Ayuna My Little Wife

Ayuna My Little Wife

By:  AyseaAkira  Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
74Chapters
30.9Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

-Ayuna adalah gadis 18 tahun yang harus di tinggal orang tuanya dan hidup bersama pembantu. Di saat bersamaan seorang pria tua menawarkan pernikahan dengan putranya. Karena terlalu polos Ayuna menyetujui. Ia kaget saat mengetahui arti pernikahan yang sebenarnya. Ayuna berusaha membatalkan pernikahan tapi gagal dan pada akhirnya menikah dengan pria Eugene. -Eugene seorang polisi dingin yang baru saja di khianati pacarnya. Membuatnya terpaksa menerima perjodohan dari orang tua dengan gadis kecil yang jauh dari wanita dambaannya yang seksi. Bagaimana kisah pernikahan mereka yang penuh konflik-konflik lucu. Baca di Ayuna My little wife. Ikutin IG Autor di @Aysea_Akira20 Atau Akun Fb @Aysen agar mengetahui info-info terbaru

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
74 chapters
Prolog
Hujan deras mengguyur kota A yang berada di tengah-tengah perkotaan. Tanah berwarna merah masih basah atas guyuran hujan. Dari atas langit, terlihat gundukan yang masih baru di keliling payung-payung  berwarna hitam. Semua orang menatap dua pusaran suami istri tersebut. Seorang gadis berusia 18 tahun menangis di dalam dekapan Sang Pembantu  yang sudah di anggap seperti Orang tuan sendiri. Selendang berwarna hitam menutupi atas rambut yang tergerai. Perempuan berusia 38 tahun itu menepuk-nepuk punggung gadis berusia 18 tahun.“Sudah Sayang! Tuan dan Nyonya akan tenang di atas. Yuna harus kuat!” Ayuna mengangguk dalam pelukan Emma.Satu persatu payung mulai menjauh. Namun, hanya dua orang di area pemakaman dalam kondisi hujan tetap bertahan. Meratapi dua gundukan itu.“Sayang, Ayo kita pulang!"“Yuna enggak mau pulang, ingin tetap berada di sini bersama Mama Papa!” ujar Ayuna polos sambil menggeleng.“Papa sama Mama bakalan sedih kalau Nona Ayun
Read more
Om Mesum
Pintu coklat tua itu perlahan-lahan terbuka. Seorang mengedarkan pandang , lalu menunduk. Bu Eda melihat Ayuna jongkok di bawahnya. Ayuna mendongak melihat wajah Sang guru. “Eh Ibu guru, Engapain di sini?” Bu Eda melotot melihat wajah Ayuna yang tepat di bawahnya.“Berdiri Ayuna! Sekarang ikut saya ke lapangan,” bentak Bu Eda. Dengan cemberut, Ayuna berdiri dan mengikuti Bu Eda dari belakang. Semua lorong sangat sepi, karena jam pelajaran sudah di mulai berberapa jam lalu. Bukannya sedih, Ayuna semakin ceria. Ia berjalan dengan loncat-loncat.Bu Eda berhenti, menoleh ke belakang.  Membuat Ayuna mengerem mendadak laju kakinya, hingga ia akan terhitung ke depan. “Ada apa Bu?”Bu Eda melotot, sia-sia memberi hukuman pada gadis seperti Ayuna. Karena gadis itu akan berulah kembali. “Ayuna, Saya pusing melihat tingkah lakumu. Agar kamu jera, kali ini ibu tidak ijin kan kamu masuk kelas." Bu Eda mengeluarkan surat peringatan. Berwarna merah. Ayuna menerima surat itu.
