Janda Muda Dikejar Berondong Tampan
Sesuatu di dalam otaknya mendadak berputar, menghubungkan satu titik dengan titik lainnya.
Detik berikutnya, sebuah seringai jahil dan penuh arti terukir di bibir Sheril. Ia melangkah mendekati meja kerja Devya, lalu menopang tubuhnya di atas meja, menatap sahabatnya dengan binar menggoda.
"Kalau bukan karena Zion... berarti karena sepupuku, kan?" goda Sheril riang. "Kamu sedang menunggu Daren, iya kan? Mengaku saja, Devya!"