KINASIH
Mereka tahu, bagaimana terpuruknya wanita itu harus kehilangan orang-orang terkasihnya.
Namun, di dalam kamarnya yang luas, Asih justru duduk tenang dengan secarik kertas di tangan. Satu nama itu terus diulang dalam hati, dan dia tersenyum sinis saat ingatannya kembali pada momen di mana dia melihat sendiri pemilik nama tersebut, berdiri di antara pelayat. Penampilannya tak jauh berbeda dengan yang lain, hanya gerak-geriknya yang terlihat gelisah. Asih yakin, jika nama yang dimaksud Rosma adalah orang tersebut, karena hubungan mereka dekat dan tentu saja, Asih menemukan satu titik yang kemungkinan menjadi alasan pelaku berbuat demikian.
"Mengapa kau tak memakai tanganmu sendiri? Cih! Pengecu
Hot Chapters