Read more
Tangan di Borgol
Pria beralih tebal itu mengamuk. Menyapu seluruh barang dengan lengannya yang kokoh. Membanting gelas kaca yang ada di atas meja. Kobaran api membara dari balik Manik berwarna amber, memancarkan letupan kemarahan yang berada di ubun-ubun. Panggilan Sang Kekasih menggema dari balik layar pipih. Meraih benda komunikasi canggih masa kini. Menatap  nanar foto Sang Kekasih depan layar. Menyungging senyum kebencian dan melempar benda pipih itu ke lantai hingga pecah menjadi dua bagian.Eugene marah, lelaki itu adalah  seorang polisi terkenal di kota A. Dan merupakan anak bungsu dari keluarga Smith. Eugene menjatuhkan pantat kasar di atas kursi. Memasukkan jemari berotot itu ke dalam rambut, mengacak-ngacak dengan kasar. Lalu memegang kepala karena penat, membayangkan Pengkhianatan Violet. Bayangan Sang Kekasih terlintas, Saat Violet bercumbu mesra dengan selingkuhannya tepat di depan mata Eugene. Padahal 2 hari lagi, ia berniat  melamar Violet. N
Read more
DI Suruh Nikah
Dua orang wanita berpakaian pelayan membukan pintu berwarna emas. Ayuna meneguk saliva, suasana dingin mencekam. Hawa dingin dari lubang-lubang Ac membuat Ayuna semakin ngeri. Gadis itu bertanya-tanya, kenapa orang tua Pria asing itu mencarinya. Kursi berwarna coklat yang membelakangi Ayuna berputar. Tampak lelaki berumur sekitar 60 tahun menatap lekat Ayuna sambil memegang album tua.“Lihatlah, putri kecil Robert sudah tumbuh besar,” ujar SmithAyuna mendelik, gadis bermata bening itu menoleh pada Pria di sampingnya. Namun, pria itu menatap luruh ke depan, seolah-olah mengabaikannya. “Pasti kau  bertanya-tanya, kenapa lelaki tua ini bisa tahu namamu dan nama orang tua mu, bukan?” Ayuna yang polos itu mengangguk.Smith memegang kepala Ayuna, Ia tersenyum hangat. Lelaki tua itu seperti menemukan anak perempuannya kembali. “kau sangat mirip dengan ibumu, cantik.” Ucapan Ruth Smith membuat Ayuna bersemu merah. Pujian kecil itu, be
Read more
Pacar Om Eugene
Hati-hati berganti dengan cepat. Tak terasa hari suci pernikahan Ayuna akan segera datang. Sepanjang hari, gadis itu tak henti-henti memikirkan cara untuk kabur dari rumah. Menghindari pernikahannya sendiri, tapi seluruh sisi rumahnya di jaga ketat oleh anak buah Ruth Smith. Membuat pergerakan Ayuna tak leluasa, bahkan untuk pergi bersama Wanda dan Toby saja sulit.Ayuna berdiri di depan ranjang, melihat sebuah kalender  yang sudah di lingkarinya. “empat hari sebelum hari pernikahan, Yuna harus ngapain?” Ayuna mondar-mandir sambil menggigit ujung kukuk. Dengan wajah pucat dan berkeringat. Tiba-tiba bayangan video yang di perlihatkan Wanda terlintas. Ia tak bisa membayangkan adegan jorok seperti itu terjadi padanya. Baru pertama melihat, tapi mampu membuat bulu kuduk Ayuna berdiri. Gadis bermata besar dengan manik hanzel itu menggeleng-gelengkan kepala.“Oh tidak! Yuna kau mikirin apa sih.” Ayuna memukul-mukul kepala.Pintu kamar Ayuna ter
Read more
Ke Hotel Bareng
Gadis kecil itu pasrah saat tubuhnya di tarik Eugene. Ayuna mendongak menatap bola mata calon suaminya. Lelaki itu seperti membenci perempuan yang berada di depan pintu bioskop. Mereka sampai di loket, Eugene membeli dua tiket dan juga popcorn. “Om Yuna ke toilet dulu ya?” Lelaki itu mengangguk.  Gadis itu bergegas pergi dari loket, menuju pintu keluar. Ayuna sudah memesan taksi di pintu keluar. Tak peduli dengan masalah Eugene. Yang terpenting ia harus pergi dari  tempat ini. Untuk sementara, gadis itu akan mencari tempat menginap yang murah.Mata gadis itu berbinar saat melihat sebuah taksi sudah menunggu, “ Syukurlah semua berjalan lancar,” ujar Ayuna.“Apa yang lancar? Dan kau mau ke mana?” Ayuna menelan saliva. Saat suara bariton bertanya padanya. Ayuna memutar badannya, mantap Eugene. “Kau mau kabur?”“Mana mungkin,” tukas Ayuna. Eugene langsung merampas tas selempang Ayuna. Membuat gadi
Read more
Cepat Beri Mami Cucu
