Dilarang Untuk Mencintai

Dilarang Untuk Mencintai

Oleh:  Kaporan  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
28Bab
3.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Menjadi sepasang suami istri namun di larang untuk mencintai oleh sang suami bukan lah hal yang mudah untuk siapa pun, termasuk untuk Shayla. Meski Shayla merasa bahagia menjadi seorang istri dari laki laki yang dia kagumi sejak satu tahun lamanya dan akhirnya dia bisa menikah dengan Yogi Andirja lewat sayembara konyol yang di adakan oleh sang Nenek yang tidak lain adalah mertua Shayla. Shayla tau pernikahan tersebut karena keterpaksaan satu sama lain. Jadi Yogi melarang kepada Shayla untuk mencintainya, dia melarang keras cinta itu timbul di dalam rumah tangganya. Bulan demi bulan Shayla lewati meskipun sikap Yogi sangat dingin kepadanya namun itu tidak membunuh semangat Shayla yang tetap berusaha untuk menggapai sebuah arti manis cinta dalam berumah tangga. Setelah berusaha lumayan lama dengan ujian yang menguras tenaga dan air mata, akhirnya hati milik Yogi mulai berubah hangat namun rupanya sudah ada yang berubah dengan kesabaran Shayla. Tetapi bagaimana dengan cinta yang di larang?

Lihat lebih banyak
Dilarang Untuk Mencintai Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
28 Bab
Sayembara
Shayla langsung melotot kan matanya. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat itu, laki laki tampan yang di kagumi nya dari setahun lalu kini berjalan di hadapan Shayla bahkan menuju ke arahnya.  Langkah demi langkah kaki laki laki itu berhasil membuat detak jantung Shayla berdegup kencang. Dia bahkan menganga karena saking terkejutnya.  [Sesempurna inikah ciptaan engkau Ya Allah. Laki-laki yang sangat aku idam-idamkan kini sedang berjalan dengan begitu gagahnya di hadapan hamba. Hamba sangat mencintai dia] batin Shayla.  Langkah kaki itu semakin lama semakin dekat hingga membuat Shayla menutup mata karena takut untuk menatap kedua bola matanya. Pada saat laki-laki itu sudah sampai di meja tempat Shayla, tiba-tiba seseorang yang berada di belakang Shayla memanggil nama Laki-laki itu.  "Yogi, sini." ucap nya.  Laki-laki bernama Yogi itu tersenyum
Baca selengkapnya
Bimbang & Takut
"Nyonya Arumi Reisy Hussein Andirja, wow berarti Andirja ini marga keluarganya dong," Wulan membolak-balikkan kartu nama yang di berikan oleh nenek tua tadi pagi.  "Terima saja pernikahan itu lagian kan Yogi sudah mau menikahi kamu jadi kamu itu jangan sok jual mahal gitu! Bukannya mimpi mu sudah terwujud terus masih mikirin apa lagi, ah?" tanya Wulan.  Shayla merebahkan tubuhnya di atas kasur butut nya, ia masih bingung dengan tawaran nenek Arumi tentang menikah dengan cucu semata wayangnya.  "Aku bingung Lan, aku harus bahagia atau aku harus bersedih karena di sini aku hanya tinggal berdua saja dengan kamu bahkan ke Jakarta ini pun kita hanya untuk cari kerja! Kalau nanti Emak dan Abah tau mendadak kalau aku menikah yang ada mereka akan bingung pinjem uang sama tetangga untuk hajatan di kampung dan untuk ke Jakarta," tutur Shayla.  Wulan menaruh kartu nama i
Baca selengkapnya
SAH!
