah
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-29 อ่านเพิ่มเติม