Setelah meninggalkan Adrian, aku menikah dengan seorang miliarder.Belum lama ini, suamiku mengatakan ingin mengalihkan seluruh aset atas namanya menjadi atas namaku. Aku buru-buru menolak, tetapi sayangnya aku tidak sanggup melawan ketulusannya. Suamiku berkata bahwa di mana hartanya berada, di situlah cintanya berada.Suamiku ingin memberiku rasa aman agar aku tidak perlu bergantung pada siapa pun. Bahkan untuk proses pengalihan kepemilikan harta itu, dia sengaja memilih kota kelahiranku, Kota Agenso.Berhubung tidak punya pilihan lain, aku pun datang ke firma hukum terbesar di Kota Agenso.Aku baru saja hendak menyebutkan nama untuk janji temu yang sudah kubuat, tetapi dari belakang malah terdengar suara ejekan yang terasa begitu familier."Eh, bukannya ini Ferlin Tanjaya yang dulu mati-matian mengejar Adrian Lukman si primadona kampus itu?"Gerakanku langsung terhenti, lalu perlahan aku menoleh.Beberapa wajah yang kukenal langsung masuk ke pandanganku.Mereka adalah teman-temanku
อ่านเพิ่มเติม