LOGINSiapa yang tidak akan jatuh cinta pada pria tampan, mapan, dewasa, baik, sabar, dan penyayang. Dea, jatuh cinta pada Arga yang merupakan pengantin pengganti di hari pernikahannya karena Rican menghilang tiba-tiba. Dea tidak menyangka, akan mencintai pria itu dalam waktu singkat sampai dia lupa mengenal karakternya yang sedikit misterius. Dea terluka, ketika tahu jika Arga kembali dengan kekasihnya. Dia terluka ketika Rican kembali lagi, dan dia kembali terluka saat tahu, Arga dan Rican membuat perjanjian atas dirinya. Mendapat luka bertubi-tubi, akhirnya Dea menyerah. Dia tidak memilih siapapun dari mereka dan memilih pergi dari kehidupan kedua pria itu, meski dia mencintai Arga. Akankah Dea mendapat kebahagiaannya? Apa dia berhasil lolos dari Arga? Atau ikhlaskah Arga menerima keputusan itu, setelah dia tahu dirinya sangat mencintai Deandra?
View MorePada akhirnya, Deandra harus benar-benar menikah dengan orang yang tidak ia kenal sebelumnya. Bahkan, Dea baru tahu kalau Arga adalah saudara kandung Rican.Ucapan Arga benar, jika Dea tidak tahu banyak tentang Rican meski hubungan mereka sudah berjalan beberapa tahun.“Saya tahu kau tidak bahagia, tapi setidaknya jangan berkabung di hari pernikahanmu.”Teguran itu mengundang Dea untuk menatap Arga. Meski wajahnya terlihat begitu dingin dan kaku, tapi pria itu tetap menunjukkan senyum terbaik.“Apa kau bahagia?”“Tidak!” jawab Arga dengan cepat. Dia bahkan tidak menoleh ke arah Dea sedikitpun, dan hanya fokus ke depan saja.“Aku juga tidak! Dan kuharap, pernikahan ini tidak berlangsung lama!”Tidak ada jawaban lagi dari Arga. Karena mereka berdua sama-sama tidak menginginkannya, pengantin baru itu tidak sekalipun menikmati acara pernikahan mereka. Tetapi, orang tua mereka terlihat sangat bahagia.“Ayo-ayo silahkan nikmati jamuannya! Terima kasih sudah datang!”Telinga Deandra terasa p
“Sudah lebih tenang?” tanya Arga, setelah dia menemani Deandra dalam waktu cukup lama.Gadis itu menganggukkan kepala, dia menyeka sisa air mata yang masih ada di wajahnya. Lalu menatap Arga yang sejak tadi berdiri di balik pilar, sedangkan Dea duduk di kursi.Arga menarik napasnya dengan pelan. Lalu dia mendekati Dea dan berdiri di hadapan gadis itu, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Menambah kesan karismatik yang benar-benar mengagumkan.“Jadi, bagaimana keputusanmu?” tanya pria itu lagi, menunggu jawaban.“Aku tetap tidak menginginkannya.”“Tapi kau tidak diberi pilihan!”“Aku tahu!” jawab Dea dengan pasrah, walau sebenarnya saat ini dia sangat terluka, “semua ini salahku, karena terlalu percaya padanya.”“Tidak perlu menyalahkan dirimu! Berdiri, dan mulai hidup baru!”Arga pergi begitu saja, sesaat setelah dia mengatakan hal yang ingin disampaikan. Meninggalkan Dea yang masih terdiam, dengan semua kerumitan di dalam kepalanya.“Jadi, pada akhirnya aku memang tidak ada pi
Orang tua Dea dan orang tua Arga terlihat sangat antusias membicarakan pernikahan mereka. Tapi tidak dengan Dea sendiri, juga Arga.Namun, sesekali pria itu tersenyum tipis dan menjawab ketika ditanya. Sedangkan Dea? Rasanya dia sangat muak dengan semua ini.“Aku mau bicara!” ucap Dea dengan tiba-tiba, sehingga obrolan antusias orang tua mereka terhenti.Semua pandangan tertuju pada Dea, yang mana gadis itu mulai terlihat serius. Sedangkan Arga menyadari ada yang tidak beres.“ada apa De?” tanya Arum, dan mereka semua menunggu jawaban dari gadis itu.“Tadi—”“Maaf semuanya, Dea ingin bicara dengan saya. Jadi, kami permisi sebentar untuk mencari tempat berdua.”Mendengar ucapan Arga, seketika mereka semua menjadi tenang. Dan Dea sendiri terlihat kebingungan, apalagi saat Arga meraih tangannya.“Ayo, kita bicara di sana.”“Ta-tapi….”Arga tidak memberi kesempatan untuk Dea berbicara. Dia menariknya, meski terkesan lembut tapi Dea sendiri sangat kesal.“Apa jangan-jangan Dea sudah tahu?”
“Minumlah sedikit, agar lebih menenangkan pikiranmu.”Arga menerima segelas wine yang diberikan oleh seorang temannya, Ken. Pria itu adalah sahabat sekaligus sekretarisnya.Kena tahu segala sesuatu tentang Arga, begitupun dengan Arga. Mereka sudah berteman cukup lama, sehingga tidak ada hal yang perlu ditutupi lagi.“Jadi, kau benar-benar akan menikah?”Arga tidak menjawab, ia memilih untuk menikmati minumannya meski saat ini isi kepala pria itu masih rumit.Pandangannya terus tertuju ke arah luar apartemen, menikmati keindahan city light di malam hari. Karena saat ini, dia sedang duduk santai di apartemen Ken.“Ga, mau sampai kapan?”Pertanyaan itu menarik perhatiannya. Dia meletakkan gelas wine di atas meja, lalu menatap ke arah Ken yang berdiri, sambil bersandar di kaca jendela.“Mau sampai kapan terus-terus mengalah? Kau tidak bisa menjadi penanggung jawab untuk semua kesalahan Rican, Ga! Kau juga perlu bahagia!”Masih tidak ada jawaban dari bibi Arga. Dia sibuk dengan pikirannya
Entah bagaimana caranya, Arga bisa masuk ke dalam unit apartemen Dea. Dan sekarang dia sedang memperhatikan Deandra, yang tertidur di atas lantai, di pinggir kasur.“Dia menangis begitu lama sampai kelelahan?” tanya pria itu dengan suara pelan. Lalu menggelengkan kepala.
Bagai disambar petir di siang hari yang cerah, Dea tertegun bahkan napasnya sampai berhenti dalam beberapa detik.Dia menatap Didi, tapi lidahnya terasa kelu dan tenggorokan seakan tercekat. Dea benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa.“De, kau baik-baik saja?” tanya Didi, karena dia menyadari
Sampai detik ini, Dea masih berusaha menghubungi Rican. Karena dia butuh penjelasan untuk semua ini.“Ric, plis Sayang. Kamu dimana?”Dea mengusap air matanya, dia terlalu lelah menangis untuk hari ini. Seharusnya dia bahagia untuk mengurus pernikahan mereka, seharusnya sekarang dia dan Rican sibuk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.