Rahim yang Tergadai
tanyanya dengan nada setengah meremehkan, tangan bersedekap di dada.
Galen yang semula tampak bangga langsung memasang ekspresi tersinggung. Senyumnya menghilang, digantikan oleh seringai kesal. "Jangan hina tulisan gue yang jelek dong, Mai? Masa seorang pendidik gitu?" sindirnya, ikut menyilangkan tangan di dada.
Maiza mengabaikannya. Jemarinya mengetuk bagian paling atas dokumen, tepat di mana kalimat absurd itu tertulis dengan tinta tebal.