My Sweet Young Husband

My Sweet Young Husband

Oleh:  Fatimah Rohim  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.6
Belum ada penilaian
76Bab
133.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Warning 18+ Judul : My Sweet Young HusbandGenre : Romantis DewasaCerita Pertama dari ‘My Sweet Young Husband’Bijaklah dalam memilih bacaan, terdapat bacaan yang dapat membuat panas dingin sampai merinding disko.**********“Ayah yakin mau jodohin Naya sama anaknya om Sam?, dia itu masih kuliah kan yah. Masak iya Naya nikah sama berondong entar dikira punya simpanan brondong atau tante-tante penyuka berondong, kan gak lucu ayah.”~Kanaya Naratama“Papa bercanda ya mau jodohin Dinnar sama anaknya om Diga , dia itu udah lulus S2 dan usianya juga terpaut 5 tahun sama Dinnar pa, masak iya seorang Alfizam Dinnar Agustaf nikah sama tante-tante, entar dikira Dinnar simpanan tante-tante.”~Alfizam Dinnar Agustaf

Lihat lebih banyak
My Sweet Young Husband Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
76 Bab
Prolog
“Ayah yakin mau jodohin Naya sama anaknya om Sam?, dia itu masih kuliah kan yah. Masak iya Naya nikah sama brondong entar dikira punya simpanan brondong atau tante-tante penyuka brondong, kan gak lucu ayah.”~Kanaya Naratama“Papa bercanda ya mau jodohin Dinnar sama anaknya om Diga , dia itu udah lulus S2 dan usianya juga terpaut 5 tahun sama Dinnar pa, masak iya seorang Alfizam Dinnar Agustaf  nikah sama tante-tante, entar dikira Dinnar simpanan tante-tante.”~Alfizam Dinnar AgustafNamaku Kanaya Naratama, aku bungsu dari dua bersaudara, usiaku 25 tahun nyaris 26 tahun sih. Keluargaku terjun di dunia bisnis, Ayah Bunda dan Kakaku semuanya menggeluti dunia bisnis, mulai dari retail, hotel dan restoran. Tapi aku, emmm… entah lah aku tidak tertarik sama sekali dengan dunia bisnis.Setelah lulus SD aku tiggnal di Jogjakarta dengan eyangku. Setela lulus SMA aku melanjutkan studiku di Malaysia, setelah lulus S1 aku mendapat beasiswa
Baca selengkapnya
Part 1
“Tidak selamanya kita harus berada di depan, ada kalanya kita mundur ke belakang untuk melangkah lebih jauh kedepan.”-------------Kanaya Naratama          Siang ini di Singapura sangatlah terik. Setelah menyelesaikan semua urusan aku segera ke apartemen untuk melanjutkan packing barang-barang yang akan ku bawa pulang ke Indonesia. Setelah 6 tahun tinggal di Jogja, 4 tahun tinggal di Malaysia dan 4 tahun tinggal di Singapura, akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan menetap di Indonesia. Aku ingin berbakti kepada kedua orang tuaku dengan cara memenuhi permintaan ayah yang menginginkan aku tinggal di Jakaarta bersama mereka. Memutuskan tinggal di Jakarta bukanlah hal yang mudah, tapi aku mencoba ikhlas dengan keputusan berat yang aku ambil ini,          Sudah satu minggu ini ayah dirawat di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya kambuh dan aya
Baca selengkapnya
Part 2
"Masa lalu sudah menjadi bagian penting dalam hidup seseorang, sekelam apapun masa lalu akan tetap dikenang. Seseorang yang bisa menyikapi masa lalu kelam bisa mendapatkan kesuksesan yang tidak terduga."-----------Kanaya Naratama          Selama di perjalanan aku memilih untuk istirahat, dan hanya butuh 1 jam 50 menit perjalanan Singapura Jakarta no transit tentunya. Tepat pukul 07:40  aku tiba di Jakarta di bandara Internasional Soekarno Hatta. Setelah tiba aku segera mengmbil koperku dan segera menghampiri kakak ku yang sudah menunggu ku di arrival lobby bandara. Setelah beberapa saat aku mencari akhirnya aku menemukan sosok yang selama ini aku rindukan yaitu my beloved brother. Aku dan tante Marta menghampiri kakak ku yang sedang sibuk dengan gawainya.“Kakak.” Aku berlari kemudian memeluk kakak dari belakang dan aku yakin kak  Helga pasti kaget.
