Mirna
Dari pacaran hingga menikah selama tujuh tahun, Eiden Banara membatalkan lima puluh dua perjalanan kami.
Setiap kali, dia selalu berdalih sibuk dengan proyek, tugas mendadak ke luar kota, atau kesehatan orang tua yang kurang baik. Dia berkata akan menebusnya lain kali.
Aku mempercayainya lima puluh dua kali.
Sampai bulan lalu, aku menemukan sebuah buku agenda perjalanan di ruang kerjanya.
Di dalamnya terselip lima puluh dua tiket pesawat menuju kota yang sama, serta lima puluh dua foto dirinya bersama kekasih masa kecilnya.
Pada foto pertama tertulis, [Dia bilang ingin melihat laut, jadi aku menunda semua pekerjaan dan menemaninya.]
Pada foto ketiga puluh tiga tertulis, [Dia mabuk dan berkata bahwa penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah tidak bisa membangun keluarga bersamaku.]
Foto kelima puluh dua diambil pada hari ketika dia membatalkan perjalanan pada ulang tahun pernikahan kami yang kelima.
Di balik foto itu tertulis, [Dia hamil. Aku akan menjadi ayah!]
Aku diam-diam menyeka air mata, lalu setelah menyusun surat perjanjian perceraian, aku memesan tiket pesawat menuju Antaruka.
Kali ini, aku akan menikmati pemandangan itu seorang diri.