GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

Oleh:  Hielmy Muthia  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
69Bab
207.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Mengetahui kalau dirinya menjadi bahan hinaan dan olok-olok di grup chat rahasia suaminya bersama ipar dan para mantu putri di keluarga besar mereka, membuat Haifa gadis tulus dan sangat mencintai Yudha suaminya, yang selama ini dianggap bodoh, lugu dan lemah berubah menjadi wanita yang cerdas, tangguh dan penuh kejutan

Lihat lebih banyak
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
69 Bab
Chat Rahasia
  [ Yakin masih mau bertahan dengan perempuan udik dan kampungan itu, Yudha?]Mata Haifa mengerjap. Mbak Meri berfikir jika Yudha suaminya yang tengah on line.  Serr. Deg.  Pesan  Mbak Meri tampak menonjol diantara pesan anggopta Brahma Squad lainnya. Mbak Meri,  Mbak Shila, Mas Andri, Mas Raka dan Yudha suaminya,  Meri dan Sila adalah mantu Putri di keluarga  Yudha, selain dirinya. Sedangkan Andri dan Raka adalah suami mereka, kakak dari Yudha. Erika sendiri adalah anak perempuan satu-satunya keluarga Pak Brahma dan Bu Intan,putri bungsu diantara empat bersaudara. [ Sudah udik, kampungan, pemalas pula.] Lanjut Mbak Meri, ditimpali emot tawa oleh Mbak Shila , membuat wajah Haifa makin panas. Jadi selama ini, grup itu tidak segan menghina dan  mencaci dirinya. Pantas dia tidak dimasukan an
Baca selengkapnya
Rasa Yang Hilang
  Angin senja menerbangkan sisa   kemilau perak berganti dengan semburat kuning di ujung langit. Haifa kembali membetulkan letak hijabnya yang meriap di terpa angin. Hari hampir magrib. Entah mengapa Haifa tidak sedikitpun melirik jam di pergelangan tangannya. Kalaupun saat ini dia berdiri di depan teras rumahnya yang sepi, dia tidak ingin menunggu siapapun.  Semenjak Yudha pergi tadi pagi, tak sekalipun dia melihat gawai untuk mencari kabar suaminya. Hal yang tidak pernah absen dilakukan selama ini, menunggu Yudha kembali dari tempat kerja, menanti kehadirannya dengan penuh rindu dan menyambut sosok imamnya dengan penuh cinta. Duh, kemana larinya semua rasa itu? Kemana perginya segenap penantian  yang selama ini menemani hari-harinya? Rasa sayang dan cinta itu tidak hilang, hanya saja Haifa sadar, mungkin rasa it
Baca selengkapnya
Menampar Pelakor
  "Mas, kok?" Haifa yang pertama mundur ke belakang karena kaget. Bukankah Yudha sedang menghabiskan malam romantis bersama Sekar? Kenapa dia sekarang hadir di sini? Harusnya Haifa terlonjak bahagia karena Yudha hadir dan menghentikan tawa mengejek Meri dan Shila.  Sayang, Yudha tidak sendiri. Bersamanya ada sosok perempuan semampai dengan kulit bak pulalam dan dandanan nan seksi. Yudha hadir bersama Sekar. Kressss Kembali ada rasa sakit yang tidak bisa dilawan. Duh Gusti, padahal hamba sudah berusaha iklas, tapi mengapa melihat laki-laki yang kucintai sepenuh jiwa berdiri bersama perempuan lain, hamba lagi-lagi hancur dan terluka. Haifa mendesah sendu, perlahan menggeleng, berusaha memandang arah di mana tak seorang pun melihat air mata yang kembali menggenang di kelopak matanya. "Kamu sudah pulang,
Baca selengkapnya
Dinding Pemisah
  Haifa terlonjak. Dengan cepat mendekati Ibu dan memegang tangan perempuan yang teramat dihormatinya. Wajah lembut Haifa berubah sangat khawatir melihat napas  Ibu yang terlihat turun naik. "Ibu?" Haifa dengan lembut menuntun Ibu mertuanya, perlahan membujuknya agar kembali masuk. "Ibu, masuk yuk." "Tunggu." Sekar yang masih memegang pipinya yang masih terasa panas, tampak belum puas. Apalagi barusan dia dengan jelas mendengar Ibu menyebutnya wanita sundal. Menyebalkan. Perempuan tua, kurang ajar. Kamu pikir aku perempuan rendah yang bisa kau injak begitu saja? Gerutunya nampak sangat tersinggung. "Ada apalagi? Cukup, pergi dari rumah ini. Akhiri keributan ini ,Sekar." Haifa menatap  ke arah kekasih suaminya dengan tajam, memohon pengertian agar Sekar segera pergi.  