Baca selengkapnya
Part 3
"Selalu berikan yang terbaik pada pertemuan pertama. Karena rasa suka bisa datang disaat pandangan pertama, begitupun dengan rasa tidak suka."----------------------Alfizam Dinnar Agustaf          Hari ini aku ada jadwal meeting sama client, sebelum  berangkat ke kantor gue berencana menjenguk om Diga yang sudah satu minggu ini dirawat di rumah sakit. Tepat pukul 07:00 berangkat bersama Varo, sesuai rencana aku menjenguk om Diga terlebih dahulu. Stelah sampai di rumah sakit aku langsug menuju ruag VIP dimana om Diga dirawat. Kurang lebih satu jam aku ngobrol-ngobrol sama om Diga yang kondisinya sudah semakin membaik.Flashback“Assalamualakum.” Aku memasuki ruang rawat om Diga, dan terlihat tante Kayla sedang ngobrol sama dokter.“Waalaikumsalam ganteng.” Balas tante Kayla seraya menghampiri
Baca selengkapnya
Part 4
"Bertanggung jawab dan bersungguh-sungguhlah dengan apa yang dimulai, bersungguh-sungguh memang berat pada awalnya. Tapi akan menyenangkan jika kita sudah mencintai apa yang kita lakukan."-----------          Sesuai rencana hari ini aku pergi ke kampus untuk menyerahkan berkas-berkas untuk melamar menjadi dosen. Ditemani tane Marta aku menuju kampus dan setelah semua beres aku menemui bu Ratna yang merupakan dosen mata kuliah sebelumnya atau dosen yang akan aku gantikan.“Assalamualaikum.” Aku mengetuk pintu ruangan bu Ratna.“Waalaikummsalam, bu Kanaya ya?” Tanya bu Ratna.“Iya bu.” Jawabku sopan.“Silahkan duduk dulu.” Bu Ratna menyuruhku duduk di sofa yang ada di ruangganya.“Perkenalkan saya Ratna, dan ini berkas-berkas berkaitan dengan mahasiswa yang saya ajar.” Bu Ratna memperkenalkan namanya kemudian member
Baca selengkapnya
Part 5
"Allah selalu mempunyai sekenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti, bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita."----------          Tidak terasa sudah satu minggu aku tinggal di Indonesia bersama keluarga ku, banyak sekali momen-momen yang ku dapatkan dan tentunya belum pernah aku rasakan sebelumnya, seperti saat ini. Kalo dulu, malam minggu aku habiskan buat nonton drakor di apartemen, kali ini malam minggu aku gunakan buat quality time bareng keluarga.          Malam ini aku, bunda dan kak Helga ngobrol asyik di ruang keluarga, mulai dari kerjaan sampai kenapa kak Helga masih ngebetah ngejomblo. Saat aku dan kak Helga sedang seru-serunya ngobrol tiba-tiba ayah keluar dari kamar dengan raut wajah yang kelihatan serius. Sejak pertemuanya dengan om Sam tadi siang ayah jadi kelihatan sedikit berubah, entah apa yang s
Baca selengkapnya
Part 6
"Wanita yang layak kamu pilih: Lihatlah bagaimana dia menjaga malunya, bagaimana ia menutup auratnya tatkala lengannya tersingkap ia akan merasa khawatir ada yang melihatnya. Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia."----------Alfizam Dinnar AgustafMalam minggu kali ini aku nggak bisa out bereng teman-teman ku, kalau biasanya malam minggu aku menghabiskan waktu buat ngumpul di rumah sahabat-sahabatku atau traveling bareng bang Helga. alam minggu kali ini aku dan Alvaro harus stay at home buat dengenrin curhatan mama. Udah satu minggu mama tinggal di Indonesia dan selama satu minggu pula akuk dan Varo nggak bisa pulang ataupun keluar malem. Selama satu minggu ini aku juga nggak bisa nongkrong bareng bang Helga, biasanya sepulang dari kantor aku sama bang Helga sering main ke bengkelnya Rendy tapi semenjak adiknya bang Helga pulang, dia jadi sering nemenin adiknya. Aku belum pernah bertemu sama adik