Manik Hazel itu menatap  keluar kaca mobil. Kedua jemari saling bertautan. Melirik seorang lelaki yang ada di sampingnya. Berkali-kali ia meneguk saliva, tenggorokan gadis itu terasa kering. Badan ramping itu  menegang. Bunyi  gawai membuatnya segera merogoh sakunya. Ia akan mencurahkan segala kegundahannya  pada kedua Sang Sahabat.“Kenapa? “ suara bariton itu membuat Ayuna tersentak, hampir saja ia menjatuhkan smartphone miliknya.“Ah enggak papa,” cicit Ayuna sambil memasukkan kembali benda pipih itu ke dalam saku. Eugene semakin menancapkan gas, membuat wajah Ayuna semakin pucat. Jika lelaki itu berani menyentuh tubuhnya, ia akan menghajarnya habis-habisan. Tak berselang lama. Mobil berwarna perak itu sampai di depan hotel bintang lima. Seorang staff hotel membukakan  pintu mobil untuk Ayuna dan Eugene. Ayuna dengan ragu keluar dari dalam mobil. Mereka tersenyum ramah, membuat Ayuna semakin kiku.“Selamat siang Tuan dan Nyonya, mari say
Read more
Wedding
Matahari merangkak, subuh perlahan-lahan menampakkan  cahaya sedikit demi sedikit. Seorang gadis meringkuk di atas tempat tidur. Selimut tebal menutupi tubuh kecilnya. Sekarang adalah hari pernikahannya. Hari di mana setiap wanita di belahan bumi mana pun menantikannya, tapi tidak dengan gadis kecil yang masih berusia 18 tahun, Yang masih menggunak,an seragam abu-abu.Perempuan berusia 38 tahun itu masuk, membuka tirai kamar. Cahaya mentari malu-malu masuk ke dalam kamar. Emma membalikkan badan, menatap gundukan selimut. Anak majikannya itu berada di dalam. Menggoyangkan tubuh Ayuna yang tertutup  selimut tebal dan lembut.“Yuna! Ayo bangun. Nanti kau telat loh di acara pernikahanmu.”“Nanti dulu Tan, Yuna ingin tidur bentar lagi.” Suara  parau dan serak, khas orang yang bangun tidur terdengar di telinga Emma. Perempuan berambut ikal itu melangkah keluar dari kamar. Pasti butuh waktu bagi Ayuna menata kembali hatinya. Karena sebentar lagi dia akan be
Read more
Baju Di Malam Pertama
Eugene menarik ujung gagang pintu. Seorang gadis dengan gaun putih muncul, membuat pria itu menelan saliva kasar. “Om lama amat bukain pintunya, emang ada masalah di dalam?” Masuk ke dalam kamar di ikuti seorang pelayan yang membawa troli berisi  kudapan. Eugene mendelik. Menatap makanan yang sangat banyak di atas troli, “Siapa yang memakan makanan sebanyak ini?”“Saya lah Om masak setan.”“Taruh di situ aja, terimakasih ya?” Pelayan hotel itu pergi meninggalkan Ayuna dan Eugene.“Apa-apaan ini Yuna?”“Yuna dari tadi laper Om, makanya Yuna pesan makanan banyak.” Ayuna mengambil  pasta dan melompat di  atas kasur. Memakan makanan tersebut, seperti gadis yang belum makan bertahun-tahun. Eugene menggeleng, ia jijik melihat cara makan Istrinya, “Jangan makan di kasur, bagaimana jika makanannya jatuh?” tegur Eugene, gadis itu tak bergeming. Membiarkan Sang Suami mengoceh.Ayuna mendongak, “Om mau juga?” tawar Sang Istri sambil  mengangkat
Read more
Istri Anak Sma
Tubuh semampai seorang gadis berusia 18 tahun menggeliat di atas kasur hotel. Kemeja berwarna putih itu masih melekat di tubuhnya. Tadi malam, Ayuna ke buru tertidur saat seorang pelayan membawakan nya pakaian. Eugene bangun dari ranjang, melirik Sang Istri yang sudah tertidur dengan pose melintang. Kaki Ayuna berada di atas perutnya sedangkan kepalanya hampir jatuh ke bawah. “ Dasar bocah, tidur aja enggak Bener.” Eugene menepis kaki Ayuna dan melempar selimut tebal ke paha Ayuna yang terekspos.Eugene  menguap, melentangkan ke dua tangan untuk merenggangkan ototnya agar lemas. Bangkit dari kasur. Melangkah ke kamar mandi.Mata Ayuna terbuka saat suara pintu di tutup keras. Dengan tertatih-tatih ia bangkit dari kasur. Menguap  lebar dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Mengedarkan pandangan ke penjuru arah. Melihat setiap sudut kamar hotel yang tampak sama. Setelah menyadari tadi malam ia tidur satu ranjang dengan Eugene. Langsung menyilangkan
Read more
DMCA.com Protection Status