Baca selengkapnya
Permainan Dimulai
  Keluar dari kamar Yudha dengan tas besar di tangan, membuat Haifa sedikit menyeret langkahnya. Haifa menjatuhkan tubuhnya di atas pinggiran tempat tidur.  Air mata yang dari tadi ditahannya lolos sudah. Haifa tersedu  Perkawinan macam apa yang kau janjikan padaku, Mas? Mahligai macam apa yang mengharuskan seorang istri tidak boleh mencampuri hidup suaminya? Saling menjauh dan membentangkan jarak? Kenapa kau tidak melepaskanku dan mentalakku sekalian? Agar aku bisa pergi dari hidupmu sejauh yang aku mau? Haifa merintih. Gusti Allah, seandainya kasih sayang Ibu mertua tak seluas lautan biru, sungguh Haifa tak kan Sudi tinggal seatap dengan pria berhati batu seperti Yudha suaminya. Allahu Akbar. Sakit sekali co
Baca selengkapnya
Perlawanan Yang Elegan
Pukul delapan lewat, susah payah akhirnya Yudha selesai mematut diri dan bersiap berangkat kerja. Kemeja warna ping muda dan celana bahan warna abu, belum dasi yang ada cuma warna hijau tua. Sangat jauh dari kata serasi dan elegan. [Haifa, baju-baju dan dasiku kamu taroh di mana?] Yudha mengetik pesan, meski segan tapi terpaksa dilakukan. [ Banyak , tapi belum ku setrika. Semuanya masih ada di ruang setrika.] [ Berarti bajuku  yang sudah disetrika cuma dua biji ini? Itu pun warna ping dan ungu? ] [Hu'um]  [Kenapa, belum disetrika semua?] [ Aku stres baca semua pesan di grup rahasimu, Mas.] Yudha memijit pelipisnya, pusing. [Salahkah aku, kalau  merasa stres dan tertekan sehingga gak bisa bekerja?] Lanjut Haifa galak. Baca selengkapnya
Pelajaran Manis Buat Duo Bengek
7 Belum lenyap rasa kaget dan shock di hati Meri dan Shila, suara berisik yang berasal dari ponsel yang disimpan di dalam tas mewah mereka terdengar bersahutan. Kring. Kring. Tolelot. Suara telephon mendadak ramai di ponsel Meri dan Shila. Tak butuh waktu lama, ada banyak yang meminta klarifikasi tentang Screenshot percakapannya di Grup WA mereka. Mas Tarno. Mbak Yuni. Teh Lala. Kang Barna. Terlihat nama-nama anak mantu Bi Indah dan Mang Wawan yang menelepon. " Jawab, Shil."Meri terlihat gemetar, menyodorkan ponselnya yang terus menjerit-jerit minta diangkat. Dia tahu berhadapan dengan siapa, keluarga Bi Indah terkenal solid da
Baca selengkapnya
Diperas You Tuber Kampung
Shila memarkirkan mobilnya dengan hati berbunga-bunga, bagaimana tidak hari ini dia sudah berhasil menghajar Haifa dengan begitu jaharanya. Shila tidak akan lupa Bagaimana wajah perempuan udik itu mengkerut dan hanya mampu menahan tangis tanpa bisa melawan. Amazing. Dengan perasaan riang, Shila memandang sekeliling rumahnya yang lengang. Hanya ada dirinya dan beberapa pembantun yang sibuk di rumah belakang.Tak berbeda dengan rumah Meri yang berkelas, rumah Shila pun tak kalah   nyaman dan mewah, dengan halaman luas dan gaya minimalis yang modern.  Beberapa mobil mewah terparkir di garasi rumah. Shila memang pantas bangga dengan pencapaiannya. Sebagai selebgram dan model banyak produk ternama di kotanya, dia memang dengan mudah mengumpulkan pundi rupiah, apalagi bersuamikan seorang profesional yang bekerja di perusahaan asing yang bermarkas di luar negeri dan bergaji besar ditambah
Baca selengkapnya
Misi Berhasil
 Drrrt.  Drrtttt. Kring ... Baru saja mereka menepikan mobil dan hendak singgah ke sebuah kafe buat diskusi, ponsel Meri telah dibombardir dengan panggilan suara dan pesan masuk. [ Aku berubah fikiran. Aku memilih mengunggahnya di kanal you  tube. ] Belum sempat Meri dan Shila menjawab setuju atau tidak, nomor misterius yang tadi meminta uang 250 juta sudah main ralat. Kali ini tidak pakai capslock jebol, tapi  malah lebih menjengkelkan. [ Apa maumu, hah?] Balas Meri, mencoba menggertak. [Aku akan tetap mengunggahnya.] [Atau....]  Meri menepikan dan memarkirkan mobilnya. Diikuti Shila dan Erika yang buru-buru ke luar dari mobil dan masuk ke dalam kafe, memesan minuman dingin dan segera mengambil posisi duduk di pojok
Baca selengkapnya
Haifa Yang Menegangkan
  Mata Surti merem melek menerima layanan premium di salon mewah dan mahal yang menjadi pilihan Haifa saat ini. Bukan hanya tempatnya bagus dan nyaman tapi juga pelayanannya yang sangat memuaskan. Cukup lama Haifa dan Surti menikmati paket lengkap perawatan di salon itu, mulai dari ujung kuku sampai ujung rambut. Surti perlahan bangkit,  wajahnya  terlihat cerah dengan mata berbinar. Rangkaian perawatan lengkap yang dipilih Haifa  telah selesai. Terlihat Surti menghela nafas dengan lega saat gadis tomboy itu merasakan seluruh tubuhnya ringan dan kulit menjadi kinclong. Diliriknya Haifa yang juga terlihat pangling. Bukan hanya rambutnya yang tampak indah , tapi juga wajah dan tubuh terlihat bersih dan lembut. Untuk pertama kalinya Surti memperhatikan wajah Haifa, selama ini mer
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status