Baca selengkapnya
Part 7
"Hidup, mati, rezeki dan jodoh merupakan rahasia Ilahi yang tidak pernah bisa kita tebak begitu saja. Ada kalanya orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal, tidak saling menyapa, tidak saling tahu satu sama lain namun akhirnya bersatu sebagai sepasang kekasih halal. Kita tidak pernah tahu bagaimana misterinya sebuah jodoh itu."----------          Hari ini adalah hari minggu, setelah lari pagi bersama kakanya Kanaya ikut belanja bunda dan mbok Ina dengan diantar Helga. Setelah sampai supermarket Kanaya dan Helga memilih menunggu di café yang berada di sebrang supermarket itu. Selama di dalam café Kanaya kelihatan cemberut dan hal itu tidak luput dari perhatian Helga sang kakak.“Was going on?” Helga mengangkat dagu Kanaya dan melihat wajah cemberut adiknya itu.“Nothing.” Kanaya menepis tangan kakanya itu.“Adek ini kenapa?” Kanay
Baca selengkapnya
Part 8
"Jika ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu."---------- “Ayah, bunda, Om, tante, sebelumnya Kanaya minta maaf, bukannya Kanaya menolak perjodohan ini. Tapi beri Naya waktu, Naya butuh waktu buat memutuskan ini semua. Naya ingin menikah sekali seumur hidup, jadi Naya mohon beri Naya waktu, ya.” Pinta Kanaya memohon ke pada Ayah dan Sam.          Dinnar yang sedari tadi tegang menunggu jawaban Kanaya seketika tersenyum lega karena mendengar jawaban Kanaya.Seenggaknya Kanaya tidak menolak perjodohan itu lebih tepatnya belum memutuskan buat menerima atau menolak perjodohan itu. Ya Dinnar  pun sadar diri , dirinya hanya seorang mahasiswa  dan usianya juga masih labil. Dinnar pun yakin, Kanaya tidak akan setuju dengan perjodohan ini.“Baiklah ayah akan memberi waktu satu minggu buat kalian berfikir.”  Ujar Diga, ia memahami
Baca selengkapnya
Part 9
"Percayalah, jika dia ditakdirkan untukmmu, sejauh apapun dia melangkah, sesulit apapun ia kamu raih. Allah akan memudahkan jalanmu untuk memilikinya."----------Kanaya Naratama          Setelah berpamitan dengan kak Helga, aku segera menuju ruanganku dan sekali lagi memeriksa jadwal mengajarku. Hari ini aku mengajar tiga kelas, kelas pertama dimulai jam 8 dan itu artinya kelas dimulai 5 menit lagi.          Di hari pertama mengajarku ini, aku mengisi kelas dengan perkenalan dan melanjutkan presentasi hasil penelitian yang sebelumnya diberikan bu Ratna. Setelah selesai mengajar dua kelas, aku kembali ke ruanganku untuk mempersiapkan materi mengajar kelas selanjutnya. Tepat pukul 12 siang Nadin menghampiriku buat makan dan shalat dzuhur. Aku dan Nadin pun segera ke kantin kampus untuk makan siang.“Abis ini ada jam ngajar ya?” Tanya Nadin pada ku.uBaca selengkapnya
DMCA.com Protection Status