Pangeran Dari Neraka
Evan menarik kursi, dan mendudukkan Aaron di sampingnya, sedangkan dia duduk berhadapan dengan Caroline, Evan tidak sadar, jika Caroline sedang memperhatikannya.
"Kenapa wajahnya begitu mirip dengan Arthur, andai saja itu kamu Arthur, Arron pasti akan sangat senang." Caroline membatin dalam hati.
"Alon mau cama Dady, Alon penen dicuapin Dady," ucap Arron, sambil menatap Evan, ada binar bahagia terpancar dari mata Arron.
"Maaf jika merepotkanmu," seru Caroline, dia merasa tidak enak, karena putranya terus merepotkan Evan.