KISAH CINTA YANG TERNODA
Pak Cipto menghapus titik keringat di pelipis bu Mutia, rona di wajahnya belum sepenuhnya hilang, membuat pria itu kembali mendaratkan ciuman yang dalam di pelipis yang tadi berkeringat.
“Maafkan mas, Sayang.” Pak Cipto mengecup dalam dan mengucap maaf atas kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Kesalahannya yang dulu pernah mendua, kesalahannya yang dulu pernah meninggalkan kenikmatan percintaan yang halal bersama istrinya di atas pembaringan mereka, kesalahannya yang dulu pernah lena dengan cinta yang tak suci, cinta yang tak halal. Bagaimana pun dulu wanita itu memuaskannya, namun syetan juga ikut bermain di dalamnya. Sementara kenikmatan gairah bersama istrinya di rumah ternyata jauh lebih