Cinta Usai Berpisah
“Ayo kita makan bertiga, ya, Om? Aku laper, nanti Ciara kenalin temen Ciara.”
“Ciara,” kata Cinta dengan suara lebih tajam.
Tapi Abrisam menengahi, suaranya rendah dan tenang. “Cin, jangan marah di depan anak.”
Cinta membeku. Hanya Abrisam yang bisa memanggilnya Cin dengan suara seperti itu—mencampur luka dan cinta dalam satu nada.
Setelah jeda yang terasa lama, Cinta akhirnya tenang, walau hatinya masih terselip rasa gelisah mengingat ucapan Abrisam.
Capítulos Populares