Murid Kesayangan
Lagi-lagi sahutan terdengar dari beberapa orang.
Mulai aku panggil satu per satu dari siswa dengan abjad paling awal. Anggita, Bellinda, Catherine, Doan, dan seterusnya. Lucu-lucu juga judul lagu yang mereka sebut. Sebagian besar lagu hit dari Korsel. Yang lainnya lagu dalam negeri.
"Istanti Prastika!" Aku memanggil sambil melihat ke seluruh ruangan.
"Hadir, Pak. Bengawan Solo!" Seorang gadis kurus dengan wajah oval menjawab.