Wali dari mempelai wanita berperan sebagai ijab, mengatakan.  “Ananda Yogi Andirja bin almarhum Yahya Putra Reisy Andirja saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Shayla Ramadhani binti Ali Aziz dengan maskawinnya berupa uang seratus juta tunai.” Lalu, mempelai pria menjawabnya dengan lantang.  “Saya terima nikah dan kawinnya Shayla Ramadhani binti Ali Aziz dengan maskawin tersebut dibayar tunai.” "Bagaimana para saksi? Sah?" tanya sang wali nikah.  "SAH!!" jawab beberapa orang di dalam masjid tersebut.  "Alhamdulillah ijab kabul nya lancar tanpa gerogi sedikitpun si mempelai prianya, semoga pengantin baru ini menjadi keluarga yang sakinah. Di berikan keturunan yang tampan dan cantik serta di berikan ikatan cinta yang kuat di dunia dan akhirat nanti, Aamiin yaa robbal alamin."  Shayla
Baca selengkapnya
Lepas cincin
Nenek Arumi membawa sebuah benda mungil berbentuk love berwarna merah. Dia berjalan menuju kamar Yogi namun sang pemilik kamar masih berada di halaman depan rumah.  "Nenek mau ke mana?" tanya Yogi ketika ia sudah sampai di ambang pintu masuk.  Nenek Arumi sontak menoleh, ia melihat ke arah sang cucu tersayang. Nenek Arumi tersenyum manis ke arah Yogi yang sedang mendekat kepadanya.  "Nenek mau ke kamar kamu," ucap Nenek Arumi.  "Mau ngapain?" tanya Yogi dengan di penuhi rasa curiga.  Sekarang Yogi sudah merasakan hal yang tidak nyaman, dia takut jika sang nenek berulah lagi hingga membuat Yogi kesal.  "Nenek mau memberikan sesuatu kepada kalian, ayo masuk." Nenek Arumi menarik lengan kanan Yogi untuk masuk ke dalam kamar Yogi.  Clek!  Pintu kamar tersebut terbuka dan memperlihat
Baca selengkapnya
Di kurung berdua
Yogi tertidur di atas ranjang sementara Shayla tidur di atas sajadah, setelah melaksanakan sholat tahajjud Shayla ketiduran di sana. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi namun kedua orang tersebut masih tetap tertidur hingga kemudian Yogi terbangun. Yogi memiringkan tubuhnya ke arah kanan, ia diam sejenak namun tanpa sadar dia melihat Shayla yang tertidur di atas sajadah dengan mukenah yang masih tetap di tubuhnya. "Malas sekali hari ini!" Yogi duduk lalu meregangkan tubuhnya dengan sesekali dia menguap. "Sudah jam berapa ini? Jam tujuh pagi! Aduh aku ada pertemuan dengan perusahaan Nagasaki di Jepang kan, aduh aku masih belum siap siap lagi." Yogi turun dari atas ranjang dengan terburu buru lalu langsung pergi ke arah kamar mandi. Shayla merasa terusik dengan langkah kaki Yogi yang begitu terburu buru sekali lewat di sebelahnya hingga tidur Shayla terganggu dan langsung bangun. BRAK! Yogi membanting pin
Baca selengkapnya
Niatan Perjodohan
"Mak Shayla iku kapan yo balik?" tanya Bapak Shayla. Sementara si Ibu yang tadinya sedang fokus menjahit celana yang bolong sontak terhenti dan langsung melihat ke arah si Bapak. "Loh, ada apa toh Pak?" tanya si Ibu balik. "Begini Bu, itu anaknya Pak RT, Jali tau kan Ibu?""Enggeh, terus kenapa?" Ibu Shayla masih penasaran dengan apa yang di maksud oleh sang suami tersebut. "Itu sih Jali katanya ingin menjadi menantu Bapak! Dia itu cinta sekali sama nduk Shayla, Bu! Bukannya sih Jali itu orang berada jadi bisalah membantu perekonomian kita." Si Bapak nampak girang menceritakan hal itu. "Sudahlah Pak, kita ndak usah main jodoh jodohin begitu karena jodoh semua orang sudah di atur sama yang Maha Kuasa, Bapak ndak usah pusing pusing untuk mencarikan suami untuk Shayla! Shayla wes gede tau cari sendiri! Bapak ndak usah repot repot itu! Ibuk juga tidak setuju!" tutur Ibu Shayla menyangkal keras niatan sang suami yang
Baca selengkapnya
Jangan menyerah
