Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Semua barangnya hampir laku dalam sekejap. "Sial, orang-orang apa sudah buta, ya? Bisa-bisanya mereka tertipu?" Wita menggelengkan kepala, dia membelalakkan mata tidak percaya. Mungkin bukan karena mereka buta ... tapi karena terbawa perasaan sendiri. Jumlah penonton siaran langsung Rani makin bertambah, dia terus mendapatkan banyak hadiah. Dia mungkin sudah menghasilkan banyak uang hanya dalam waktu satu jam.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai 9 matahari
Baca
+Pustaka
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

sahut Kiman. “Terserah gue, mah,” jawab Candra. “Kita mau ngejar sunrise atau enggak?” tanya Anja menatap teman-temannya. “Lu semua ‘kan tahu, kalo gue sih gak terlalu ngejar matahari terbit, yang penting gue sampe puncak,” jelas Gugun, lalu menyulut sebatang rokok keretek. “Perkiraan ke puncak kurang lebih satu jam. Ya paling bisa tiga puluh sampe empat puluh menit, dah.” Anja mengisap rokoknya dalam-dalam.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai 9 matahari
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Hah! Ge Er! Siapa yang mengikutimu?” protes Lili. “Oh ya? Baiklah. Anggap saja iya,” ucap Wandi menggoda Lili. Lili lalu tidak memperdulikan Wandi. Perhatiannya tertarik oleh matahari pagi yang baru terbit itu. Ia mendongakkan wajahnya dan memejamkan matanya. Ia berdiri tepat di tempat cahaya matahari yang hangat itu menyorot wajahnya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai 9 matahari
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

goda Narthana. “Hahaha, jadi bener kamu nggak ikut?” tanya Sherianne sekali lagi. “Iya, nggak Ma. Ya udah, Papa sama Mama mending pergi sekarang, nanti keburu tambah macet,” ujar Narthana. Satya melirik jam tangannya, 18.00. Ini hari Sabtu—jam padat dimana para warga Jakarta keluar rumah untuk melepas penat.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai 9 matahari
Baca
+Pustaka
MAGIC CARD

MAGIC CARD

Malam akhirnya telah berganti. Hawa udara yang sedingin es serasa menusuk sampai ke dalam tulang, secara perlahan mulai menghangat saat sinar mentari pagi menyentuh kulit mereka. Isamu dan para anak buahnya akhirnya bangun dari tidurnya lalu menatap sang mentari fajar. Mereka semua sedikit terkejut karena matahari yang mereka lihat bukanlah satu melainkan ada lima matahari sekaligus.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai 9 matahari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status