Tukang Pijat Tampan
Renata tersenyum melihat reaksi itu, lalu dengan sengaja menggoyangkan pinggulnya, gerakan yang sangat sensual, sangat menggoda, gerakan yang ia tahu akan membuat Adit kehilangan akal sehatnya.
Dan memang, tubuh Adit bereaksi secara otomatis. Ia tidak bisa mengontrolnya.
Renata merasakan itu dan tersenyum lebar; senyum kemenangan.
"Astaga, kamu nakal sekali, Adit," katanya dengan nada yang sangat menggoda sambil menggerakkan pinggulnya lagi dengan sengaja. "Ada yang keras di celanamu. Mau aku puaskan?"
Adit menelan ludah, otaknya berperang dengan tubuhnya.