Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AJUDAN SELEMBE

AJUDAN SELEMBE

sahut Nareswara. "Minta kopi agak banyakan, Sa," celetuk Narapati. "Kopi sudah ada di meja, Bang. Plus teko listrik, teh, gula, dan creamer," tutur Herjuno, Adik Mahesa. "Aku mau kopi khas Bandung, Dek. Apa namanya?" tanya Narapati. "Enggak tahu aku. Kalau kopi khas Sukabumi dan Cianjur, aku tahu," balas Herjuno.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as sajak kopi
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as sajak kopi
Read
+Library
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Dia sangat hebat. Dia bahkan bisa membunuh orang tanpa menyentuh. Jika kau ingin bukti. Aku akan meminta dukun agar membuatmu menyukaiku.” Saka menggeleng pelan. Ia mengambil kopi Aruna kemudian mencicipinya perlaha. Ia mengernyit samar. Sesuai dengan dugaannya, sangat pahit! Kopi tersebut sangat hitam. Aruna terlalu banyak menaruh bubuk kopi daripada air dan gulanya. “Tidak enak ya?” Aruna menatap Saka dengan kawatir. ‘Sangat tidak enak!’ batin Saka menjerit. Ingin langsung muntah ketika mencicipi kopi tersebut. “Lumayan, aku tidak suka kopi yang pahit. Kau bisa mengurangi bubuk kopinya.”
9.590.9K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as sajak kopi
Read
+Library
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Iya, Nona.” “Bisakah aku memesan kopi kental, namun tak manis ataupun tak pahit.” “Dan …”Nona itu memerhatikan Latisya dari ujung kepala sampai kaki. Tatapannya tidak begitu sinis, tapi cukup ramah. Lalu melanjutkan ucapannya terhadap Latisya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as sajak kopi
Read
+Library
Sleeping With Mr. Arrogant

Sleeping With Mr. Arrogant

“Nggak apa-apa kan dengan sarapan paginya? Atau–” “Nggak apa-apa,” potong Saka. Kemudian dia meneguk kopinya dan lagi-lagi tertegun. Rasa kopi itu... sangat pas di lidahnya. Bahkan rasanya lebih enak dari dua kopi favoritnya. Saka melirik Renata yang kini duduk di kursinya, sedang meminum segelas susu. “Bi Ambar yang ngajarin kamu buat kopi ini?”
105.7K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as sajak kopi
Read
+Library
BODYGUARD KESAYANGAN

BODYGUARD KESAYANGAN

Pertanyaan Aya terdengar seperti perintah bagi Saka. Tangan yang biasa memegang belati dari dulu itu, kini sekuat tenaga memegang cangkir kopi di depannya. Mana minumannya imut-imut dengan hiasan gambar lope-lope. Aya pun sama, ia mengangkat secangkir white coffe dan terpaksa menenggaknya seteguk. Aya telan sekuat tenaga, kalau nggak gengsi dan malu sama Saka sudah dia sembur ke langit. Terus Saka gimana? Manusia harimau itu menahan napas ketika aroma kopi terhirup sangat kuat sampai ke ubun-ubunnya.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as sajak kopi
Read
+Library
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

pinta Zaskia. Ia menyerahkan kopi buatannya ke hadapan Satria. Lalu, duduk di sofa depan, berhadapan langsung dengan Satria. "Jam segini, kamu pasti udah cukup lelah dan ngantuk. Aku yakin kamu butuh itu!" tutur Siska, penuh harap agar kopi tersebut diminum habis oleh Satria. Satria mengangguk pelan. Aroma khas kopi yang masuk ke dalam indra penciumannya saat ini, sangat nikmat. Baginya, aroma kopi di kota ini tidak ada duanya.
1075.3K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as sajak kopi
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as sajak kopi
Read
+Library
Oh, My Lawyer

Oh, My Lawyer

Semakin bingung lagi saat Keira hanya menaruh kopi sachet di dalam gelas. “Kopi americano kae maksude kui kopi ireng? Tapi namane kok keren men ya… americano, berarti ki kopi Surabaya jadine Surabayano, kalau Jakarta jadine Jakartano ngono, Kei.” Rosanna yang bertanya dengan kebingungan. -kopi americano itu maksudnya kopi hitam? Tapi namanya kok keren amat ya… americano, berarti itu kopi Surabaya jadinya Surabayano, kalau Jakarta jadinya Jakartano gitu, Kei-
3.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as sajak kopi
Read
+Library
Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku

Dia memajukan tubuh semakin dekat denganku, lalu berkata dengan pelan. "Mau kopi apa? Kopi susu, kopi late, moccacino, cappucino, atau ... kopi cinta?" Aku memajukan tubuh, mendekatkan diri pada wajah Soni yang berada beberapa senti di depan wajahku. Kedua tangan kulipat di meja, lalu berucap dengan suara yang berbisik. "Kopi Dangdut." Soni tertawa lepas membuat kedua temannya yang ada di meja lain bersorak menggoda. Aku hanya mengulum senyum, merasa malu karena jadi perhatian.
10500.0K viewsCompletedAdded to Library 14.0K Times as sajak kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status