Dari arah luar nenek Arumi membuka kunci pintu kamar Yogi hingga membuat kedua orang yang berada di dalam kamar tersebut terkejut dan melihat secara bersamaan ke arah pintu.  "Itu pasti nenek Arumi! Cepat cepat naik ke atas ranjang! Cepat!" pinta Yogi.  Shayla langsung naik ke atas ranjang, Yogi langsung memeluk tubuh Shayla dari arah samping.  Shayla menoleh ke arah Yogi, dia memandangi bentuk wajah Yogi yang sangat indah. Jarak tubuh mereka berdua memanglah begitu dekat serta pelukan itu semakin membuat Shayla di mabuk kan oleh cintanya terhadap sang suami.  [Lagi lagi aku hanya bisa mengagumimu Mas namun tidak bisa untuk memiliki kamu sepenuhnya! Jika di kata sakit, sudah pasti sakit hati yang aku rasakan, kau adalah suami ku namun aku di larang untuk mencintai kamu Mas,] batin Shayla.  Pintu tersebut terbuka lalu memperlihatkan nenek Arumi yang tersenyum senyum sendiri menatap Shayla dan Yogi yang duduk di atas ran
Baca selengkapnya
Orang kaya
Tok...tok...tok! Wulan mengetuk pintu besar nan megah itu. Rumah bersusun tiga dengan beberapa lapisan yang begitu mewah dan terkesan sangat mahal. Sampai sekarang pun Wulan masih merasa tidak percaya bisa menginjakkan kakinya di lantai super bersih rumah tersebut. Rumah keluarga besar 'Andirja'. Keluarga konglomerat dengan keunikan di dalamnya. "Wow! ini mimpi atau enggak ya? aku bisa menginjakkan kaki di rumah ini, eh bukan ini kayaknya gak pas kalau di bilang rumah tapi ini adalah hotel super mahal se Asia!" seru Wulan karena saking terkejutnya melihat rumah tersebut. "Paling enak itu Shayla bisa tinggal di rumah megah seperti ini, beruntung banget dia tapi gapapa lah ada waktunya buat aku seperti ini juga," ucapnya dengan penuh harap. Pintu tersebut tiba tiba terbuka lalu memperlihatkan salah satu pembantu di rumah tersebut. "Nona ada perlu dengan siapa?" tanyanya lembut. "Saya ingin bertemu dengan Sha
Baca selengkapnya
Tidak pernah diduga!
tok...tok...tok! Suara ketukan pintu itu berhasil membuat Yogi menoleh ke arah pintu. "Aku yakin itu pasti nenek Arumi," ucap Yogi. "Yogi buka pintunya sayang, ini ada Wulan mau bertemu dengan istri kamu!" teriak nenek Arumi. "Iya Shayla ini aku, wulan!" sahut Wulan di balik pintu itu juga. Yogi langsung menghembuskan nafas lesu. Dia merasa malas sekali jika harus berakting di depan mereka berdua. "Iya tunggu sebentar!" jawab Yogi. Sementara Shayla masih tidur meringkuk di atas kasur lantai miliknya, dari tadi perutnya selalu merasakan sakit. Yogi langsung menaruh laptopnya di atas kasur lalu dia turun dari ranjang. Dia langsung mendesis keras, bagaimana bisa wanita di hadapannya itu tiba tiba sudah tertidur. "Kenapa malah tidur sih wanita sialan ini!" gerutu Yogi lalu dia mencoba untuk membangunkan Shayla mengunakan kakinya. "bangun, ada nenek Arumi di luar," ucapnya. <
Baca selengkapnya
Takut
"Aku pamit pulang dulu ya, Shayla. Nanti aku ada jam kerja di restoran, aku sekarang kerja di restoran agar tidak gabut di kosan," ucap Wulan sambil tersenyum manis ke arah Shayla. "Maaf aku gak bisa menemanimu di kosan tetapi jika kamu butuh bantuan kamu bisa mengabari aku secepatnya, jangan sungkan sungkan, mengerti?" tutur Shayla. Wulan tersenyum kemudian ia mengangguk. "Pasti, karena kamu adalah keluarga aku juga," ucapnya. Shayla tersenyum. "Aku balik ke kosan ya? Mn, jangan bersedih lagi oke?" pinta Wulan. Shayla mengangguk. "Iya aku gak akan bersedih lagi, terima kasih atas dukungan kamu." Shayla tidak ada hentinya tersenyum ke arah Wulan. "Bagaimana kalau kamu di antar sama Mas Yogi ke kosan? nanti aku minta dia untuk mengantarkan kamu pulang ke kosan, bagaimana?" tawarnya. "Ah, sudah gak usah aku naik angkot saja lagian suami kamu masih sibuk kan, jadi gapapa aku naik angkot saja."Shayla m
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status