The Princess Troublemaker
tandas Angello dengan suara dingin, datar seolah berada di satu garis nada yang lurus dan dibungkus erat oleh keseriusan yang mendadak menusuk dada supaya si gadis menurut.
Jessica memejamkan matanya, tahu bahwa dia tidak memiliki celah untuk melawan lagi selain menghela napas teramat berat dan melingkarkan sepasang lengannya di pinggang sang kakak. “For a while, i feel safe beside you, Brother,” bisiknya sangat lirih dan sukses membuat sang kakak tergugu. Jessica melanjutkan pahit kemudian, “Kenapa kita harus berada di ambang kehancuran begini, Jello? Sica nggak mau, i hate that.”
Kalimat bernada lemah itu berhasil menusuk ulu hati Angello. Me too, little girl, dan dia cuma mampu membatin p
Bab Populer