Jangan Baca Novel Ini!
jelasku menyebutkan sumber literatur, dari kosakata spesifik di dalam teks tersebut.
"Sikap rajinmu membaca buku referensi itu, sangat membantu mempercepat proses revisi bab ini," puji Argan merasa puas dengan tingkat kepatuhanku, pada kewajiban membaca literatur.
Aku menggeser kursor tetikus ke arah atas, untuk memeriksa ulang susunan kalimat sebelumnya. Mataku meneliti setiap kata sambung, agar tidak ada kesalahan tata bahasa di dalam paragraf. Argan ikut mencondongkan tubuhnya ke depan, melihat proses penyuntingan mandiri yang aku lakukan.