LEMBUR TENGAH MALAM
Jantungnya berdegup sangat kencang, keringat dingin mulai menetes di pelipisnya, meskipun udara malam terasa menusuk.
"Main hape aja, pura-pura nggak tahu," katanya dalam hati. Tangannya gemetar, tapi dia tetap memaksa dirinya untuk tetap fokus pada layar ponsel. Namun, dalam kepanikan itu, dia tak sengaja membuka aplikasi kalkulator. Ya Tuhan, kalkulator?! pikirnya frustasi, tapi dia tetap bermain angka-angka di layar, seolah-olah sedang menghitung sesuatu yang penting.
"Yah, kukira kau bisa melihatku," suara abang ojek itu terdengar lirih, dan Gracya bisa merasakan nada kecewa dalam suaranya.
Hot Chapters