Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaki Kaki Mungil

Kaki Kaki Mungil

Suara menolak putusan meraung-raung dalam ruangan, itu pasti milik Anggi, meski tidak terlihat batang hidungnya sedari tadi. Aku menang atau kalah? Tanya Hanna. *** Dilemparkannya seluruh tubuh pada sofa biru empuk milik Nazri di ruangannya. Tak dihiraukan cerocosan pertanyaan Nazri, diam seribu bahasa. “Hanna….” ketusnya. Nazri memang paling tidak suka didiamkan. Ketukan pelan di pintu menggantungkan ketidaksukaannya. “Selamat siang, Pak Nazri”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai angry duckling
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

"Sebagai hukuman pelanggaran kedua, kau harus melompat sambil menyuarakan suara kodok!" ‘Mak?!’ Angon Luwak terperangah dalam hati. Untuk memprotes dia tak punya nyali. Takut Dongdongka menambahkan hukuman untuknya. Ini benar-benar pelajaran menjadi orang sinting, pikirnya. Angon Luwak melompat-lompat. Tinggi. Napasnya sudah terengah-engah. Belum lagi dia harus menirukan suara kodok.
99.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai angry duckling
Baca
+Pustaka
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

Rugi bandar dong, cuy! "Eh Lang, di mana-mana yang namanya kuntilanak itu mah kurus tinggi langsing, biar bisa nangkring di atas dahan. Lah ini anakan gajah mana cocok jadi kuntilanak? Begitu mau nangkring di dahan, yang ada dahannya malah patah lagi. Hantu semok begini mah benernya namanya wewe gombel!" Altan yang ikut menyusul duduk di taman, seperti biasa mulai membullynya. Sehari aja si brondong borju ini tidak mengusilinya, mungkin badannya bisa gatal-gatal semua.
9.750.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai angry duckling
Baca
+Pustaka
Kaisar Seruling Emas

Kaisar Seruling Emas

gumam Angling dengan mata melebar, dan suara gumaman Angling dapat didengar oleh kedua telinga Chandra. Chandra menatap nyalang Angling masih dalam keadaan berguling-guling di permukaan tanah, dan menendang singkong premium milik pemuda berambut sebahu tersebut, “Dasar laki-laki mesum!” “Aakh!” pekik Angling dengan tubuh terpental beberapa meter, lalu berguling ke kiri, dan ke kanan sambil memegangi singkong premium miliknya. “Berani kau menyentuh tubuhku, hah?”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai angry duckling
Baca
+Pustaka
Anda juga akan menyukai
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status