Biya baru saja berbalik untuk melangkah keluar ketika aku memanggilnya pelan. "Biya, tunggu."Gadis pelayan itu menghentikan langkah kakinya taktis. Dia menoleh dengan sepasang mata jernihnya yang mengerjap heran. "Iya, Nona Aletta? Ada yang bisa Biya bantu lagi?""Lo... ada kerjaan padat banget nggak setelah ini?" tanyaku ragu, meremas ujung gaun tidur satinku. "Kalau nggak keberatan, nemenin gue ngobrol di sini bentar, mau?"Biya sempat tertegun selama dua detik. Dia melirik cemas ke arah pintu digital yang terkunci, takut melanggar aturan ketat Devan. Namun, melihat tatapan mataku yang teramat kesepian, dia akhirnya tersenyum ramah dan mengangguk patuh. "Boleh, Nona. Kebetulan tugas Biya sore ini memang cuma fokus melayani keperluan Nona saja."Dia melangkah mendekat, lalu mendudukkan dirinya dengan sopan di atas karpet bulu tepat di dekat sofa tempatku meringkuk."Jangan duduk di bawah, Biya. Sini, naik ke sofa aja," ujarku sambil men
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-25 อ่านเพิ่มเติม