Terjerat Cinta CEO Dingin
panggil Emma ketika rapat telah usai, suaranya dingin namun terukur, seperti angin musim dingin yang menyusup ke sela-sela jendela.
“Ada yang bisa dibantu, Nona Emma?” Aneth menjawab dengan nada sopan, berdiri dengan tubuh tegap seperti seorang prajurit yang setia.
“Anda mengenal mahasiswi bernama Clara Evander?” Tanya Emma, kali ini lebih menajamkan sorot matanya, seolah mencari jawaban yang lebih dari sekadar kata-kata.
Aneth menganggukkan kepala, bibirnya melengkung dalam senyum tipis. “Ya. Saya mengenalnya. Dia adalah putri pertama Tuan Mark, baru memasuki semester satu di tahun ini.”