Di sebuah restoran privat kelas atas yang terletak di pusat kota Jakarta, Devan duduk tegak berhadapan dengan seorang wanita paruh baya yang berpenampilan sangat elegan, glamor, dan memancarkan kemewahan kuno yang pongah—Tiana Raditya, ibu kandungnya. Atmosfer di meja makan malam privat yang kedap suara itu terasa sangat mencekam, tidak kalah tegang dengan malam konfrontasi berdarah di kediaman utama sang kakek sebelumnya. "Ada angin apa kamu tiba-tiba mengajak Mama bertemu tengah malam begini, Devan? Biasanya kamu terlalu sibuk dengan mainan barumu di hotel bintang lima itu," ucap Tiana dengan nada sindiran halus. Ia menyesap teh premium di cangkir porselennya dengan gerakan anggun yang sangat teratur, khas wanita aristokrat lama. Devan menyandarkan tubuh tegapnya ke sandaran kursi kulit, menatap ibu kandungnya sendiri dengan sepasang mata elang yang memancarkan dinginnya es jahanam. Pria red flag penuh kuasa itu meletakkan tablet digitalnya ke atas permukaan meja marmer hin
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-06 อ่านเพิ่มเติม